Love In Korean Sky

Love In Korean Sky
Petaka Membawa Keberuntungan


__ADS_3

Sementara Miss Ellena melakukan pencarian, di tempat yang di mana Viona disekap tampak


Baek seung joo lama terdiam. Entah apa yang ada dalam pikirannya, bahkan dia belum berucap satu patah kata pun semenjak tiba di lokasi tersebut.


Sesekali Viona perhatikan gerak geriknya, hati Viona berkata, "Tolong balas tragedi yang menimpamu waktu itu dengan berbaik hati melepaskanku."


"Heh, kamu lagi mikir apa lagi, Bro? Mari gunting pita," teriak Sin won, tetapi Baek seung masih diam membisu.


Sin won menghampiri Viona, dia mulai mendekatkan wajahnya ke hadapan sang gadis. Namun, Sin Won tidak menyadari kalau Viona sedang melakukan sesuatu.


Upaya terus dilakukan, sekuat tenaga, sedangkan kedua mata Viona terus berjaga-jaga. Akhirnya ikatan di kaki Viona terlepas tanpa diketahui oleh Sin Won dan yang lainnya.


"Hiaaak!" Seperti sebuah aksi di film laga, Viona mengeluarkan suara di saat kakinya mendendang lurus ke depan.


Bruuug!


Sin won terpental akibat hantaman sang gadis pemberani.


"Bangsat! Kamu berani samaku?" Sin won berteriak dan mengambil bangku di sampingnya, lalu dia mengayunkan kearah kaki Viona.


"Jangaaan!" Baek seung berusaha mencegah, namun apalah daya. Bangku sukses mendarat di kedua tulang kering Viona.


"Agahh!" Viona mengerang kesakitan, sepertinya kaki gadis itu, patah.


"Kamu kenapa sih, Bro? Dari kemaren kamu terlihat membela dia. Bukannya kamu yang suka ngejahili mahasiswi?" tanya Sin Won merasa tak percaya atas perubahan sahabatnya itu.


"Yaaa, tapi tidak sampai begini!" teriak Baek seung menggema di ruangan itu. "Kamu ingat Diao chan? Kamu sudah menganiaya Diao, tapi aku yang hampir dibunuh oleh kakak-kakaknya. Kalau nggak ada gadis gurun ini, aku nggak akan pernah bertemu lagi dengan kalian!" sambung Baek seung berapi-api.


"Maksud kamu?" tanya Sin won sambil mengerutkan dahi, menyelidik.


"Apa nggak jelas keterangan yang aku bahas barusan?" jawab Baek Sung balik bertanya.


"Kapan kejadiannya?" Sin won bertanya lagi.


"Nggak penting itu yang dibahas saat ini. Kamu, kamu ... pada bisa mendapatkan gadis dengan gampang. Jadi, kita nggak mesti memaksa seperti ini!" teriak Baek Seung berapi-api.


Kemudian Baek seung datang menghampiri Viona. Dia memungut cadar yang tergeletak di lantai, lalu dia ikatkan lagi ke wajah Viona.


Dia juga menutup baju Viona yang sudah dirobek oleh teman Sin won, dengan jaketnya.


Sementara Viona masih meringis kesakitan.


"Apa kamu bisa berdiri?" tanya Baek seung joo.


Viona menganggukkan kepalanya dengan pelan dan berusaha untuk berdiri. Namun, dia kembali tersungkur setelah dua kali mencoba berdiri.

__ADS_1


"Maaf, boleh aku gendong? Apa kamu mengizinkan?" tanya Baek Seung Joo hati-hati.


Sebelum Viona menyetujui tawaran itu, Baek Seung Joo sudah merunduk dan mengangkat tubuh mungil Viona Atmaja.


"Ya Allah, ampuni aku. Aku tidak bisa berdiri, jadi maafkanlah aku kali ini Tuhan," ucap Viona membatin.


"Kita ke rumah sakit, ya?" bisik Baek seung dengan lembut.


"Duh ... perasaan apa ini. Aku merasa deg-degan. Oh tidak!" Viona pejamkan mata agar tidak menatap mata Baek Seung Joo yang tak sengaja beradu.


Tubuh Viona terasa gemetaran karena untuk yang pertama kalinya bisa sedekat ini dengan lelaki yang paling top di kampus. Bukan. Maksudnya untuk pertama kali begitu dengan dengan yang namanya seorang laki-laki. Dulu saat bersama Radit, hanya sekedar say, hello, good bye saja.


