
"Rina !" seru ibu Arga saat menatap wanita paruhbaya dihadapannya yang terhalang pagar.
"Sinta, kau kah itu ?" tanya ibu Keyra dengan raut wajah tak percaya, dan bulir bening diujung kedua matanya membasahi pipinya.
Melihat ibu mereka yang saling tatap Arga dan Keyra secara otomatis menghentikan pertengkaran diantara mereka, Keyra menatap sendu kearah ibunya kemudian berpindah kearah ibu Arga dan terakhir ia menatap Arga yang juga menatap Keyra.
Sepertinya saat ini apa yang mereka berdua fikirkan pasti sama.
Keyra melangkah mendekati sang ibu yang masih terpaku menatap Sinta sahabatnya.
"Bunda," panggil Keyra seolah ia meminta penjelasan apakah benar apa yang tengah ia fikirkan saat ini.
"Sinta, ini Keyra anak ku," ucap ibu Keyra pada sahabatnya tanpa menjawab Keyra terlebih dahulu.
"Anak mu cantik seperti kamu Rina, oh ia ini Arga anak ku," jawab ibu Arga.
Dengan pernyataan keduanya seperti itu sudah cukup untuk menjawab pertanyaan yang ada di benak Arga dan Keyra.
Arga dan Keyra kini kembali saling pandang seolah mereka ingin kembali kemasa lalu orangtuanya, dan membatalkan sumpah itu.
Keyra menghela nafas panjang, begitu juga dengan Arga, tanpa berkata sepatah katapun keduanya pergi dari hadapan ibu-ibu mereka yang tengah melepas rindu.
Saat Keyra hendak berpamitan untuk berangkat sekolah sang ibu dengan nada bahagia memberitahunya bahwa Arga itu adalah jodoh yang ia pilihkan untuk Keyra, begitu pun dengan ibu Arga yang juga memberitahu Arga bahwa Keyra lah masa depannya.
Keduanya berangkat sekolah dengan suasana hati yang tidak baik, diperjalanan Arga melihat motor Keyra berhenti dipinggir jalan, seolah tidak perduli Arga menarik gas motornya melewati Keyra yang sedang kebingungan karena motornya yang tidak juga menyala.
Namun tidak disangka Arga kembali dan menghentikan motornya didepan Keyra.
"Ada apa ?" tanya Keyra sinis.
"Gue kemari bukan untuk menawarkan jasa sama lu," jawab Arga seraya turun dari motornya dan mendekati Keyra.
"Lalu, apa mau mu ?" tanya Keyra lagi.
__ADS_1
"Gue kemari ingin mengajak lu kerjasama, gue tau lu tidak ingin perjodohan ini tetap berjalan bukan ?" tanya Arga dengan wajah datar.
"Tentu saja, lalu kerjasama apa yang akan kau tawarkan ?" tanya Keyra kembali.
"Ayo bicara pada mereka bahwa kita tidak ingin dijodohkan," ucap Arga masih datar.
"Aku tidak yakin itu akan berhasil," jawab Keyra berkecil hati.
"Tidak ada salahnya kalau kita coba dulu, semua kemungkinan itu pasti ada bukan !" tegas Arga dengan tampang yang sangat serius, sikap Arga menunjukan bahwa ia memang tidak ingin ada perjodohan, apa lagi mereka berdua tidak dalam hubungan baik.
"Hm, coba saja," jawab Keyra santai.
Setelah selesai bicara, Arga tanpa pamit melangkah kearah motornya terparkir.
"Oh ia satu lagi, gue minta lu merahasiakan tentang semua ini dari anak-anak disekolah, jangan sampai ada satupun yang mengetahui masalah diantara kita berdua, faham !!!" tegas Arga.
Keyra hanyaan menganggukan kepalanya pertanda ia memahami apa yang dikatakan oleh Arga.
Arga menghidupkan mesin motornya dan meninggalkan Keyra dengan motor Keyra yang masih tidak bisa dihidupkan.
Disekolah,
Arga terlihat lebih banyak diam, ia tidak memperdulikan apa yang terjadi disekitarnya, bahkan ketika Alya datang ia tidak bergeming sedikitpun.
