LONG DE CHUAN REN ( KETURUNAN NAGA). Author ; Chen Neny

LONG DE CHUAN REN ( KETURUNAN NAGA). Author ; Chen Neny
BAB 18


__ADS_3

"Phillip , Sudah selesai, Saya harus segera menyuntikkan obat penawarnya" Kata Takimaru


Phillip dengan gesit memegang tubuh sang kelinci , Dan Takimaru dengan lihai menyuntikkan obat penawarnya ke dalam tubuh kelinci


Setelah selesai menyuntikkan cairan ke tubuh kelinci, Takimaru lalu mencabut jarum suntik tersebut lalu membersihkannya dengan alkohol kemudian membuangnya di tong sampah


Di saat yang bersamaan , Kelinci yang sedari tadi terlentang dengan lemah di hadapan Phillip , Tiba-tiba terbangun dengan kepala tegak melihat ke arah Phillip


" Kelinci sudah sadar!" Kata Phillip dengan sangat bahagia dan dengan cepat beranjak dari duduknya lalu mendekati kelinci tersebut


Melihat Phillip datang menghampiri, Kelinci itu pun melompat ke arah Phillip


Phillip menangkap tubuh kelinci tersebut, Namun tiba-tiba dengan kuatnya jari kelinci tersebut menggores kulit lengan Phillip yang putih mulus


Tidak berhenti sampai disitu , Kelinci tersebut juga akan mencakar wajah Phillip


Phillip yang melihat kelinci tersebut hendak mencakarnya , Lalu dengan cepat Phillip menghindar cakaran tersebut


Tetapi Phillip kalah cepat dari kelinci tersebut, Maka leher Phillip menjadi sasarannya


Leher Phillip yang sangat putih bersih itu pun terdapat goresan luka


" AAAAAAAUUUUWWWWW" Teriak Phillip dan membuat Takimaru terkejut lalu memalingkan wajahnya melihat ke arah Phillip


" Phillip" Teriak Takimaru sangat panik saat melihat darah mengalir dari leher Phillip


Dengan cepat , Takimaru menggendong kelinci tersebut dan meletakkan di atas meja


" Mengapa dia menggigit mu?" Tanya Takimaru sambil mengambil obat yang ada di kotak obat yang berada di samping meja kerjanya


" Saya juga tidak tahu kakek guru" Jawab Phillip sambil memegang bekas cakaran kelinci


Sesaat Phillip merasa kepalanya berkunang lalu terduduk dengan lemah di kursi


Takimaru mendekati Phillip sambil membawa obat di tangannya


" Ada apa? " Tanya Takimaru terheran saat melihat Phillip terduduk lemah


" Kakek guru , Mengapa saya merasa tubuh saya menjadi tak bertenaga?" Tanya Phillip dengan bingung dengan keadaan tubuhnya


" Sini saya obati luka mu terlebih dahulu" Kata Takimaru


Dengan telaten , Takimaru mengoleskan obat di leher Phillip


Mata Phillip tertutup sambil menahan perih di leher ,Bukan hanya itu , Phillip merasa ada getaran daru dalam tubuhnya


"HHHWWWUUUEEEEEEKKK"


Ada dorongan dari dalam tubuh Phillip yang membuatnya ingin mengeluarkan beban dari dalam yang sangat menyesakkan dada


Rasa mual mendera Phillip dengan sangat hebat , Tapi tidak ada yang bisa di keluarkan

__ADS_1


" Bagian mana yang sakit?" Tanya Takimaru dengan sangat perhatian


" Rasanya tidak enak kakek" Kata Phillip dengan mengelus bagian dada dan perutnya


" Apa karena efek dari cakaran kelinci ini? Karena tubuhnya baru saja menyerap penawar yang saya suntikkan! " Tanya Takimaru terheran


Phillip tiba-tiba berdiri dan berlari keluar dengan sangat cepat


Di wajahnya yang putih , tampan dan menawan itu berubah menjadi merah dan terlihat menahan amarah


" Ada apa dengan Phillip?" Tanya Takimaru dengan binggung


Takimaru berlari mengejar Phillip sambil menggendong kelinci tersebut


" Apa pengaruh dari obat itu?" Tanya Takimaru dalam hati sambil melihat ke arah kelinci yang di gendongannya


Kelinci yang di gendong Takimaru menatap lantai dengan tatapan kosong


Diamnya kelinci membuat Takimaru semakin nungging


" AAAAAAAAKKKKKHHHHH"


Teriakan Phillip membuat Takimaru tersentak kaget lalu tanpa sadar melempar kelinci hingga terjatuh ke lantai


