LOVE STORY Secret Of Castle

LOVE STORY Secret Of Castle
22. Mengintai


__ADS_3

Kemesraan Zara dan Titan terekam jelas melalui drone pengintai dari seorang penyamar yang menyamar jadi nelayan. Titan yang tidak mengetahui kalau saat ini mereka sedang diintai nampak santai berjemur di atas kapalnya dengan sang istri yang sedang menikmati minuman wine.


"Kapan kamu punya ide gila seperti ini, Titan?" Tanya Zara.


"Sejak kekasih hatiku terus membuat aku marah." Titan terlihat membuang mukanya sambil melihat teropong di. area pantai Florida yang ada di sekitarnya.


"Apakah kamu sengaja membuatku kesal lalu memberiku hadiah sebesar. ini?" Tanya Zara.


"Anggap saja itu hadiah bulan madu dariku sayang." Ujar Titan.


"Apa yang harus aku berikan kepadamu? aku tidak punya uang yang cukup banyak untuk memberikanmu hadiah."


"Ada hadiah yang tidak perlu diberikan dengan membelinya." Sahut Titan.


"Maksudmu apa Titan?"


"Aku menginginkan hadiah yang akan menenangkan jiwaku. Menghiburku kala aku sedih. Dan membuatku menjadi seorang yang paling berharga dan menjagaku dihari tuaku."


"Maksudmu adalah anak?"


"Iya sayang...! Aku menginginkan anak darimu." Ucap Titan lalu bangkit mendekati sang istri.


Keduanya berciuman di atas kapal hingga terekam oleh kamera dari drone di atas sana. Merasa curiga dengan drone itu, Zara menghentikan ciumannya dan mendongakkan kepalanya dengan tangan menghalau cahaya matahari dari atas matanya.


"Titan....! Sepertinya itu drone pengintai." Ucap Zara tanpa menunjuk ke arah drone itu berada.


"Tetap bersikap biasa saja sayang. Jangan membuat mereka curiga kalau kita mengetahui kedatangan drone itu." Ucap Titan kembali mencium istrinya.


Titan menghilangkan drone pengintai itu dalam sekejap dengan tongkat sihirnya membuat si pemilik drone mencari keberadaan drone nya dengan panik.


"Di mana drone milikku? Bukankah tadi masih di atas sana..?" Tanya pengintai itu sambil berpikir keras.


"Apakah drone nya jatuh? Atau ahhh...! Ini sangat membingungkan. Desisnya kesal lalu menyalakan speed boat miliknya meninggalkan area pantai itu.


"Apakah kamu menghilangkan drone milik orang-orang itu, Titan?" Tanya Zara saat melihat drone itu tidak ada lagi di udara sana. Drone nya sudah aku sembunyikan sayang. Aku mau lihat hasil rekaman video itu." Ucap Titan lalu mengajak istrinya ke dalam kamar mereka yang ada di kapal pesiar mereka itu.

__ADS_1


Di dalam kamar itu, Titan menyambungkan hasil rekaman itu ke laptop miliknya. Rupanya, rekaman itu sudah sangat banyak. Termasuk penembakan istrinya yang terjadi beberapa bulan yang lalu.


Dan lebih dahsyat lagi ada rekaman pembicaraan rencana pembunuhan yang dilakukan oleh Nathan pada istrinya. Titan dan Zara saling menatap sambil tersenyum. Keduanya melakukan tos karena mendapatkan bukti secara cuma-cuma.


"Sayang ....! Apa yang kita inginkan akhirnya terwujud. Kita bisa membuktikan kejahatan Nathan dengan rekaman ini.


"Apakah kamu ingin menyerahkan rekaman itu pada pihak berwenang?"


"Tidak sayang. Selama ayahnya Nathan berkuasa, mereka akan tunduk dan patuh pada yang berkuasa daripada memihak kebenaran."


"Lantas bagaimana caranya kita bisa menyeret mereka di penjara?"


"Di hari saat pemilihan presiden untuk periode berikutnya. Ayahnya Nathan kembali mencalonkan dirinya untuk dua periode."


"Kenapa tidak memanfaatkan lawan politiknya saja untuk membuat ayahnya Nathan kalah duluan sebelum bertanding?"