"Ada apa Key," tanya Raya saat melihat Keyra selalu menatap kearah belakang.
"Tidak ada apa-apa Ray," jawabnya dengan senyum.
"Ku perhatikan dari tadi kau terus menerus menatap kearah Arga, ada masalah dengan Arga ?" tanya Raya lagi.
"Sebenarnya aku memang membutuhkan teman cerita Ray, tapi apakah kau bisa menjaga rahasiaku ?" tanya Keyra.
"Tentu saja aku akan menjaganya, bukankah kita teman, ?"
"Ya," jawab Keyra singkat.
__ADS_1
Saat jam pulang tiba, Keyra, Raya dan Daniel pergi makan disebuah cafe yang tidak jauh dari sekolah mereka, disana Keyra kembali meminta teman-temannya untuk merahasiakan apa yang akan ia ceritakan kepada mereka berdua, setelah merasa yakin akhirnya Keyra pun memulai ceritanya.
"Apa dijodohkan !!!" seru Raya dan Daniel secara bersamaan.
Keyra meletakan jari telunjuk dibibirnya pertanda ia meminta teman-temannya untuk diam dan jangan berisik.
"Maaf-maaf Key,
lalu apa rencana kalian ?" tanya Raya.
"Arga meminta ku bicara pada bunda untuk menolak perjodohan ini, tapi aku tidak tahu bagaimana cara ku mengatakannya tanpa membuat bundaku sedih," jawab Keyra lemas.
"Kalau menurutku sebaiknya kau bicara saja apa adanya Key, karena menikah itu bukan permainan dan menjalaninya juga akan seumur hidup, apa kau mau menderita seumur hidupmu karena bersama dengan orang yang tidak kau sukai, dan kau juga tahu dia tidak menyukaimu ?" ucap Daniel.
"Aku tahu Niel, tapi aku hanya ingin membuat bunda ku bahagia, aku tidak ingin membuatnya berdosa karena tidak bisa menepati sumpah yang ia buat dimasa lalunya, tapi yang aku sesalkan kenapa orang itu harus Arga ?, kenapa tidak oranglain saja, orang yang sama sekali belum pernah aku kenal sebelumnya misalkan, atau apalah yang paling penting bukan Arga," ungkap Keyra meluapkan keinginannya.
"Key aku ingin bertanya ini dari pertama kau masuk sebenarnya," ucap Raya.
"Tanya apa ?"
"Sebenarnya apa yang membuat kau dan Arga saling membenci ?" tanya Raya.
"Aku tidak tahu alasan dia benci aku apa, yang aku tahu aku membenci laki-laki sombong, kasar, dan tidak berperasaan seperti dia, dia juga orang yang menyia-nyiakan wanita yang sangat menyayanginya, dia merasa dirinya paling tampan, paling berkuasa, paling segala-galanya melebihi oranglain, padahal aslinya dia itu hanya orang jahat yang tidak bisa apa-apa tanpa bantuan oranglain !!!" jawab Keyra penuh amarah.
"Oke, oke, cukup Key kita ngerti maksud kamu," jawab Raya menenangkan Keyra.
"Kita cuma kasihan padamu Key jika perjodohan ini benar-benar terjadi," ucap Daniel.
"Sama seperti kalian, aku juga mengasihani diriku sendiri dengan adanya masalah ini, tuhan kenapa kau tidak memberiku pilihan," keluh Keyra seraya meletakan kepalanya dimeja.
"Sabar Key, kau harus bisa melewatinya, sampai kau menemukan jalan yang memang terbaik untuk masalahmu saat ini, kita berdua bakal selalu ada buat kamu Key kapan pun kau membutuhkan teman untuk membagi masalah mu, kita pasti akan menemui mu," ucap Daniel, yang kemudian dibenarkan oleh Raya.
Mereka bertiga berpelukan, Keyra menangis haru mendengar pernyataan dari kedua temannya.
"Terimakasih," ucap Keyra.
__ADS_1
Daniel dan Raya tersenyum menjawab ucapan Keyra dan untuk sesaat mereka kembali tertawa bersama.