" BBBUUGGHHH"


Suara tubuh kelinci yang terjatuh ke lantai , Namun kelinci tersebut hanya terdiam


" Phillip" Panggil Takimaru sambil mendekati Phillip


Phillip merasakan guncangan hebat dalam dirinya yang sulit dua jelaskan


Guncangan energi yang sangat kuat dan dahsyat ,yang harus dia keluarkan tapi dia khawatir akan membuat sekelilingnya menjadi takut


" Dewa....Datanglah" Seru Phillip dalam hati


Tiba-tiba di atas langit, Seekor Rajawali yang sedang terbang mendekati mereka


Takimaru dengan gesit berjalan ke arah Phillip dan memeluk Phillip


Namun Rajawali tersebut terbang dan melewati mereka lalu berhenti di depan tubuh kelinci yang terbaring lemah


Dengan paruh yang tajam , Rajawali tersebut mulai menusuk dan mencabik kelinci yang sedari tadi hanya terbaring lemah dengan tatapan kosongnya


Hal tersebut di lihat oleh Phillip dan Takimaru


" TTTTIIIIIIDDDDAAAAKKK" Teriak Phillip dengan mendorong tubuh Takimaru yang sedang memeluknya


Bukan hanya Phillip yang terkejut dengan ditelannya kelinci, Takimaru juga pingsan dan tak sadarkan diri melihat hal itu


Phillip berlari meninggalkan Takimaru menuju ke arah Rajawali yang sedang menelan hidup-hidup tubuh kelinci

__ADS_1


" APA YANG KAU LAKUKAN?" Teriak Phillip dengan emosi melihat kelinci sudah hilang dalam pandangannya


Rajawali melihat ke arah Phillip lalu menunduk hormat pada Phillip


Di mata manusia biasa , Phillip adalah seperti anak pada umumnya


Ceria dan penuh semangat , Tapi dalam pandangan para dewa dan juga para hewan


Phillip adalah sosok yang memiliki wibawa dan pemimpin serta membawa kedamaian bagi yang mengenalnya


" HHHHIIIIIAAAAAAAAA" Teriak Philip dengan luapan emosinya


Tanpa disadari, Tubuh Phillip melayang di udara lalu dengan kepala mendongak ke atas sebentar


Phillip lalu melihat ke arah rajawali tersebut dan seketika , Phillip membuka mulutnya


" HHUUUUUUHHHH"


Angin berhembus kencang yang keluar dari mulut Phillip , Membuat rajawali tersebut mundur dan takut


" Maafkan saya ,Tuan" Seru rajawali yang hanya bisa di dengar oleh Phillip


" Kenapa kamu menelan kelinci ku?" Tanya Phillip dengan emosi


Amarah masih terselubung dalam diri Phillip , tak rela dan kuasa melihat kondisi kelinci yang malang itu


Dengan perlahan, Tubuh Phillip turun dan menginjak lantai yang ada dedaunan di halaman tersebut


" Tuan , Saya sedang kelaparan" Kata rajawali tersebut dengan kepala tertunduk


" Phillip" Seru Sang Dewa yang muncul di belakang Phillip


" Dewa.. dia telah menelan habis kelinci ku" Phillip mengadu kepada Sang Dewa bak mengadu kepada orang tua nya


" Phillip, Ini sudah hukum alam , Tundukkan lah rajawali itu , jangan membunuhnya" Pinta Sang Dewa


Phillip mengerutkan keningnya , Karena tidak mengerti apa yang di maksud oleh Sang Dewa


Sang Dewa hanya tersenyum lalu melangkah melewati Phillip kemudian mendekati Rajawali


" Kamu pilih yang mana, Menjadi mayat disini atau mengabdi seumur hidup mu pada tuan Phillip?" Tanya Sang Dewa pada Rajawali


"Jika tadi tuan Phillip tidak memiliki nurani dan belas kasih , Mungkin kamu sudah menjadi mayat dan di kirim ke neraka" Jelas Sang Dewa


Kekuatan angin yang baru di miliki oleh Phillip sangat luar biasa , Hanya saja Phillip masih bisa sadar dari emosinya untuk tidak membunuh rajawali karena teringat kelinci masih dalam perut rajawali


" Kembalikan kelinci ku" Kata Phillip dengan emosi bercampur rasa kesal yang luar biasa


" Maafkan saya , Tuan Phillip" Kata Rajawali dengan kepala tertunduk


" Baik , Serahkan nyawa mu untuk menebusnya" Kata Phillip

__ADS_1


" Tuan .. Ijinkan saya mengabdi pada anda" Kata Rajawali


__ADS_2