LOVE STORY Secret Of Castle

LOVE STORY Secret Of Castle
28. Kesempurnaan Cinta!


__ADS_3

Kelahiran putra pertama pasangan Zara dan dan Titan membawa kebahagiaan tersendiri bagi keluarga itu. Nyonya Milan mengurus cucunya dengan telaten. Tuan Richardo membantu menyiapkan keperluan bayi saat istrinya sedang memandikan bayi itu.


Zara yang masih terlihat lemah sedang diurus oleh suaminya Titan. Melihat keadaan Zara, Titan merasa istrinya tidak dalam keadaan baik-baik saja. Ia mencurigai sesuatu yang bakal terjadi sesuai yang pernah ia lihat di masa depan.


Tapi di masa depan itu mengatakan ia akan memiliki seorang putri di mana ia akan selingkuh dengan sahabat dari putrinya yang berusia dua puluh tahun.


"Apa yang harus aku lakukan untuk mengetahui penyakit istriku akan menyerang rahimnya. Apakah setelah putri kami lahir?" Batin Titan sambil menerka-nerka sendiri apa yang bakal terjadi dengan istrinya kelak.


Merasa penasaran, Titan kembali lagi ke masa depan untuk melihat keadaan istrinya sepuluh tahun ke depan. Iapun segera mengambil tongkat sihirnya ingin menjelajahi sepuluh tahun yang akan datang.


Tenyata apa yang ia temukan di masa depan itu ketika melihat foto keluarganya yang ternyata ia memiliki empat orang anak di mana dua putra dan dua putri.


"Apakah Istriku mengalami kangker rahim saat putri bungsuku sudah beranjak dewasa? Baiklah. Kalau begitu, aku harus kembali lagi ke masa depan di mana aku jatuh cinta dengan sahabat putriku itu.


Titan melihat lagi masa depan di mana putri bungsunya berusia dua puluh tahun. Saat memasuki rumahnya itu ia melihat dirinya saat itu sedang melamun sendirian di ruang kerjanya.


Masuklah seorang gadis di antar pelayannya." Tuan...! Ada sahabat nona Kayla mencari Kayla tapi non Kayla tidak ada dan dia ingin bertemu dengan Tuan." Ucap pelayan itu.


"Suruh Inez masuk!" Titah Titan lalu berdiri menatap taman dari balik dinding kaca yang ada di ruang kerjanya.


Titan yang hanya mengenakan piyama tidur tanpa mengenakan boxer. Inez masuk dengan pakaian yang sangat minim sambil memanggilnya.


"Malam paman!"


"Malam Inez!"


"Apakah kamu mencari Kayla? Kenapa tidak menghubungi saja ponsel Kayla?" Tanya Titan.


"Inez hanya ingin ketemu sama paman Titan bukan Kayla." Ucap Inez.


"Apakah ada yang bisa paman bantu?"


"Iya paman. Aku ingin menginap di sini malam ini karena aku tidak mau pulang."


"Kenapa tidak mau pulang?"


"Aku takut ayah tirimu akan memperkosaku karena sudah beberapa kali dia ingin melecehkan aku dan aku tidak rela memberikan kesucianku kepadanya."


"Apa...? Sampai saat ini kamu masih suci? Bukankah usia kalian sudah melakukan dengan kekasih kalian?"

__ADS_1


"Aku tidak memiliki kekasih yang hanya memanfaatkan tubuhku dan aku hanya ingin memberikan pada orang yang sangat aku cintai." Ucap Inez sambil mendekati Titan.


"Kalau begitu carilah kekasih dan bercintalah dengannya." Sahut Titan.


"Aku menginginkan paman dan ingin memberikan milikku untuk paman. Bukankah Tante Zara sudah menderita kanker rahim selama tiga tahun ini dan dia tidak bisa lagi melayani paman?"


Inez mencoba merayu Titan sambil membuka baju teng top miliknya hingga memperlihatkan dada sekangnya sambil meraih tangan Titan untuk memegang dadanya.


Titan yang merasa kesepian dan tidak bisa lagi menyentuh istrinya akhirnya terbujuk juga oleh rayuan Inez. Keduanya melakukan hubungan terlarang itu hingga Titan merenggut kesucian Inez dengan mudahnya.


Melihat pergumulan itu membuat Titan begitu marah dengan dirinya sendiri karena dikendalikan oleh gadis muda yang pantas menjadi putrinya sendiri.


Ia akhirnya mengetahui kalau Zara menderita penyakit kangker tiga tahun sebelum usia putri mereka mencapai dua puluh tahun.


...----------------...


Kembali lagi pada masa lalu. Titan berniat untuk memeriksa rahim istrinya setiap tahunnya agar bisa di obati sedini mungkin. Ia tidak mau dalam pernikahannya terjadi perselingkuhan.


Ia ingin setia pada istrinya sampai. maut memisahkan mereka berdua.


"Jika aku bisa memperbaiki hubunganku dengan Zara setiap saat hingga tidak ada wanita lain yang mampu menghancurkan nilai pernikahanku." Batin Titan.


"Aku baru melihat perusahaan sebentar, sayang. Sekarang Revo sedang menanganinya." Ucap Titan seraya melabuhkan ciuman mesra pada bibir Zara.