"Kamu jangan takut, dalam keadaan darurat begini. Semoga nggak dicatat dosanya. Hehehe!" Baek seung mencoba mencairkan suasana yang terasa canggung.


Sesampai di mobil, lelaki berparas tampan bak aktor film itu, meletakkan tubuh mungil Viona dengan sangat hati-hati.


Kemudian Baek seung mulai menyetir menuju rumah sakit terdekat.


Di perjalanan ke rumah sakit, tidak ada terdengar obrolan sedikit pun. Hanya terdengar gumaman dari Baek Seung Joo, lalu menghela napas panjang berkali-kali.


Perjalanan menghabiskan waktu lebih kurang limabelas menit. Mobil yang dikendarai oleh bintang kampus itu meluncur ke halaman rumah sakit.


Setelah bicara ini dan itu, pada petugas medis, Viona pun akhirnya dirawat di rumah sakit itu yang sepertinya biayanya sangat mahal.


"Aku harus bayar pakai apa, uang tabunganku pasti tidak akan cukup," bisik Viona dalam hati.


Viona pun mulai merasa bingung lagi, pikiran kembali bertarung dengan hati. Dia berpikir harus pinjam uang ke siapa. Tidak mungkin baginya meminjam uang kepada Baek Seung Joo.


Saat Viona masih berpikir dan mencari jawaban, Baek seung joo datang bersama teman-temannya.


Viona pun bergegas menutup tubuhnya dengan selimut.


"Kamu jangan takut, mereka ke sini ingin menjenguk, kok," kata Baek seung joo sambil menyunggingkan senyuman ramah.


Perlahan Viona membuka lagi selimutnya dan berusaha untuk bangkit.


Secepat kilat Baek seung joo membantunya untuk duduk.


"Maaf, sebaiknya kamu jangan pegang-pegang. Soalnya aku masih bisa sendiri," elak Viona sambil menepis tangan lelaki itu.


"Iya, maaf," ucap Baek seung joo singkat


"Viona, aku minta maaf, ya. Aku janji nggak akan ganggu kamu lagi," Sin won berkata dengan wajah tertunduk, tak sanggup menatap gadis yang berada di atas ranjang pasien tersebut.


"Secepat ini, apa mereka kesambet?" bisik Viona membatin.

__ADS_1


"Iya, Viona. Kami juga minta maaf," sahut dua orang teman Sin won menimpali.


"Aku maafkan. Tapi aku punya permintaan, boleh kah?" tanya Viona sambil melempar pandangan ke luar jendela rumah sakit.


"Apa itu?" jawab Sin won balik bertanya.


"Aku mau kalian berhenti membully orang-orang lemah seperti aku, dan siapapun itu. Bisa kah?" Viona mulai terdengar serius.


"Emm, boleh-boleh ... bolehlah. Sekarang kita damai, ya?" Sin Won menyengir kuda.


"Insyaa Allah!" jawab Viona dengan mantap.


"Berpelukaaan!"


"Eith, nggak boleh. Nggak muhrim," jawab Viona cepat.


Hahaha!


Suara gelak tawa mereka berbarengan.


"Biaya rumah sakit sudah lunas, kamu tinggal cabut aja kalau udah sembuh."


"Kenapa kamu yang bayar, Sin won?" tanya Viona.


"Kamu cedera karena aku. Jadi aku harus tanggung jawab!" jawab Sin won sambil menyunggingkan senyuman manis kepada gadis bercadar itu.


***


Entah keajaiban entah ini hanya sebuah mimpi. Viona hanya berharap kejadian sebelumnya adalah mimpi terkelam di saat tidur malam membersamainya.


Dengan paksa mereka telah melihat wajah cantiknya, dengan kejadian itu mereka menjadi sahabat Viona.


Sangat tidak etis seorang gadis berpakaian syari berteman dengan empat orang pria.


Apa lagi yang muslim hanyalah Baek seung seorang.


Akan tetapi, Viona tetap menjaga jarak, agar tidak ada fitnah yang terjadi yang bakal merusak citra baik seorang muslimah sepertinya.


Apakah penderitaannya sudah berakhir?


Tidak!


Ada Hani dan para gadis-gadis kampus yang mengimpikan empat sekawan, menjadi milik mereka.


Viona masih berada dalam ancaman, tapi dia tetap diam dan tak ingin mengadu pada Baek seung mau pun Sin won.

__ADS_1


Perlakuan apa saja yang akan dia terima setelah ini?


__ADS_2