Lost in Your Heart

Lost in Your Heart
BAB 7


__ADS_3

Arga membawa Keyra keparkiran motor, dan memberinya helm untuk dipakai.


"Kau akan membawa ku kemana ?" tanya Keyra.


"Ikut saja atau...!!!"


"Baiklah," jawab Keyra pasrah.


Saat ia hendak meraih helm yang diberikan oleh Arga tiba-tiba saja dengan cepat seseorang merebut helm tersebut.


"Ini helm ku !" serunya dengan nada tinggi.


"Alya," gumam Keyra perlahan sedikit terkejut karena Alya sudah bediri tepat disampingnya, tidak terdengar suara langkah ataupun nafas dari Alya sebelumnya.


"Alya lu bisa dewasa sedikit tidak !" seru Arga dengan tampang iblisnya seperti hendak melahap Alya hidup-hidup.


"Kenapa kau meminjamkan helm gue sama dia ?" tanya Alya dengan air matanya yang hampir jatuh.


"Sejak kapan helm ini jadi milikmu, gue yang membelinya, faham !" bentak Arga pada Alya yang membuat Keyra semakin dan semakin tidak menyukai Arga.


Bentakan Arga berhasil membuat Alya menangis dan itu membuat Alya geram.


"Kau bisa tidak bicara sopan dan lembut sedikit sama cewe !" seru Keyra mencoba memberi pembelaan pada Alya, namun apa yang Keyra dapat niat baiknya justru dibalas dengan sebuah tamparan dari Alya, melihat apa yang dilakukan Alya membuat Arga turun dari motornya ia menghampiri Alya menggenggam pergelangan tangannya kemudian dipelintirnya tangan itu, sampai membuat Alya mengerang kesakitan dan meminta ampun memohon agar Arga melepaskan tangannya.


"Arga lepaskan Alya,!!!" teriak Keyra.


Tapi percuma Arga sudah kesetanan ia sudah tidak bisa lagi mendengar orang-orang disekitarnya, bahkan tangisan Alya pun tidak bisa meluluhkan hati si iblis Arga.


"Sekali lagi tangan mu ini menyentuhnya, maka gue tidak akan segan-segan untuk mematahkannya saat itu juga, faham !!!" ancam Arga pada Alya.


Setelah melepaskan tangan Alya, Arga segera mengambil helm yang ada ditangan sebelah Alya, kemudian memakaikannya pada Keyra dan berlalu pergi dengan meninggalkan suara motor yang amat sangat kencang disamping Alya.


Keyra terpaku tak bergeming sedikitpun, ada perasaan mulai takut menghampiri dirinya, yang ia fikirkan saat ini adalah ia akan dibunuh oleh iblis yang memboncengnya.

__ADS_1


Arga melajukan motor itu sangat kencang sampai membuat Keyra seketika tersadar dari lamunannya dan secara spontan melingkarkan kedua tangannya dipinggang Arga.


Arga terdiam, tidak ada penolakan dari tubuhnya sedikitpun saat Keyra memeluknya, namun ketika Keyra menarik lagi tangannya, ada sedikit perasaan kecewa yang terlukis dari wajah tampan seorang  Arga.


Tempat yang dituju oleh Arga adalah danau yang sebenarnya tidak begitu jauh dari sekolah dan rumah mereka.


Arga memberhentikan laju motornya dan memerintahkan Keyra untuk segera turun.


"Sekarang kau bisa bicara !" seru Keya saat kakinya sudah berpijak ditanah.


"Kembali lagi kepertanyaan yang gue ajukan semalam," jawab Arga menatap tajam kearah Keyra yang semakin membuatnya takut pada Arga.


"Pertanyaan mu yang mana, kau terlalu banyak bicara semalam jadi aku tidak mengingat-ingat apa yang kau ucapkan," jawab Keyra.


"Benarkah kau tak mengingatnya sedikitpun ?" tanya Arga dengan mata menyelidik.


"Ya," jawab Keyra singkat.


"Baiklah kalau begitu gue ingatkan lagi, buka telinga lo lebar-lebar dan dengarkan baik-baik karena gue tidak akan mengulang lagi kata-kata gue !" 


"Siapa laki-laki yang kemarin dan tadi pagi mengantarmu kekelas ?


yang kulihat sepertinya kalian sangat dekat, apakah kalian pernah saling mengenal satu sama lain sebelumnya ?" tanya Arga dengan tampangnya yang kembali serius, tatapannya seperti hendak menelan Keyra hidup-hidup.


"Oh Raka maksudmu ?" tanya Keyra mencoba memastikan bahwa yang dimaksud Arga itu adalah Raka.


"Mungkin,


siapa dia ?


pacar lu ?


atau cuma mainan lu ?" tanyanya dengan tampang sinis.

__ADS_1


"Jaga ucapan mu, jangan samakan aku dengan kau yang memperlakukan semua wanita sebagai mainan, dasar jahat !" seru Keyra seraya memelototi Arga.


"Tahu apa lu tentang gue ?"


"Tidak banyak yang aku tahu tentang kamu, tapi yang jelas kau itu adalah seorang iblis yang berwajah manusia !


dan aku sangat membencimu, aku tidak menyukai orang sepertimu, jahat !" seru Keyra.


"Ulangi sekali lagi kata-kata mu !"


"Yang mana ?


yang ku bilang kalau kau itu iblis ?


atau yang aku membencimu ?" tanya Keyra yang membuat Arga semakin terbakar amarahnya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu ?" tanya Keyra yang semakin tidak punya nyali menatap mata Arga.


"Kenapa ?


ada larangan yang menyatakan kalau kita tidak diizinkan menatap lawan bicara kita ?


atau gue harus minta izin dulu sama Raka kalau gue mau natap lo seperti ini ?" tanya Arga yang semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Keyra.


Keyra berusaha memalingkan wajahnya agar tidak terlalu dekat dengan Arga,Arga yang menyadarinya  langsung menarik wajah Keyra mendekat,namun tidak diduga mereka terlalu dekat sampai bibir Arga tidak sengaja menyentuh pipi lembut Keyra, hal itu membuat keduanya terkejut, seketika suasana pun mendadak canggung, angin yang bertiup terasa panas menerpa tubuh keduanya.


Arga mencoba mencairkan suasana dengan berpura-pura batuk, sementara Keyra masih membelakangi Arga.


"Hem, ayo pulang," ajak Arga membuka kembali pembicaraan.


"Ha, emm, iya ayo," jawab Keyra terbata seraya menghadap kembali kearah Arga namun tetap tidak  berani menatapnya.


Ada senyum kecil yang terlukis dari bibir Arga ketika ia melihat  Keyra yang salah tingkah.

__ADS_1


Diperjalanan pulang kali ini Arga tidak lagi melajukan motornya dengan kencang, entah karena dia kasihan pada Keyra atau karena ia ingin berlama-lama bersama Keyra.


__ADS_2