Lost in Your Heart

Lost in Your Heart
Bab 1... Awal mula


__ADS_3

"Sinta, kira-kira bayi dalam kandungan mu sekarang laki-laki atau permpuan ?" tanya Rina.


"Laki-laki atau perempuan menurutku sama saja Sin," jawab Rina


"Sin, apakah setelah kita mempunyai anak kita akan jarang bertemu, karena kita sibuk dengan kehidupan dan anak kita masing-masing ?, lalu apakah kita masih bisa bersahabat sepert sekarang ? meluangkan waktu bersama, berbagi cerita, dan banyak hal lain," keluh Rina


"Kenapa kamu bicara seperti itu ?" tanya Sinta heran


"Tidak apa-apa Sinta, aku hanya sedang khawatir dengan masa depan kita dihari tua," jawab Sinta


"Kemarilah," ajak Sinta pada Rina, mereka mengarah kedalam kamar Sinta.


Disana Sinta mempersilahkan Rina untuk duduk diatas tempat tidurnya, sementara ia sendiri terus berjalan menuju meja riasnya, yang tidak lama kemudian Sinta kembali duduk disamping Rina.


"Kamu mau membuat sumpah dengan ku ?" tanya Sinta


"Maksud mu ?" tanya Rina heran.


"Kamu tidak ingin persahabatan kita menjauh bukan ?"

__ADS_1


"Ya, tentu saja !"


"Kalau begitu ikuti cara ku, kita membuat kesepakatan atau sumpah dengan menyatukan darah mu dan aku," ucap Sinta memperjelas.


"Caranya ?" tanya Rina yang kebingungan.


Sinta menggoreskan silet dijari telunjuknya, dan kemudian menatap kearah Rina seolah memerintahkan Rina untuk melakukan hal yang sama seperti apa yang ia lakukan, diluar dugaan Rina pun tanpa takut mengikuti apa yang Sinta lakukan, mereka menyatukan jari telunjuk mereka dan berucap bersamaan.


"Jika anak-anak kami terlahir berbeda jenis kelamin, maka apa pun yang terjadi mereka harus bersama dalam ikatan suami istri, namun jika anak-anak kami terlahir dengan jenis kelamin yang sama mereka harus bersahabat sama seperti persahabatan kami, jika sumpah kami tidak terpenuhi maka hancurlah persahabatan dan kehidupan kami dimasa depan !!!" ucap mereka bersamaan.


Setelah mereka melahirkan, mereka terpisah karena Rina harus ikut suaminya dinas diluar kota, hal itu cukup membuat hubungan Sinta dan Rina merenggang, komunikasi pun hampir tidak bisa karena kendala lokasi.


17 tahun kemudian setelah sumpah itu mereka buat...


Arga menatap kesal..


"Tetangga baru ?


berani sekali dia mengganggu tidurku, lihat apa yang akan ku lakukan untuk mu," gumam Arga seraya meremas keras gorden penutup jendelanya,

__ADS_1


Arga turun dengan tergesa, sampai tak memperhatikan saat ibunya menyapa.


Sampai didepan rumah Arga menghidupkan selang air dan mengarahkan selang itu ke bunga tanaman sang ibu, namun sesekali ia melempar pandangan kearah orang yang tadi menjadi pengganggu untuk Arga, setelah dirasa ada kesempatan yang bagus Arga lagsung mengarahkan selang itu ke target yang ia tuju.


"Aaaaaa !!!" teriak si target


Sementara Arga mengalihkan pandangan dan selangnya kembali ketanaman sang ibu.


"Hey kamu sengaja ya ?" tanyanya mendekat kearah pagar yang menjadi penghalang antara mereka.


"Siapa ?


Saya ?" tanya Arga seraya mengarahkan jari telunjuknya kearah dirinya sendiri.


"Ya kamu lah, memang siapa lagi yang ada disini ?"


"Banyak,,,


ada mawar, kamboja, pohon palem, bonsai dan teman-temannya, emang kau tidak bisa melihatnya ?'' ucap Arga yang membuat lawan bicaranya geram.

__ADS_1


"Huh sudahlah, meladeni mu hanya akan merusak mood ku dipagi ini," ucapnya seraya berbalik hendak meninggalkan Arga.


"Hey, anggap aja yang tadi sebagai ucapan selamat datang dan salam perkenalan ya, haha," ucap Arga seraya tertawa puas, apa lagi saat ia melihat kini lawan bicaranya sudah sangat emosi.


__ADS_2