Luka Mental

Luka Mental
10


__ADS_3

Yah Kini Clara dilarikan Kerumah sakit,Rina yang sudah sangat khawatir dan pangling,tak tau harus berbuat apa,namun bersyukur ada Risky yang menemani Rina dirumah sakit.


"Suster,suster Tolong anak saya"ucap Rina yang berteriak memanggil perawat dirumah sakit tersebut


kini suster dan mantri itu pun berlari membawa Bed yang didorong itu,Para perawat tersebut meletakkan Clara di Bed tersebut,Dan akan membawa keruangan UGD Kini Clara pun diperiksa langsung oleh dokternya,ya siapalagi kalau bukan dokternya yang meriksa,Rina Dan Risky pun menunggu diluar.


Semoga Clara Ga kenapa" Ucap Rina sambil berdoa dan meneteskan air mata,kini hatinya sangat pedih bahkan hancur,Putri kesayangan nya yang dihina bahkan diperlakukan jahat oleh bapaknya sendiri,namun Rina tak dapat menolong, dia hanya bisa menangis,Bahkan hanya bisa menyesali hidupnya.


"Kenapa cobaan ini datang lagi?Apa salahku hingga aku harus seperti ini?Kenapa harus putriku?kenapa??Ucap Rina Yang bertanya kedirinya Sendiri


Risky pun menghampiri Rina Yang Sangat terpuruk,Risky pun memeluk mamanya biar rasa khawatirnya berkurang sedikit


setelah Rafa mengantarkan barang"mereka,kini pun Rafa datang kerumah sakit,Rafa ga sendirian ternyata tantenya ikut untuk melihat keadaannya clara,ya nama Tantenya Vina,Adeknya Rina


"Kak,gimana keadaannya Clara?Risky bagaimana?ucap Vina yang sedang gelisah"


"kak Clara lagi ditangani dokter Tan,Sekarang kita menunggu Disini menunggu dokter memeriksa kak Clara Tan"


"Kak,apa yang terjadi hingga Clara masuk rumah sakit?Aku dengar dari Rafa kalau Bimo selingkuh ya kak?emang orang yang ga punya hati itu manusia,Ucap Vina Yang kini sangat marah,Bahkan Vina mengatakan dalam hatinya"kalau aku lihat manusia yg satu itu,lihatlah akan ku hajar,apalagi sipelakor itu"


Kini Dokter pun keluar dari ruangan UGD


"Orangtua dari pasien Yang bernama Clara dimana?"Ucap dokter itu


"saya dok,ada apa dengan anak saya"Ucap Rina yang kini sangat khawatir akan terjadi apa" sama anaknya,kini jantungnya pun sangat" tak terkendalikan


"Mohon maaf ibu,Kini keadaan pasien sangat kritis,mungkin karena pada saat kepalanya terbentur tidak langsung dilarikan Kerumah sakit,kini kami harus membawa anak ibu keruang ICU,Keadaan nya semakin memburuk Bu,Kami permisi dulu Bu"


Rina,Vina,Rafa,dan Risky pun langsung Shock Mereka langsung terduduk dikursi tak tau harus bagaimana lagi.


Kenapa semua cobaan ini selalu datang dan menghampiri putriku,Kenapa harus dia?kenapa bukan aku, ambil nyawaku saja Tuhan,Kenapa Harus Clara"Ucap Rina Yang menangis dipojokan


Keluarlah Dari ruangan Beberapa suster dan dua orang dokter yang sedang membawa Clara,mereka harus segera menangani Pasien itu,Karena keadaan nya Sudah sangat Kritis dan harus membutuhkan alat medis yang khusus.


Rina dan Vina pun menghampiri Clara


"Sayang,bangun mama mohon bangun Clara"ucap Rina sambil berteriak dan terisak tangisan


"jangan tinggalkan mama Clara,Mama Mohon Bangunlah Clara,Mama Mintak maaf Clara"Ucap Rina Lagi


"Kak bangun,Rafa mohon bangunlah kak"


"Maaf Bu,pasien akan segera dibawak keruangan Darurat,Karena pasien sekarang membutuhkan alat medis khusus,jika berlama" disini Pasien tak bisa ditangani"Ucap dokter yang sedang menyuruh perawat itu segera membawa pasien keruangan Darurat


mereka pun mengikuti dimana Clara akan dibawa,setelah sampai mereka tak diperbolehkan masuk keruangan tersebut

__ADS_1


"mohon maaf Bu,keluarga boleh menunggu diluar dan tidak diperbolehkan masuk,karena takut menganggu konsentrasi dokter pada saat menangani pasien"Ucap perawat itu sambil menutup pintu


Rafa dan Risky pun menumbuk tembok yang ada disitu,Namun Vina pun melihat Bimo yang sedang ada dirumah sakit,Vina bertanya-tanya dalam dirinya sedang apa dia disini?,Kini Vina pun menghampiri Bimo ya Suami kakak nya itu.


