
Demonstrasi terjadi di mana-mana meminta untuk mengadili mantan presiden tuan Bruno sebelumnya yang telah melakukan banyak pelanggan hukum. Di tambah lagi para anak buahnya yang terlibat dengan kasus yang sama.
"Kamu yakin mereka tidak akan lolos lagi jeratan hukum dengan bukti yang kita sertai didalamnya?" Tanya Zara pada suaminya usai melakukan tugasnya mempermalukan tuan Bruno dan juga putranya di depan umum.
"Memang proses hukum 0ada mereka akan berjalan alot dengan banyak melakukan pemeriksaan secara acak, dan itu pasti berbulan-bulan menangani kasus mereka." Sahut Titan.
"Jika mereka dibebaskan dengan tuduhan kurang banyaknya bukti, itu yang membuat aku cemas dan mereka akan mencurigai kita karena mengawali para pendemo." Ungkap Zara.
"Jika kebenaran adalah suatu hal yang mutlak untuk diperjuangkan, sebaiknya kita harus yakin dengan sistem hukum di negara ini. Mereka di adili atau tidak, serahkan saja ke hukum alam karena nasib mereka akan di adili setimpal dengan perbuatannya mereka." Ucap Titan meyakinkan istrinya yang terlalu cemas akan keselamatan diri mereka.
"Rasanya saat ini aku ingin bertemu dengan mamiku untuk melepaskan penat di otakku ini yang makin memanas, Titan." Ucap Zara.
__ADS_1
"Baiklah.. Kalau memang kamu ingin kita ke perkebunan keluarga, sebaiknya kita ke sana. Mungkin di sini sudah sangat rawan untuk kita tinggal." Balas Titan sambil melihat dari atas balkon apartemen kamarnya, di mana para pendemo mulai melakukan hal-hal yang berbau anarkis.
Baru saja mereka ingin kabur, tiba-tiba terdengar bunyi bel kamar mereka. Keduanya kompak saling menatap.
"Siapa Titan?" Tanya Zara gugup.
"Hussst...! Pelan kan suaramu sayang dan tetap lah bersamaku." Titan mengeluarkan tongkat sihirnya.
"Sayang...! Sebaiknya kita pergi dari sini karena keadaan kita memang tidak aman. Kita saat ini sedang di incar oleh kelompok tertentu yang masih setia dengan Nathan." Ucap Titan.
Keduanya langsung kabur dengan menggunakan tongkat sihir dengan tujuan pergi ke perkebunan keluarga milik Titan. Tapi setibanya di sana mereka dikejutkan dengan beberapa mobil yang di dalamnya sudah banyak orang yang turun untuk melakukan pemeriksaan terhadap keluarganya Titan.
__ADS_1
"Ada apa mereka ke sini?" Gumam Titan yang belum memperlihatkan wujud mereka.
"Titan....! Aku tidak mau mereka akan menyakiti mamiku." Ujar Zara cemas.
"Tenang saja sayang!" Lebih baik kita kirim orang-orang ini ke masa lalu agar kita dunia ini aman dengan orang-orang seperti mereka." Ujar Titan gemas.
"Apakah kamu yakin nyonya? Kalau putrimu Zara dan menantu mu, Titan tidak ada di sini?" Tanya para pengawal anak buahnya Nathan.
"Bukankah kalian sudah memeriksanya sendiri mereka tidak ada di perkebunan ini? Lagi pula apa salah mereka hingga kalian ingin menangkap mereka. Apakah ada surat penangkapan mereka jika kalian benar-benar dari anggota kepolisian." Ucap nyonya Milan yang sudah sangat faham dengan penipuan para bajingan yang ada di hadapannya saat ini.
"Tutup mulutmu nyonya! Atau kami akan bertindak kasar kepada anda dan suami anda yang tidak bisa berbuat apa-apa karena lumpuh." Ucap lelaki itu sambil tertawa meremehkan nyonya Milan membuat darah Titan mendidih.
__ADS_1
Tanpa banyak kata, Titan langsung menyihir sekelompok orang itu bersama dengan mobil mereka untuk dibawa ke masa lalu.