
"Phillip , Sudah selesai, Saya harus segera menyuntikkan obat penawarnya" Kata Takimaru
Phillip dengan gesit memegang tubuh sang kelinci , Dan Takimaru dengan lihai menyuntikkan obat penawarnya ke dalam tubuh kelinci
Setelah selesai menyuntikkan cairan ke tubuh kelinci, Takimaru lalu mencabut jarum suntik tersebut lalu membersihkannya dengan alkohol kemudian membuangnya di tong sampah
Di saat yang bersamaan , Kelinci yang sedari tadi terlentang dengan lemah di hadapan Phillip , Tiba-tiba terbangun dengan kepala tegak melihat ke arah Phillip
" Kelinci sudah sadar!" Kata Phillip dengan sangat bahagia dan dengan cepat beranjak dari duduknya lalu mendekati kelinci tersebut
Melihat Phillip datang menghampiri, Kelinci itu pun melompat ke arah Phillip
Phillip menangkap tubuh kelinci tersebut, Namun tiba-tiba dengan kuatnya jari kelinci tersebut menggores kulit lengan Phillip yang putih mulus
Tidak berhenti sampai disitu , Kelinci tersebut juga akan mencakar wajah Phillip
Phillip yang melihat kelinci tersebut hendak mencakarnya , Lalu dengan cepat Phillip menghindar cakaran tersebut
Tetapi Phillip kalah cepat dari kelinci tersebut, Maka leher Phillip menjadi sasarannya
Leher Phillip yang sangat putih bersih itu pun terdapat goresan luka
" AAAAAAAUUUUWWWWW" Teriak Phillip dan membuat Takimaru terkejut lalu memalingkan wajahnya melihat ke arah Phillip
" Phillip" Teriak Takimaru sangat panik saat melihat darah mengalir dari leher Phillip
Dengan cepat , Takimaru menggendong kelinci tersebut dan meletakkan di atas meja
" Mengapa dia menggigit mu?" Tanya Takimaru sambil mengambil obat yang ada di kotak obat yang berada di samping meja kerjanya
" Saya juga tidak tahu kakek guru" Jawab Phillip sambil memegang bekas cakaran kelinci
Sesaat Phillip merasa kepalanya berkunang lalu terduduk dengan lemah di kursi
Takimaru mendekati Phillip sambil membawa obat di tangannya
" Ada apa? " Tanya Takimaru terheran saat melihat Phillip terduduk lemah
" Kakek guru , Mengapa saya merasa tubuh saya menjadi tak bertenaga?" Tanya Phillip dengan bingung dengan keadaan tubuhnya
" Sini saya obati luka mu terlebih dahulu" Kata Takimaru
Dengan telaten , Takimaru mengoleskan obat di leher Phillip
Mata Phillip tertutup sambil menahan perih di leher ,Bukan hanya itu , Phillip merasa ada getaran daru dalam tubuhnya
"HHHWWWUUUEEEEEEKKK"
Ada dorongan dari dalam tubuh Phillip yang membuatnya ingin mengeluarkan beban dari dalam yang sangat menyesakkan dada
Rasa mual mendera Phillip dengan sangat hebat , Tapi tidak ada yang bisa di keluarkan
__ADS_1
" Bagian mana yang sakit?" Tanya Takimaru dengan sangat perhatian
" Rasanya tidak enak kakek" Kata Phillip dengan mengelus bagian dada dan perutnya
" Apa karena efek dari cakaran kelinci ini? Karena tubuhnya baru saja menyerap penawar yang saya suntikkan! " Tanya Takimaru terheran
Phillip tiba-tiba berdiri dan berlari keluar dengan sangat cepat
Di wajahnya yang putih , tampan dan menawan itu berubah menjadi merah dan terlihat menahan amarah
" Ada apa dengan Phillip?" Tanya Takimaru dengan binggung
Takimaru berlari mengejar Phillip sambil menggendong kelinci tersebut
" Apa pengaruh dari obat itu?" Tanya Takimaru dalam hati sambil melihat ke arah kelinci yang di gendongannya
Kelinci yang di gendong Takimaru menatap lantai dengan tatapan kosong
Diamnya kelinci membuat Takimaru semakin nungging
" AAAAAAAAKKKKKHHHHH"
Teriakan Phillip membuat Takimaru tersentak kaget lalu tanpa sadar melempar kelinci hingga terjatuh ke lantai
" BBBUUGGHHH"