"Sikapmu aneh sekali." Ucap Zara.


"Aneh bagaimana?"


"Yah, aneh saja. Seperti kamu baru habis selingkuh." Ucap Zara asal.


"Apakah kamu tidak percaya akan cinta dan kesetiaan aku, Zara?" Tanya Titan.


"Sekarang ini kamu melihat aku masih muda dan cantik. Bagaimana kalau suatu saat aku tiba-tiba mengalami sakit parah dan tidak bisa melayani kamu lagi, apakah kamu akan tetap setia padaku dan tidak tergiur dengan wanita muda dan cantik yang mungkin bisa memuaskan kamu." Canda Zara membuat Titan seakan tertampar.


"Hentikan omong kosong mu itu, Zara! Jangan pernah becanda dengan takdir karena bisa jadi ucapanmu itu suatu saat akan terbukti dan apakah kamu siap jika aku benar-benar selingkuh darimu?" Balas Titan terlihat murka.


"Hei..! Kenapa kamu jadi menanggapi serius seperti itu, sayang? Kamu tidak akan mungkin selingkuh dariku, bukan?" Tanya Zara ketakutan.


"Makanya jangan bicara hal-hal yang membuat dirimu sendiri akan terluka nantinya." Timpal Titan.

__ADS_1


"Aku janji tidak akan becanda hal mengerikan seperti ini lagi, sayang." Ucap Zara terlihat jera dengan amukan suaminya barusan.


"Maafkan aku, sayang! Aku barusan tidak bisa mengendalikan diriku karena terlalu mencintai dirimu." Ucap Titan lalu mencium lagi istrinya.


Tahun berganti dari waktu ke waktu, tidak terasa Zara sudah memberikan keempat anak untuk suaminya. Hingga putri bungsunya yang bernama Kayla beranjak remaja, Titan dengan rutin memeriksakan keadaan rahim istrnya yang tetap terlihat sehat.


Saat memasuki usia Dua puluh tahun hanya Kayla yang belum menikah sementara ketiga kakaknya sudah menikah. Saat itu untuk pertama kalinya, Kayla mengajak sahabatnya Inez menginap di rumahnya.


Titan dan Zara yang sedang duduk nonton film dikejutkan dengan dua gadis ini yang baru pulang dari klub' dalam keadaan mabuk. Titan membantu putrinya masuk ke kamarnya dan meminta Inez untuk pulang ke rumahnya.


"Tante...! Tolong ijinkan Inez menginap malam ini di sini karena kalau Inez pulang, ayah tiri Inez akan melecehkan Inez." Pinta Inez pada Zara.


Zara menatap suaminya namun, Titan dengan tegas tidak mengijinkan Inez untuk menginap di rumahnya.


"Itu urusan kamu dan ayah tirimu karena aku tidak peduli! Silakan pulang ke rumahmu!" Tolak Titan tegas membuat Zara tidak bisa melakukan apapun untuk menolong Inez.


Inez akhirnya pulang dengan hati sedih. Zara menghampiri suaminya yang sudah masuk ke kamar mereka.


"Kenapa kamu menolak sahabat putri kita yang sedang membutuhkan pertolongan kita sayang?" Tanya Zara penasaran.


"Apakah kamu mau gadis itu mengajak aku menidurinya? Apakah kamu ingin lihat jika kita perbolehkan dia menginap malam ini, dia akan merayuku untuk menidurinya?" Tanya Titan membuat Zara terhenyak.


"Apa maksudmu, Titan. Mana mungkin Inez akan melakukan itu?" Protes Zara.


"Baiklah! Kalau begitu kamu harus lihat ini..!" Ucap Titan mengajak istrinya menuju lima jam kemudian jika Inez di ijinkan menginap.


Mata Zara melotot tajam saat melihat Inez sedang memasuki kamar mereka secara diam-diam dan menghampiri Titan yang sedang tertidur pulas tanpa memakai bawahan. Gadis itu dengan berani meraih benda pusaka suaminya dan melakukan hal yang sangat menjijikkan.


"Dasar gadis murahan!" Maki Zara dan meminta Titan untuk mengembalikan mereka pada waktu semula.


Ketika tiba lagi di waktu semula, Zara tidak habis-habisnya mengumpat Inez dan berniat putrinya Kayla untuk bersahabat dengan Inez.


"Aku tidak akan pernah membiarkan gadis sialan itu untuk menginjak rumahku. Terimakasih sayang kamu sudah mencegah bencana besar dalam kehidupan rumah tangga kita." Ucap Zara.


"Itu semua aku lakukan karena aku ingin menjaga hatiku hanya untuk satu wanita dalam hidupku seorang yaitu Zara ku. Wanita masa lalu , masa kini dan masa yang akan datang dan aku harap di kehidupan yang akan datang setelah kematian kita aku ingin jatuh cinta lagi pada wanita yang sama yaitu kamu Zara." Ucap Titan.


Kini usia mereka sudah masuki usia senja namun keduanya masih terlihat awet muda. Titan yang masih gagah dengan istrinya yang masih terlihat cantik. Keduanya hidup bahagia hingga memiliki banyak cucu dari keempat anak mereka.


....

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2