
"Jadi apa rencananya ?" tanya Keyra.
"Rencana apa ?" tanya Arga heran.
**"Aku tahu kamu pasti punya rencana untuk pernikahan kita kan ?" **
"Oh itu, dengar Key yang perlu kita lakukan sekarang hanyalah mengikuti kemauan mereka,"
"Tapi kamu sudah punya Alya, bagaimana dengan dia ?
**apa kau tidak sedikitpun memikirkan perasaannya ?" **
"Alya ?
hm dia urusan gue, lo gak perlu tahu uruan gue, dengar Key pernikahan kita tetap akan berjalan, tapi gue juga punya syarat," jawab Arga seraya menyerahkan selembar kertas pada Keyra.
"Apa ini ?" tanyanya seraya meraihi kertas yang Arga berikan.
"Baca saja, baru kau tahu apa isinya," jawab Arga datar.
Keyra membuka lipatan kertas itu dan mulai mempelajari isinya, tidak lupa disana terselip kolom tanda tangan yang sudah terlebih dahulu ditanda tangani oleh Arga.
{Surat Perjanjian Pra-nikah}
1. Kedua belah pihak tidak diperbolehkan mencampuri urusan satu sama lain.
2. Tidak ada larangan untuk Arga dan Keyra jika ingin memiliki pasangan lain.
3. Tidak ada hubungan suami istri\, termasuk peluk\, cium dan sebagainya.
4. Dilarang mengatur kemana\, dengan siapa\, jika salah satu dari mereka pergi.
5. Setelah semua keadaan kembali normal\, Arga dan Keyra harus berpisah.
"Bagaimana ?" tanya Arga setelah melihat Keyra yang telah selesai membaca seelembar kertas tersebut.
"Sudah jelas aku setuju kalau isi perjanjiannya seperti ini," jawab Keyra seraya mengeluarkan pena dari saku bajunya untuk menandatangani surat perjanjian yang Arga buat.
"Tidak ada paksaan kan ?" tanya Arga.
"Iya" jawab Keyra.
"Jadi sekarang tugas lo cuma berpura-pura mesra saja sama gue selama didepan kedua orangtua kita, dengan begitu mereka tidak akan curiga kalau kita sedang berbohong pada mereka, mengerti ?"
Keyra mengangguk pertanda ia mengerti dan setuju dengan apa yang tertulis dalam surat perjanjian itu, dan ia akan tetap mengikuti permainan yang baru saja mereka mulai.
__ADS_1
Esok harinya...
"Siang tante," sapa Arga pada ibu Keyra.
"Siang Arga, mau ketemu Keyra ya ?" tanya ibu Keyra.
"Iya tante, Arga diminta mama membawa Keyra untuk fitting baju hari ini,"
"Lho bukannya besok ?"
"Tidak tahu tante, mama bilang lebih cepat lebih baik, soalnya mama juga sudah menghubungi temannya tan,"
"Oh begitu, yasudah sebentar tante panggilkan Keyra nya, Arga tunggu saja didalam ya, tante buatkan minum sambil nunggu Keyra selesai bersiap," ucapnya.
"Baiklah tante," jawab Arga seraya mengikuti ibu Keyra masuk kedalam rumahnya.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Keyra keluar menghampiri Arga dengan wajah malas ia menyapa Arga.
"Ayo," ajak Keyra.
**"Key\, duduk dulu biarkan Arga menghabiskan minumanya\, Arga maafkan anak tante ya\, dia baru bangun tidur soalnya\," **
"Iya tidak apa-apa tante, Arga sudah terbiasa dengan sifat Keyra kok," jawab Arga seraya tersenyum menatap Keyra, sedangkan Keyra mengerutkan keningnya mendengar jawaban Arga yang terkesan mereka sudah sangat dekat.
Tidak berapa lama kemudian mereka pun berangkat ketempat yang dituju.
"Siang Arga, tante sudah menunggu mu dan pasangan mu," ucap pemilik toko disana yang adalah teman dekat mama Arga.
"Calon mu imut sekali ya," tambahnya lagi, kata-kata sang pemilik toko berhasil membuat Keyra tersenyum tersipu.
"Ayo masuk sayang," ajak sang pemilik toko yang diketahui bernama Diva.