Suara tubuh kelinci yang terjatuh ke lantai , Namun kelinci tersebut hanya terdiam
" Phillip" Panggil Takimaru sambil mendekati Phillip
Phillip merasakan guncangan hebat dalam dirinya yang sulit dua jelaskan
Guncangan energi yang sangat kuat dan dahsyat ,yang harus dia keluarkan tapi dia khawatir akan membuat sekelilingnya menjadi takut
" Dewa....Datanglah" Seru Phillip dalam hati
Tiba-tiba di atas langit, Seekor Rajawali yang sedang terbang mendekati mereka
Takimaru dengan gesit berjalan ke arah Phillip dan memeluk Phillip
Namun Rajawali tersebut terbang dan melewati mereka lalu berhenti di depan tubuh kelinci yang terbaring lemah
Dengan paruh yang tajam , Rajawali tersebut mulai menusuk dan mencabik kelinci yang sedari tadi hanya terbaring lemah dengan tatapan kosongnya
Hal tersebut di lihat oleh Phillip dan Takimaru
" TTTTIIIIIIDDDDAAAAKKK" Teriak Phillip dengan mendorong tubuh Takimaru yang sedang memeluknya
Bukan hanya Phillip yang terkejut dengan ditelannya kelinci, Takimaru juga pingsan dan tak sadarkan diri melihat hal itu
Phillip berlari meninggalkan Takimaru menuju ke arah Rajawali yang sedang menelan hidup-hidup tubuh kelinci
__ADS_1
" APA YANG KAU LAKUKAN?" Teriak Phillip dengan emosi melihat kelinci sudah hilang dalam pandangannya
Rajawali melihat ke arah Phillip lalu menunduk hormat pada Phillip
Di mata manusia biasa , Phillip adalah seperti anak pada umumnya
Ceria dan penuh semangat , Tapi dalam pandangan para dewa dan juga para hewan
Phillip adalah sosok yang memiliki wibawa dan pemimpin serta membawa kedamaian bagi yang mengenalnya
" HHHHIIIIIAAAAAAAAA" Teriak Philip dengan luapan emosinya
Tanpa disadari, Tubuh Phillip melayang di udara lalu dengan kepala mendongak ke atas sebentar
Phillip lalu melihat ke arah rajawali tersebut dan seketika , Phillip membuka mulutnya
" HHUUUUUUHHHH"
Angin berhembus kencang yang keluar dari mulut Phillip , Membuat rajawali tersebut mundur dan takut
" Maafkan saya ,Tuan" Seru rajawali yang hanya bisa di dengar oleh Phillip
" Kenapa kamu menelan kelinci ku?" Tanya Phillip dengan emosi
Amarah masih terselubung dalam diri Phillip , tak rela dan kuasa melihat kondisi kelinci yang malang itu
Dengan perlahan, Tubuh Phillip turun dan menginjak lantai yang ada dedaunan di halaman tersebut
" Tuan , Saya sedang kelaparan" Kata rajawali tersebut dengan kepala tertunduk
" Phillip" Seru Sang Dewa yang muncul di belakang Phillip
" Dewa.. dia telah menelan habis kelinci ku" Phillip mengadu kepada Sang Dewa bak mengadu kepada orang tua nya
" Phillip, Ini sudah hukum alam , Tundukkan lah rajawali itu , jangan membunuhnya" Pinta Sang Dewa
Phillip mengerutkan keningnya , Karena tidak mengerti apa yang di maksud oleh Sang Dewa
Sang Dewa hanya tersenyum lalu melangkah melewati Phillip kemudian mendekati Rajawali
" Kamu pilih yang mana, Menjadi mayat disini atau mengabdi seumur hidup mu pada tuan Phillip?" Tanya Sang Dewa pada Rajawali
"Jika tadi tuan Phillip tidak memiliki nurani dan belas kasih , Mungkin kamu sudah menjadi mayat dan di kirim ke neraka" Jelas Sang Dewa
Kekuatan angin yang baru di miliki oleh Phillip sangat luar biasa , Hanya saja Phillip masih bisa sadar dari emosinya untuk tidak membunuh rajawali karena teringat kelinci masih dalam perut rajawali
" Kembalikan kelinci ku" Kata Phillip dengan emosi bercampur rasa kesal yang luar biasa
" Maafkan saya , Tuan Phillip" Kata Rajawali dengan kepala tertunduk
" Baik , Serahkan nyawa mu untuk menebusnya" Kata Phillip
__ADS_1
" Tuan .. Ijinkan saya mengabdi pada anda" Kata Rajawali