Lost in Your Heart

Lost in Your Heart
BAB 2


__ADS_3

Keyra masuk kedalam rumahnya dengan mulutnya yang masih terus mengumpat karena kejadian tadi, duduk dimeja makan yang disana ada sang ibu yang sudah selesai menyiapkan sarapan pagi untuk mereka.



"Kenapa kamu marah-marah Key ?'' tanya sang ibu.


"Kesel bun, ada orang gilla didepan, Key lagi manasin motor itu orang dengan santainya nyiram air kearah Key, dan parahnya lagi dia gak ada rasa bersalahnya, apa semua orang kota seperti itu bun ?" tanya Keyra.


"Tidak semua sayang, sebentar bunda tanya dulu, orang itu laki-laki atau perempuan ?" tanya balik bunda.


"Laki-laki bun," jawabnya ketus.


"Hm, apa mungkin dia terpesona melihat kecantikan anak bunda ya, makanya dia cari cara biar bisa berkenalan dengan kamu," jawab sang bunda yang membuat Keyra mengernyitkan dahinya.


"Bunda, bunda, kita hidup didunia nyata bukan di sinetron, novel atau komik romantis bun," ucap Keyra seraya menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Sudah dulu ya bun, Key mau berangkat sekolah dulu," pamit Keyra seraya mencium pipi bundanya.


"Iya hati-hati sayang, semangat semoga dapat teman yang banyak di sekolah yang baru ya sayang," ucap bunda.


Keyra tersenyum seraya memakai tasnya dan berjalan pergi kesekolah menggunakan sepeda motornya.


Disekolah...


Keyra terdiam disamping motornya, ia melayangkan pandanganya keseluruh penjuru sekolah itu, fikirannya masih belum bisa melupakan kenangan disekolah lamanya, ia terpaksa pindah sekolah lagi karena pekerjaan sang ayah yang mewajibkannya untuk selalu berpindah-pindah.


Keyra menarik nafas panjang,


"Semangat Key, semoga ini sekolah terakhir untuk mu," ucapnya menyemangati dirinya sendiri


Ditengah lamunannya Keyra kembali dibuat terkejut dan kesal oleh motor besar yang melintas dibelakangnya dengan suara yang sangat kencang.


"Woy !!!" teriak Keyra pada pengendara motor besar tersebut.


"Apa kau tidak bisa melihat menggunakan mata mu itu, ada orang disitu !" teriaknya saat menghampiri sang pengendara motor.


Si pengendara turun dari motornya dan melepaskan helm full face merah yang senada dengan warna motor yang ia gunakan.


"Lu ngomong sama gue ?" tanyanya dengan tampang yang menyebalkan.


Keyra terdiam melihat wajah pria di depannya itu, bukan karena ia terpesona dengan ketampanannya, melainkan ia baru saja menyadari bahwa pria didepannya ini adalah orang yang sama dengan yang tadi pagi mengganggunya.


"Kau ???" ucap Keyra seraya mengarahkan jari telunjuknya kearah pria itu.


Arga hanya tersenyum sinis dan berlalu pergi tanpa permintaan maaf atau kata penyesalan dari mulut Arga.


"Hey !!!" teriak Keyra lagi.


Keyra setengah berlari mengejar Arga yang terus berjalan seperti hendak menghampiri gadis yang berdiri menatap mereka sedari tadi.

__ADS_1


"Sudah lama menunggu ?" tanya Arga pada gadis itu.


Gadis itu menggelengkan kepalanya, seraya berkata sambil menatap kearah belakang Arga yang sudah ada Keyra.


"Siapa dia Ga ?" tanya gadis yang diketahui bernama Alya dan ia juga adalah pacar Arga.


"Biasalah sayang, dia hanya sebagian dari penggemar ku," jawab Arga sombong.


Keyra membulatkan matanya menatap Arga.


"Kau !!!" teriak Keyra mencoba memprotes Arga, namun dengan cepat pula Arga memotong pembicaraan Keyra.


"Ayo pergi, dia bukan level kita," ajak Arga pada Alya.


Alya yang masih tidak percaya pada jawaban Arga pun terus melihat kearah Keyra sampai mereka berbalik, mereka meninggalkan Keyra yang masih dilanda emosi yang amat sangat.


"Dasar laki-laki gila, idiot, sombong, tidak punya otak, berani sekali membuat ku kesal dalam satu hari, dia sangat merusak hari ku, yang lebih parah lagi, kita tetangga, dan satu sekolah , oh tuhan kesialan apa lagi yang akan datang selanjutnya," keluh Keyra dalam hati.


