LOVE STORY Secret Of Castle

LOVE STORY Secret Of Castle
21. Melewati Malam


__ADS_3

Suara decapan di ikuti adukan pinggul itu terdengar sangat terangsang. Tubuh Zara masih berkoala dalam pelukan tubuh kekar sang suami yang tidak ingin menurunkan ratunya.


Suara lenguhan Zara mende$ah nikmat mengikuti irama tangan Titan yang menaik turun tubuh polosnya. Keduanya saling berlomba untuk bisa mendapatkan puncak kenikmatan bersama.


Pekikan kepuasan itu menegang bersama saat tiba di puncak yang diinginkan keduanya. Titan menghempaskan tubuh sang istri yang sudah bermandikan peluh dengan nafas tersengal.


Keduanya sama-sama telentang dan memejamkan mata mereka karena kelelahan. Tanpa sadar keduanya tertidur hingga pagi menjelang.


Pagi itu, rencana kunjungan ke sebuah tempat pariwisata yang menawarkan sejuta pesona di nantikan oleh para pelajar. Zara keluar dari kamarnya untuk sarapan pagi bersama teman-temannya.


Saat melihat Zara yang terlihat sangat berkelas penampilannya membuat mereka kompak saling menatap satu sama lain dengan menipiskan bibir mereka.


DI pikiran mereka hanya satu, kalau Zara hanya memanfaatkan putra presiden untuk memuaskan dirinya untuk bisa sejajar dengan mereka sebagai anak-anak pejabat maupun konglomerat.


Mereka tidak mengetahui kalau Zara sudah menikah dan putra presiden sedang mengincarnya. Sindiran pedas mulai di lancarkan oleh mereka saat Zara mengambil tempat duduk untuk menikmati sarapan paginya.


"Enak ya jadi simpanan pejabat. Anak dan ibu mempunyai kelas yang sama untuk bisa hidup mewah di istana."


"Jelas saja enak, tidak perlu kerja keras karena semua kebutuhan akan terpenuhi."


"Bukan hanya sekedar dipuaskan secara lahir tapi juga secara batin."


Tawa mereka menggelegar namun tidak begitu di pedulikan Zara. Tidak jauh dari tempat istrinya duduk, Titan ingin ingin mengerjai para gadis ceriwis yang telah menghina Istrinya.

__ADS_1


Tiba-tiba bibir mereka merapat hingga tidak bisa di buka untuk menyuapkan makanan ke mulut mereka. Keenam gadis itu saling bertatapan sambil berusaha menggerakkan bibir mereka namun begitu sulit bahkan suara merdeka juga tidak bisa keluar


Mereka saling menegur satu sama lain sambil menunjukkan bibir mereka yang tidak bisa di buka. Kalau mereka bisa bicara mereka ingin mengatakan,


Mengapa mulut mereka tidak bisa bicara dan dibuka. Karena begitu bingung untuk berkomunikasi, akhirnya mereka saling mengirimkan pesan satu sama lain melalui ponsel.


Zara yang melihat hukuman yang diberikan suaminya kepada teman-temannya itu tersenyum sambil menyuapkan makanannya. Titan mengerlingkan matanya sambil tersenyum menatap istrinya yang terlihat puas dengan keisengannya.


"Ini baru awal sayang. Jika mereka masih menghinamu, aku tidak akan segan menghukum mereka lebih keras lagi." Tulis Titan dalam pesannya pada Zara.


"Aku puas menyaksikan kepanikan mereka sampai saat ini. Sebentar lagi kami mau berangkat ke tempat wisata. Aku harap kamu jangan jauh-jauh dariku. Bukan mereka yang membuat aku takut, tapi anak buahnya Nathan yang setiap saat mengintai setiap gerak-gerik ku." Balas Zara.


"Aku justru ingin menjebak mereka saat mereka ingin mencelakai mu. Jika kita bisa dapatkan bukti kejahatan Nathan, maka dengan mudahnya kita menyeret dia ke meja hukum.


Karena kita tidak punya bukti kejahatannya, jadi ia menjadi kebal akan hukum. Aku harap kerjasamanya sayang agar jika bisa menjebloskan keluarga istana itu ke penjara." Balas Titan.


"Tenang saja sayang! Kali ini aku tidak akan teledor lagi." Ucap Titan menenangkan istrinya.


...----------------...


Puas mengunjungi tempat wisata, kini para pelajar itu sudah berganti pakaian renang untuk mandi di laut di pantai Florida. Hanya Zara saja yang tidak diperbolehkan Titan untuk mengenakan pakaian renang.


Rasa cemburunya Titan dimengerti oleh Zara. Iapun memilih duduk di bawah tenda yang tersedia di pantai itu sambil memainkan ponselnya.

__ADS_1


Titan membawa es krim dan juga makanan cemilan untuk bidadari nya itu. Keduanya duduk bersama sambil melihat para pengunjung yang sedang berenang.


"Apakah kamu ingin mandi juga bersama mereka?" Tanya Titan saat melihat istrinya sepertinya iri melihat kebersamaan teman-temannya yang sedang menikmati liburan mereka.


"bukankah kamu tidak membolehkan aku mandi?" Ketus Zara tanpa menatap wajah suaminya.


"Bukannya melarangmu mandi sayang, tapi aku tidak suka kamu memakai pakaian renang." Sahut Titan.


"Berarti itu sama saja kamu melarang aku mandi, Titan." Sungut Zara.


"Baiklah. Kalau kamu ingin mandi silakan, tapi harus berdua denganku tanpa terlihat oleh mereka, bagaimana?"


Zara seketika berbinar. Rasanya ia ingin berjingkrak tapi melihat wajah datar suaminya membuat ia mengurungkan niatnya." Ayolah...! Aku ingin menceburkan tubuhku di laut." Pinta Zara tidak sabaran.


Ternyata Titan tidak membawa Zara ikut mandi bersama dengan teman-temannya, melainkan ia mengajak Zara mandi di dekat kapal pesiar kecil miliknya.


Zara begitu kaget mendapati tubuhnya sudah ada di laut. Titan memegangi pinggangnya agar Zara tidak mudah tenggelam karena mereka berenang di air yang cukup dalam.


"Titan...! Kita berada di mana sayang?" Tanya Zara sambil tertawa kegirangan.


"Masih di area pantai Florida, sayang."


"Ini sangat menyenangkan dan itu kapal milik siapa?"

__ADS_1


"Tentu saja milik kita. Jika kamu kelelahan kita bisa beristirahat di atas kapal. Kamu ingin melihat di dalamnya?" Tawar Titan yang sudah menyiapkan kejutan untuk sang istri.


"Nanti saja. Aku masih ingin berenang Titan. Ini sangat menyenangkan." Ucap Zara yang sudah mengayuh tubuhnya menikmati air laut yang cukup hangat itu.


__ADS_2