
"Hallo," jawab Keyra ramah.
"Perkenalkan aku Raya," ucapnya seraya mengarahkan tangannya untuk berjabat dengan keduanya.
"Hai aku Keyra, panggil Key saja cukup," jawab Keyra seraya menyambut tangan Raya.
"Bukankah kau dikelas yang sama dengan kami ?" tanya Daniel.
"Iya, baru minggu kemarin aku pindah kesekolah ini," jawab Raya masih dengan senyumnya yang sangat manis.
"Hm," jawab Keyra singkat seraya mengangguk perlahan.
"Tapi Key aku belum memiliki teman, walaupun sekedar untuk berbincang saja, kau masih enak ada Daniel yang langsung bisa dekat dengan mu, asal kau tahu Key seisi kelas itu isinya orang-orang sombong semua, apa lagi itu si Arga sama pacarnya, berasa jadi penguasa sekolah, menyebalkan," umpat Raya.
Keyra dan Daniel tersenyum dan mereka merangkul Raya .
"Kita bisa berteman Ray," ucap Key.
"Ya kan Niel ?" tanya Keyra pada Daniel.
"Ya, tentu saja," jawab Daniel diiringi dengan senyum ramahnya.
"Apa itu artinya, kita bisa makan bersama dikantin, belajar bersama, jalan-jalan dan melakukan semua hal bersama ?" tanya Raya dengan nada bicaranya yang terdengar bahagia.
"Tentu saja, tapi ada pengecualiannya ray," ucap Keyra.
"Apa ?" tanya Raya dengan raut wajah kecewa.
"Kecuali mandi bersama, dan tidur bersama, kalau tidur bisa kita berdua saja, Daniel tidak boleh ikut, haha," jawab Keyra menggoda Raya.
"Betul sekali, tapi boleh juga kalau mau melakukan itu bersama-sama juga," tambah Daniel.
"Ye, anak saja kau, mau mu itu," jawab Keyra seraya memukul perlahan bahu Daniel.
Pembicaraan Ketiganya berakhir dengan mereka yang tertawa bersamaan.
Keyra kembali melangkah ke parkiran motor, saat sampai disana sudah ada Arga dan Alya yang terlihat tengah berbincang dengan serius disamping motor merah milik Arga. Keyra memandang sinis kearah keduanya.
"Apa lu lihat-lihat !" teriak Alya yang menatap penuh amarah kearah Keyra, terlihat juga bulir bening yang jatuh membasahi pipinya saat itu.
Keyra mengabaikan Alya ia tidak ingin terlibat masalah diantara mereka, ia memilih mengeluarkan motornya dan segera pergi dari hadapan keduanya.
__ADS_1
"Tumben sekali si sombong itu tidak bicara apa-pun ?
apa masalah diantara mereka sebesar itu ?
ahh apa urusannya dengan ku ?
masih sekolah siapa suruh main hati, dasar remaja," gumam Keyra seraya melajukan kendaraannya secara perlahan.
Keyra kembali dibuat terkejut saat motor Arga melintas cepat tepat disamping motornya.
"Si sombong itu apa tidak bisa mengecilkan sedikit suara motornya, untung jantung ku ini buatan tuhan, kalau buatan manusia sudah melompat keluar mungkin," umpat Keyra.
Saat melintas didepan rumah Arga, Keyra kembali melihat Arga dan Alya tengah berdebat.
"Woy, cewe bertamu itu bawa masuk kedalam dong, ajak duduk didalam beri minum, kasihan diluar panas, dasar tidak punya hati," teriak Keyra dari balik pagar rumahnya.
"Berisik lu !!!" teriak Arga penuh emosi.
Keyra mengernyitkan dahinya.
"Alya, mending kamu tinggalin cowo kasar, sombong dan sok tampan ini, dia itu,,," kata-kata Keyra terhenti.
"Bukan urusan lu, gak usah ikut campur urusan gue !!!" teriak Alya yang memotong kata-kata Keyra.
"Dasar cewe bodoh," umpatnya lagi.
Keyra meletakan tasnya disofa dekat tempat bundanya duduk.
"Hai bun," sapanya seraya mencium pipi ibunya.
"Hai sayang, bagaimana sekolahnya ?" tanya sang ibu saat Keyra tengah berjalan kearah dapur hendak mengambil segelas air putih.
"Bunda ingin jawaban jujur atau bohong ?" tanya Keyra lagi.
"Jujur dong sayang, ceritakan semuanya pada bunda," jawab sang ibu.
"Bentar deh bun, kita bisa tidak pindah rumah sekali lagi ?" tanya Keyra.
"Kenapa ?" tanya ibu heran.