Bel pun berbunyi pertanda pelajaran pertama sudah akan dimulai, saat semua murid sudah masuk kelas masing-masing, Keyra masih menunggu guru yang akan menjadi wali kelasnya untuk menunjukan dimana ruang kelas Keyra.


"Selamat pagi anak-anak," sapa bu Nurul pada semua murid.


"Selamat pagi bu," jawab semuanya.


"Pagi ini kia kedatangan teman baru,


Keyra berjalan masuk kedalam kelas, ia hanya fokus menatap bu Nurul yang berdiri didepan mejanya.


"Perkenalkan dirimu," titah bu Nurul lagi.


Keyra mengangguk seraya tersenyum kemudian mengarahkan pandangannya ke teman-teman barunya.


Mata Keyra kembali dibuat terhenti pada seseorang yang sangat ia benci saat ini, Arga tersenyum sinis saat mengetahui Keyra terkejut melihatnya.


"Nak, cepat perkenalkan dirimu, kemudian kita akan segera memulai pelajarannya," ucap bu Nurul yang seketika membuyarkan pandangan Keyra.


"Hallo, perkenalkan nama ku Keyra Audiana Putri, kalian bisa memanggilku Keyra atau Key, aku,," belum selesai Keyra dengan pengenalan dirinya, Arga sudah menyelanya.


"Kalau kita panggil kunci boleh juga dong ya ?" tanya Arga yang disusul gelak tawa dari seisi kelas.


"Arga !" seru bu Nurul.


"lho gak salah kan bu, Key bukannya artinya kunci ?" jawab Arga lagi.


Keyra kembali mengernyitkan dahinya.


"Bisa saya lanjutkan perkenalannya ?" tanya Keyra, yang seolah ia mengganggap Arga tidak pernah ada diruangan itu.


Hal itu membuat Arga geram.

__ADS_1


"Silahkan lanjutkan Key," jawab bu Nurul.


"Saya pindahan dari Lampung, mohon kerjasamanya," ucap Keyra mengakhiri pengenalan dirinya.


"Terimakasih Keyra,


yang lain apakah ada pertanyaan untuk Keyra ?" tanya bu Nurul pada murid-murid.


"Saya bu," ucap seseorang seraya mengangkat tangannya.


"Ya, silahkan," jawab bu Nurul.


"Hai Key, gua Jo, ngomong-ngomong lu cantik juga, sudah punya pacar apa belum ?" tanyanya.


Keyra terdiam sejenak.


"Jawab !!!" teriak para murid laki-laki.


"Belum," jawab Keyra singkat.


"Lu tidak punya pacar pasti karena lu sifat lu gak secantik wajah lu, kan ?" tanya Arga menimpali pertanyaan Jo.


"Bu, saya sudah bisa duduk ?" tanya Keyra pada bu Nurul, ia seolah tidak mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Arga beberapa detik yang lalu.


"Ya, silahkan kamu duduk disamping Daniel" jawab bu Nurul seraya menunjuk meja tempatnya duduk.


Keyra melangkah menuju meja yang dipersiapkan untuknya.


"Hai,Daniel" sapa Daniel dengan tersenyum ramah seraya mengarahkan tangannya untuk berjabat.


"Hai, Keyra panggil Key aja jangan kunci," jawab Keyra seraya duduk setelah sebelumnya menyambut tangan Daniel.


"Iya Key, aku tidak seperti mereka kok," ucapnya, yang di akhiri dengan tawa kecil dari keduanya.


Semua jam pelajaran hari itu pun berakhir, Keyra bergegas merapihkan mejanya, ia hanya ingin segera pulang kerumahnya, karena hari ini adalah hari yang cukup panjang untuknya.


Saat berjalan dikoridor sekolah ia dihentikan oleh suara yang memanggil namanya.


"Key !" seru seseorang dari arah belakang Keyra.


"Ya, Daniel," jawab Keyra.


"Ini buku-buku ku, kau boleh menyalin dan mempelajarinya, agar kau tidak terlalu banyak tertinggal," ucap Daniel seraya menyerahkan bukunya pada Keyra.


"Terimakasih Niel," jawab Keyra seraya tersenyum manis.


"Hai," sapa seseorang.


Kompak Keyra dan Daniel mengarahkan pandangan mereka ke arah sumber suara tersebut.

__ADS_1


__ADS_2