"Bang Bimo,Tunggu sebentar"ucap Vina


Bimo pun berhenti tak sempat Bimo berbicara kini Tamparan dari Vina pun mendarat di pipi nya Bimo,Rina yang melihat itu langsung berlari menghampiri adiknya,ya,Rina takut jika Suaminya yang Gila itu melakukan sesuatu yang bisa melukai Vina nanti nya,Kini pun Rafa dan Risky mengikuti mamanya,mereka berdua juga takut jika terjadi apa" terhadap mamanya


"berani-braninya kamu Menampar ku"ucap Bimo yang kini bibirnya dielus,ya tamparan itu mengenai bibirnya Bimo


"KENAPA?!!kamu marah bang?Dengan teganya kamu membuat Clara sampe kritis saat ini,teganya kamu lebih memilih perempuan itu dari pada keluargamu sendiri,Dimana Hati Nurani mu bang"Ucap Vina yang kini menunjuk Dadanya Bimo,DIMANA BIMO?Vina pun tak lagi memanggil sebutan bang Bimo,ya sakit hati Vina kini sudah tak bisa dielakkan lagi


"Wah,ternyata anak pembawa sial itu Sedang Kritis,baguslah Kalau boleh dia Pergi dari DUNIA INI!!!"Ucap Bimo yang kini Serasa senang,bahkan sangat senang mendengar Clara sedang kritis


Namun berbeda dengan Rina,Mendengar ucapan Bimo barusan Rina sudah sangat emosi bahkan emosinya tak bisa ditahan lagi,Kini Bimo sudah kelewat.


"Plak, kamu sumpahi anak saya mati?"Ucap Rina yang menampar Bimo dipipi kanan nya,namun tak berhenti disitu saja.


"Plak,,sudah cukup kamu Bimo melukai batin,mental,anak saya dan kini Aku Rina Yang Sekarang Tak Akan Pernah Mengenal Yang Namanya Bimo,,Aku Akan Mengurus Perceraian Kita,, Secepatnya!!!ucap Rina yang menekan Suaranya,Tak habis pikir seorang ayah tega mengatakan itu.


"Iyah,Aku tau kamu membenci Clara karena dulu anak mu yang dari istri pertama kamu meninggal kan?AKU TANYA APAKAH CLARA YG BERBUAT ITU??TIDAK KAN BIMO"ucap Rina yang kini memberitahukan rahasia itu semua


Rafa dan Risky pun terkejut,Apa??ternyata bapak sudah punya istri sebelum mama?bahkan sudah memiliki anak?Ini ada apa sebenarnya?Rafa dan Risky bertanya tanya,namun berbeda dengan Vina,tentu saja karena Vina sudah tau itu dari awal,sebelum Rina dan Bimo menikah dulu.


"Kurang Ajar,Bimo pun mengangkat tangan nya ingin menampar Rina kembali atas perbuatan nya,namun dicegat oleh risky.


"BERANI"nya kamu ngomong ga sopan samaku ya Risky,Kalian semua sama Saja,Sama" gak punya Adab"ucap Bimo yang menunjuk mereka semua


"YA,kami tak punya Adab,tapi KAU tak punya hati NURANI,Tak punya PERASAAN betulkan Bimo"ucap Rafa yang kini seperti tak menganggap bahwa yang didepannya adalah bapaknya,"


tak beberapa keluarlah Perempuan itu,sipelakor yang menghancurkan Rumah tangga orang,Sipelakor yang Sudah membuat hidupnya Clara hancur.


Vina pun menghampiri si pelakor tersebut


"Plak,,WANITA murahan,,******"ucap Vina yang sangat marah Bahkan terlihat dari wajahnya yang sangat merah"


"Apa-apaan ini?kamu siapa?berani beraninya menampar aku?,Siapa ini sayang?"ucap sipelakor sambil mengelus pipinya yang sangat sakit karena tamparan Vina yang sangat kuat.


"APA KAMU BILANG,kau bertanya aku siapa??Aku adeknya Rina,Kau tau Rina siapa??yah istrinya Bimo,Gak tau siapa Bimo?ya suami Rina yang kau rebut ******!!ucap Vina yang menegaskan,kini tak ada rasa Menghargai lagi bahkan rasa sopan pun tak ada lagi,ya untuk apa perempuan seperti itu dikasihani.