"Kadang manusia sulit dipercaya. Permainan kotor di dunia politik bisa saja musuh menjadi teman. Aku tidak mau ambil resiko yang akan membuat kita kembali diserang oleh mereka." ucap Titan penuh perhitungan.


Pria tampan ini tidak mau gegabah untuk menyerahkan bukti penting ini kepada siapapun. Krisis kepercayaan dirinya terhadap negaranya yang membuat ia serba waspada.


"Aku ingin menyeret semua orang-orang yang pernah melecehkan mami kamu sayang. Mereka harus membawa perbuatan mereka." Ucap Titan.


"Kenapa tidak kirim saja mereka ke masa lalu sayang. Bukankah itu hukuman yang pentas untuk mereka?"


"Aku akan mengirim mereka ke sana tapi setelah mereka di adili di kehidupan ini, sayang." Ucap Nathan.


"Rasanya sangat menyenangkan membuat mereka malu di negara ini. Dengan begitu penderitaan ibuku dan aku selama ini terbayar lunas." ucap Zara sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Apakah kamu ingin hukum pancung pada mereka, Zara?"


"Aku tidak ingin mereka cepat mati. Aku ingin melihat mereka menderita di cabik-cabik oleh harimau." Ucap Zara membuat Titan punya ide cemerlang.


Suaminya manggut-manggut kepalanya sambil mengulum senyumnya membayangkan bagaimana caranya kalau Nathan di lemparkan ke marga satwa liar.


Melihat suaminya senyam-senyum sendiri, Zara menatapnya curiga." Apa yang sedang kamu pikirkan Titan?"

__ADS_1


"Tentang Ide mu barusan, sayang."


"Maksudmu membawa Nathan ke satwa liar?"


"Hmmm!"


"Kapan akan dilaksanakan niat itu?"


"Setelah acara perpisahan sekolahmu, selesai."


"Astaga....! Acara perpisahan. Sayang aku harus kembali ke pantai itu sebelum jam 12 siang. Pasti mereka sekarang sedang mencariku." Ucap Zara panik.


"Tidak usah kuatir sayang. Kita akan segera tiba di sana. Sekarang kenakan pakaianmu! Aku akan membawamu lagi ke sana." Ucap Titan.


Zara segera mengenakan pakaian yang baru dibelikan suaminya untuknya. Keduanya kembali ke pantai tadi di mana semuanya sudah menghilang. Titan mencari di beberapa restoran yang ada di pinggir pantai itu. Ternyata benar para pelajar sedang menikmati makan siang mereka.


Titan mencari meja yang agak sepi di sudut restoran itu untuk istrinya tempati. Tidak lama Nyonya Flo melihat Zara yang tiba-tiba muncul di meja makan itu membuatnya gusar.


"Hei...kau! Ke mana saja kamu seharian ini? Kamu sangat menyusahkan semua orang dan bagaimana bisa kamu melewati guru-guru yang sedang menunggumu di depan restoran?" Tanya Nyonya Flo berapi-api.


"Dari tadi aku Ikut rombongan ini. Ibu saja yang tidak terlalu menganggap aku ada. Apakah saat ini ibu Flo sedang merindukan aku?" Goda Zara sambil menyedot minumannya.


"Kau....! Dasar gadis menjijikkan!" Umpat nyonya Flo membuat Titan tidak terima.


Saat nyonya Flo hendak berbalik, tiba-tiba tubuhnya terpental ke depan seakan tidak di dorong angin kencang hingga terguling di depan para muridnya membuat nyonya Flo seketika merasa sangat pusing.


"Kenapa aku tiba-tiba terlempar sampai ke sini?" Batin nyonya Flo sambil berusaha berdiri ketika dia siswa menarik tubuhnya.


Ia melihat Zara yang tetap terlihat tenang menikmati makanannya membuat nyonya Flo merasa Zara memiliki ilmu hitam.


"Apakah jangan-jangan gadis ini memiliki ilmu hitam?" Batin nyonya Flo menatap tajam wajah Zara.


Ia menghampiri Zara hendak menampar Zara, tapi tangannya tiba-tiba diputar oleh Titan membuat nyonya Flo menjerit kesakitan yang luar biasa tapi secara gaib yang membuat para pelajarnya sendiri terlihat histeris.


"A...da...hantu ..!" ucap temannya Zara saat Zara menjawab pertanyaan Shanaz.

__ADS_1


__ADS_2