"Hm, sebenarnya semuanya itu baik-baik saja bun, rumah tempat kita tinggal nyaman, disekolah juga Key sudah punya teman, hanya saja ada satu orang yang sangat menguji kesabaran Key bun," jawab Keyra seraya menyandarkan tubuh kecilnya di sofa.
__ADS_1
"Bagus dong kalau kau sudah memiliki teman disekolah mu yang baru, terus kenapa hanya karena satu orang itu kamu jadi frustasi begini, dan apa hubungannya dengan pertanyaan mu tadi tentang pindah rumah ?" tanya ibu.
"Bunda, masalahnya itu adalah, orang itu si Arga, Arga itu tetangga yang kemarin nyiram Keyra, bukan cuma itu saja bun, ternyata dia juga satu sekolah dengan Key, bahkan yang lebih sialnya lagi kita sekelas bunda, coba bunda bayangkan bagaimana kehidupan Key nantinya, aduh," keluh Keyra.
"Yang mana si orangnya, bunda belum melihatnya,"
"Tidak perlu melihatnya apalagi sampai mengenalnya bun, karena dia itu bukan manusia dia tidak akan bisa diajak bicara baik-baik," ucap Keyra penuh amarah.
"Hus kenapa bicaranya tidak sopan begitu !"
"Itu kenyataannya bunda, buktinya itu diluar sana ada pacarnya yang berkunjung kerumahnya, tidak dipersilahkan masuk, hanya diajak bicara depan rumah saja, gila kan itu orang, untuk apa punya pacar kalau tidak dihargai begitu, untung Key tidak punya ikatan yang seperti itu dengan siapa-pun, jadi tidak perlu pusing," jawab Keyra.
"Kau tidak punya pacar kenapa ?" tanya ibu.
"Ya, karena tidak ingin pusing mikirin cinta," jawab Keyseraya memalingkan wajahnya dari sang ibu.
"Key, jawab yang benar pertanyaan bunda, apakah kau tidak punya pacar karena cerita bunda tentang sumpah yang bunda buat dengan sahabat bunda di masa lalu ?" tanya sang ibu dengan wajah serius.
Key menatap wajah ibunya dan kemudian mengangguk perlahan.
"Maafkan bunda nak, bunda tidak menyangka sumpah yang bunda buat dimasa lalu akan mempengaruhi kehidupan remaja mu, bunda lupa kalau kamu juga mempunyai hak memilih jalan hidup mu sendiri, bunda tidak berfikir kami akan berpisah sampai kehilangan komunikasi seperti sekarang," jawab ibu seraya menunduk sedih.
"Bunda Key tidak apa-apa, Key tahu sahabat bunda orang baik, dan anaknya juga pasti baik, itu artinya bunda sudah memilihkan jodoh yang baik untuk Key," ucap Key mencoba mengemblikan senyum ibunya.
"Kamu baik sekali sayang, yasudah begini saja sekarang umur mu 17 tahun, jika sampai umur mu 20 tahun bunda tidak juga menemukan keberadaan sahabat bunda itu, kamu bebas memilih jalan hidup mu sendiri nak,"
"Lalu bagaimana dengan sumpah kalian ?" tanya Keyra.
"Bunda akan mempertanggungjawabkan itu nanti, bunda hanya tidak ingin menekan mu untuk menuruti sumpah yang bunda buat karena keegoisan kami di masa lalu," jawab ibu.
Keyra tersenyum diiringi dengan senyum sang ibu yang juga mengembang dari bibirnya, mereka saling memeluk satu sama lain.
Keesokan paginya seperti biasa Keyra memanaskan motornya sebelum sarapan dan berangkat sekolah, dan seperti biasa pula Arga terganggu dengan suara mesin motor Keyra dipagi hari.
"Woy !!!" teriak Arga keluar dari dalam rumahnya.
Keyra hanya menatapnya sebentar, lalu kembali memalingkan wajahnya seolah ia tidak perduli dengan teguran dari Arga.
"Lu tuli atau bagaimana ?
suara motor lu ini mengganggu tidur gue, faham gak lu !" ucap Arga kembali dengan suara keras, namun Keyra tetap tidak memperdulikannya.
__ADS_1
Karena kesal tidak diperdulikan oleh Keyra, Arga kembali menyalakan selang dan menyiramkannya lagi kearah keyra, keributan pun tidak terelakan lagi, sampai membuat ibu Arga dan Keyra keluar dan menghampiri mereka untuk melerai.
Alih-alih melerai keributan Arga dan Keyra, kedua ibu itu malah saling bertatap terkejut, seolah tidak percaya dengan apa yang ada dihadapan masing-masing.