"Kurang ajar,Kini sipelakor itu ingin menampar Vina bahkan sudah mengangkat tangannya namun terhenti karena Rina,


"Jangan sesekali kau menyentuh Adek ku,Kini kau hanya Perempuan yang tak tau diri"ucap Rina


"Sayang lihat apa yang diperbuat orang itu samaku"aduh nya sipelakot tersebut

__ADS_1


kini Bimo memegang kuat tangan nya Rina,bahkan memutar Tangannya.


kini Vina ambil tindakan


"BIMO,kau lepaskan tangan kakak ku atau ini si ******,, aku bunuh disini,Kini pun Vina benar"melakukan itu,Vina menjambak rambutnya sipelakor bahkan memutar mutar tangan nya sipelakor.


Rafa dan Risky pun menegaskan Bimo,Kau lepaskan mamaku atau aku akan main tangan sama kau!!!


Kini Bimo melepaskan tangannya Rina, tentu saja mereka berdua akan kalah sedangkan Rina punya 2 putra,mereka berdua bisa melakukan apapun jika mamanya terluka,namun berbeda dengan Vina yang tetap menjambak kuat rambutnya sipelakor itu


""VINA,kamu lepaskan dia"ucap Bimo yang menegaskan Vina agar segera melepaskan tangannya,dan menghentikan jambakkan itu.


namun Vina seperti tak mendengarkan apa yang dikatakan Bimo,kini sipelakor itu sudah sangat tak tahan bahkan sangat kesakitan atas perbuat Vina


mendengar ada keributan diruangan ICU,kini Satpam bahkan penjaga lain nya menghampiri mereka semua,satpam nya berusaha melepaskan tangan Vina yang sedang menjambak sipelakor itu,sambi berkata ****** KAMU HARUS MATI DITANGANKU!!!


Bimo yang mendengar itu berusaha menarik tangganya Vina, bahkan satpam itu pun menarik tangan Vina tak bisa juga,beginilah jika iblis sudah berkuasa di dalam tubuhnya Vina


"HAHAHHA,KAMU HARUS MATI ******"!!!MINGGIR KALIAN SEMUA"ucap Vina yang menegaskan semuanya untuk minggir,namun berbeda dengan keadaan kini semuanya makin banyak menghampiri kejadian tersebut, mereka berlari untuk menonton apa yg terjadi.


sipelakor itu pun serasa tak bernafas lagi,Bahkan Vina sesekali memegang lehernya si pelakor tersebut,mereka semua sangat khawatir bahkan sudah banyak yang menghentikan Vina namun tak bisa dihentikan,jika Vina bertindak semua nya tak bisa melakukan apapun selain kakaknya yang menyuruh dia untuk menghentikan itu baru Vina berpikir-pikir untuk menghentikan nya


Rina,Rafa dan Risky sangat puas melihat itu,Kalau bisa Rina melihat mayat si pelakor itu dihadapannya,Karena rasa sakit Rina tak bisa dibendung lagi,bahkan Bimo mendoakan Clara agar cepat pergi dari dunia ini.


Bimo pun tau kelemahan nya Vina,kini Bimo pun menghampiri Rina


"aku mohon suruh Vina untuk melepaskan tangan nya dari calon istriku"ucap Bimo sambil membujuk Rina


"Apa??calon istriku?aku tak perduli,Biarkan saja dia mati,bila perlu dia mati di hadapanku,seperti apa yang kau bilang pada putriku!!!


Rina tak mendengarkan Bimo,dan membiarkan Vina tetap melakukan itu,


beberapa menit kemudian datanglah Polisi untuk menghentikan itu,Namun Vina pun tak Bisa dihentikan bahkan deruh nafas sipelakor sudah sangat sesak,Banyak yang menghentikan tak juga bisa terlepaskan tangannya Vina,Kini Rina yang melihat itu membujuk Vina agar mau melepaskan tangannya dari sipelakor itu,karena jika seperti ini mereka akan menghadapi hukuman karena ini sudah seperti jalur hukum.


"Vina,kakak mohon lepaskan ya,udah sekarang lepaskan ya Vina,kakak sudah puas kok melihatnya tersiksa"ucap Rina yang sambil melepaskan tangan nya Vina,


kini Vina pun hanya bisa terdiam dan mengikuti perkataan nya Rina,Vina pun melepaskannya namun berbeda dengan sipelakor yang sudah pingsan,sipelakor itu terjatuh karena tak kuat lagi menahan sakit yang dilakukan Vina terhadapnya.


Nah,Nah Gimana nih ceritanya??Pasti serukan teman-teman...


Yuk jangan lupa Vote+Like dan komen yah❤️🥀


Jangan Lupa Follow Ig aku ya:tirani_hb


Kita lanjut di part 11 yah teman-teman

__ADS_1


maaf baru bisa lanjutin Disore hari ini karena lagi sibuk kuliah,Wuahhha❤️🥀makasih sudah menunggu cerita aku🥀❤️


__ADS_2