Mereka mengikuti langkah tante Diva memasuki tokonya, kemudian ada pegawai menghampiri mereka dengan membawakan beberapa gaun putih yang sangat cantik ditangannya.
"Cobalah cantik," ucap tante Diva seraya mengelus lengan Keyra.
"Iya tante,"
"Arga, selama Keyra mencoba gaun-gaunnya, kamu juga cobalah jas yang cocok untuk mu, tante juga sudah menyiapkannya," ucap tante Diva lagi.
"Baiklah tante," jawab Arga seraya membawa beberapa jas ke fitting room.
Setelah selesai dan sudah menentukan pilihan Arga kembali menghampiri tante Diva dan duduk didekatnya.
"Sudah ?" tanya tante Diva.
"Sudah tante, Arga memilih yang ini," jawabnya seraya menunjukan jas putih yang elegan ditangannya.
__ADS_1
"Pilihan yang bagus," ucap tante Diva lagi,
Arga hanya tersenyum tipis.
"Keyra belum selesai tante ?" tanya Arga.
"Belum Arga, gaun wanita itu lebih ribet dari pada pakaian pria," jawabnya.
Ditengah percakapan mereka akhirnya Keyra keluar dari ruang ganti, dan berdiri tepat dihadapan Arga dan tante Diva.
Arga mematung untuk sesaat ketika dia melihat gaun yang Keyra kenakan sangat cocok dibadannya, kemudian pandangan Arga mengarah ke bahu Keyra yang sedikit terbuka. Menyadari Arga melihat bagian tubuhnya yang terbuka Keyra dengan kedua tangannya langsung menutupi bahunya yang terbuka.
Melihat reaksi Keyra, Arga juga memalingkan pandangannya pada tante Diva diselingi dengan senyumnya yang terlihat bahwa Arga tengah tersipu malu.
"Kenapa Arga ?
Keyra cantik ya ?" tanya tante Diva didepan Keyra.
Arga tidak menjawab pertanyaan tante Diva, ia hanya menggaruk pelan pangkal leher belakangnya.
Selesai fitting dan sudah membawa baju yang mereka inginkan, keduanya pun bergegas kembali ke mobil Arga.
"Ga, emang kamu juga harus ya akting didepan tante Diva ?" tanya Keyra.
**"Akting ?**Akting apa maksud lo ?" tanya Arga kebingungan.
"Tadi kau berpura-pura tersipu saat tante Diva menggodamu dengan mengatakan aku cantik, iya kan ?"
Arga hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum tidak tahu harus menjawab apa pada Keyra yang terlihat polos.
"Kadang kau bersikap tidak jelas Ga, buat oranglain bingung saja, dengar oranglain bisa saja salah faham jika mereka melihat sikap mu tadi, aku saja sampai merinding melihat mu tersipu malu begitu, kau tidak lupakan kalau kita hanya sedang dalam permainan ?" ungkap Keyra lagi.
"Hm," jawab Arga singkat.
"Orang ini aneh, tadi dia sesenang itu, sekarang sikapnya berubah drastis, sangat sulit ditebak, sudahlah kenapa aku harus pusing memikirkan sikapnya yang labil," gumam Keyra dalam hati.
Diperjalanan pulang suasana didalam mobil sangat hening, membuat Keyra tidak nyaman berada didalamnya.
"Kenapa dia diam saja, apa ada yang salah ?
biarkan saja lah, begini lebih baik, tapi..." gumam Keyra dalam hati seraya memperhatikan Arga.
Beberapa saat kemudian mobil Arga berhenti mendadak membuat tubu8h Keyra terguncang hebat.
"Aww..." teriak Keyra.
"Kamu tidak apa-apa Key ?" tanya Arga yang terdengar dari nada suaranya seperti orang yang tengah khawatir tidak lupa pula tangan Arga mengusap kepala Keyra.
__ADS_1
Keyra yang masih terkejut dengan rem mendadak, terkalahkan dengan rasa aneh dengan sikap yang Arga tunjukan, Keyra mengangkat wajahnya dan lekat menatap heran kearah Arga.
Sadar akan perbuatannya Arga yang masih mengusap kepala Keyra pun dengan cepat menarik kembali tangannya.