
Sesampainya dirumah setelah pulang sekolah,,,
"Bunda Key pulang," ucapnya.
"Selamat datang," jawab Arga yang tiba-tiba muncul dibalik pintu.
"Arga !
ngapain kamu disini !" seru Keyra heran.
"Kenapa ?
kaget ?
jangan kaget gue bisa kapan saja kesini, gue ini kan calon suami lu !
jadi kapanpun gue mau kesini itu hak gue !"
"Eh Key sudah pulang, Arga kesini nganterin makanan dari tante Sinta Key, ini bunda lagi bersihin tempatnya, ayo bantu bunda masak, biar Arga makan malam dulu sama kita," jelas ibu Keyra.
Arga tersenyum puas melihat wajah kesal Keyra.
Keyra hendak melangkah menuju kamarnya terlebih dahulu namun dihalangi oleh tubuh Arga.
"Permisi aku mau lewat," ucap Keyra dengan wajahnya yang masih nampak kesal.
"Tidak sopan, ada tamu kenapa masuk kamar !"
"Lalu kau mau aku menemanimu ?" tanya Keyra.
"Hm, ide yang cukup bagus juga," jawabnya dengan senyum kemenangan.
"Keyra !" panggil ibunya dari arah dapur.
"Iya bun, sebentar ada sedikit urusan dengan si pengganggu," jawab Keyra seraya menatap sinis kearah Arga.
"Kau dengar, bunda memanggilku, dan aku akan mengganti baju ku dulu sebelum membantu bunda menyiapkan racun untuk calon suamiku ini," ucap Keyra lagi tidak lupa senyum sinis mengembang diujung bibir Keyra.
Seolah tidak lagi memiliki kata-kata untuk menghalangi jalan Keyra, Arga akhirnya menyerah dan membiarkan Keyra berlalu pergi.
Beberapa lama kemudian Keyra keluar dari kamarnya dan menuju dapur, tidak lupa ia menatap sinis kearah Arga.
Setelah semua makanan siap, Keyra menyajikannya diatas meja.
__ADS_1
"Rajin sekali calon ibu dari anak-anak gue ini, semakin tidak sabar ingin segera tinggal satu rumah, satu kasur, dan satu,,,," kata-kata Arga terhenti saat ia menjelajahkan matanya keseluruh tubuh Keyra.
"Jaga mata keranjang mu itu, jangan kau samakan aku dengan wanita-wanita diluar sana yang pernah kau tiduri !" seru Keyra saat ia merasa risih dengan tatapan Arga.
Arga hanya diam dan melayangkan senyum pada Keyra yang langsung pergi menjauhinya.
Seluruh keluarga Keyra pun berkumpul dimeja makan, Keyra duduk bersebelahan dengan Arga saat itu.
"Arga ayo makan nak, kenapa kau diam saja," ajak ibu Keyra.
"Arga nunggu diambilkan oleh Keyra tante," jawabnya seraya menatap manja pada Keyra.
Hal itu membuat Keyra merinding saat melihat senyuman Arga.
"Apa tangan mu patah ?" tanya Keyra.
"Tidak, tangan ku baik-baik saja," jawab Arga seraya memperlihatkan kedua tangannya pada Keyra.
"Ya sudah kalau begitu kenapa kau tak ambil sendiri makanan untukmu, bukankah semuanya ada tepat didepan matamu !" ucap Keyra kesal..
"Key !!!" seru sang ayah yang mendengar kata-kata putrinya tidak pantas diucapkan oleh seorang gadis terpelajar.
"Jaga bicara mu didepan Arga Key," tambah sang ibu.
Mendapat pembelaan dari kedua orangtua Keyra membuat Arga semakin besar kepala saja, ia semakin banyak akal untuk membuat Keyra kesal.
"Terimakasih Keyra," ucap Arga dengan wajah tanpa dosa.
"He-he iya sama-sama Arga," jawab Keyra masih dengan senyum terpaksanya.
Acara makan malam itu pun selesai, kedua orangtua Keyra entah menghilang kemana sudah tidak lagi terlihat batang hidungnya, ditinggalkan Keyra dan Arga hanya berdua saja membereskan meja makan,
"Mau gua bantu ?" tanya Arga menawarkan jasa yang diketahui dengan jelas oleh Keyra kalau tawaran dari Arga itu hanyalah basa-basi belaka, Keyra hanya diam tak bersuara ia hanya melirik sinis sebentar kearah Arga kemudian kembali membawa piring kotor untuk dicuci.
"Eh gue mau tanya serius sama lu," ucap Arga.
"Sejak kapan kau butuh persetujuan dariku setiap kali mau bicara atau bertanya, bukankah selama ini mulut besarmu itu tidak pernah berheni bicara," jawab Keyra kesal seraya tangannya masih terus mencuci piring-piring kotor.
"Terserahlah apa kata lu saja, intinya gue cuma mau nanya, cowo yang jalan sama lu tadi siang itu siapa ?" tanya Arga dengan nada serius.
"Cowo yang mana ?" tanya Keyra lagi.
"Yang bantu lu bawa buku paket, gue tau dia bukan anak kelas kita, makanya gue tanya,"
__ADS_1
"Kenapa kamu jadi ingin tahu sekali masalah hidupku, dengar ya dia siapa, dan dia ada dikelas mana pun itu bukan urusan kamu, kamu bukan orangtua ku yang selalu harus tahu dengan siapa dan kemana aku pergi, faham !" jawab Keyra seraya membulatkan kedua matanya menatap Arga yang berdiri tepat disampingnya.
Arga menghela nafas panjang, menggelengkan kepala dan berlalu pergi tanpa sepatah katapun meninggalkan Keyra yang masih kebingungan dengan sikap yang ditunjukan Arga malam itu.
#
"Kenapa dia menjawab sepanjang itu, padahal gue cuma bertanya laki-laki itu siap, kenapa sampai memelototiku seperti tadi, apa jangan-jangan benar dugaan ku, kalau mereka memang sedang dekat.
Tapi bagus juga, dengan begitu pertunangan minggu depan bisa dibatalkan karena kesalahan dari Keyra, bukan dariku," gumam Arga yang saat ini masih berdiri didepan rumah Keyra.
#
Keesokan harinya pemandangan yang samaterjadi lagi, Arga melihat Keyra berjalan lagi dengan laki-laki yang kemarin ditanyakannya, sepertinya laki-laki itu hendak mengantarkan Keyra kekelas.
Setelah Keyra masuk kelas, Arga mendekati laki-laki tersebut.
"Hai bung, sedang apa didepan kelas ku, kau bukan siswa dikelas ini bukan ?" tanya Arga dengan tatapan menyelidik.
"Bukan," jawabnya singkat.
"Lalu sedang apa kau disini, oh apa kau seorang penguntit,?"
"Bukan urusan mu !" jawab Raka seraya berlalu pergi dari hadapan Arga.
"TIdak jelas !" seru Arga.
Didalam kelas Arga terus memperhatikan gerak-gerik Keyra, ia lupa kalau disisi lain juga ada sepasang mata yang juga sedang memperhatikannya.
"Kenapa dari tadi Arga serius sekali menatap Keyra, ada apa sebenarnya ?" tanya Alya dalam hati.
Saat jam pelajaran selesai Arga terlihat hendak pergi menghampiri Keyra, sebelum ia melangkah Alya sudah lebih dulu berdiri tepat dihadapannya.
"Mau kemana ?" tanya Alya serya menggenggam pergelangan tangan Arga.
Arga mengeluarkan tatapan kematian pada Alya yang membuat gadis itu tidak bisa bergeming, dan langsung dengan cepat melepaskan genggaman tangannya pada Arga.
Benar saja sesuai dugaan Alya, Arga memang hendak menghampiri Keyra,
"Kita harus bicara," ucap Arga yang tiba-tiba saja sudah berdiri tepat didepan meja Keyra.
"Apa ?" tanya Keyra bingung, ia juga menyempatkan melihat kerah Alya yang sedari tadi memperhatikan mereka.
"Lu mau ikut gue dulu atau gue bicara dengan keras didepaan kelas tentang kita !" ancam Arga.
__ADS_1
Keyra yang merasa dirinya sudah tidak memiliki pilihan lain pun dengan terpaksa mengikuti kemana Arga membawanya.
Sekian lama diikuti Keyra semakin tidak mengerti kemana tujuan Arga membawanya, ia juga bisa menilai dari langkah kaki Arga dan tegapnya tubuh Arga saat berjalan sepertinya apa yang hendak ia bicarakan memang cukup serius.