
disaat Rina mau memberikan makan Clara HP Rina pun berbunyi karena Rafa sedang menelepon.
"Hallo ma,tadi Bapak datang kesini tapi Tante Vina ga ada dirumah,Pas Rafa pulang dari sekolah belum sampai Kerumah Rafa lihat bapak ketok" pintu rumahnya Tante Vina ma"ucap Rafa
"bapak kamu datang lagi rafa?dia mau ngapain kerumahnya Tante Vina?pasti sipelakor itu Mengadu lagi,awas saja ya"ucap Rina yang sedang mengancam sipelakor itu.
"tapi ma, seperti nya bapak masih ngawasi rumah Tante Vina,emang Rafa ga lihat bapak disini,tapi mobilnya bapak masih ada digang depan ma,kalau Rafa masuk takutnya bapak bertindak ma"ucap Rafa
"Abang kamu mana Rafa?sudah kamu sementara dirumah tetangga nya tante Vina dulu,menunggu dia pergi dari situ"ucap Rina yang menyuruh Rafa berlindung dirumah tetangga.
"bang risky ada les tambahan ma,makanya Rafa sama bang risky beda pulang ma,atau Rafa Kerumah sakit ajah ma?nanti Rafa kabari bang risky kalau Rafa pergi Kerumah sakit dan ga pulang karena ada bapak disitu
"yaudah nak,datanglah Kerumah sakit,Kamu hati-hati nak"ucap Rina
"iya ma,Rafa berangkat Kerumah sakit ya ma"ucap Rafa dan kini sudah mematikan telfonnya,dan Rafa pun segera pergi dari situ
ternyata sipelakor ini tak jera juga ya,oh kamu mau main-main dengan saya,Silahkan!!
"kenapa ma dengan Adek Rafa?"ucap Clara
"Rafa takut pulang kerumah Tante Vina,karena didepan rumahnya Tante Vina ada bapak kamu nak"ucap Rina
"bapak ngapain lagi kesitu ma?"ucap Clara yang merasa kebingungan.
"Mungkin dia belum puas mau menyakitimu nak,Mungkin dia tidak akan bahagia kalau kamu masih dibumi ini nak"ucap Rina yang ingin menjambak-jambak sipelakor itu saat ini.
Reno yang mendengar itu merasa heran,ada apa sebenarnya?Kenapa Tante Rina bilang kalau bapaknya Clara belum puas menyakiti Clara,Apa yang terjadi sebenarnya,Apakah Clara bukan anak mereka?pertanyaan itu pun muncul dibenaknya Reno.
Rina sadar kalau saat ini Reno masih ada disini,Namun sudah terlanjur Reno pun sudah mendengar apa yang dikatakan Rina terhadap Clara, Pertanyaan itu akan terus dicari Reno,apa yang sudah terjadi sama gadisnya itu.
"Nak Reno Tante boleh mintak tolong sama kamu?"ucap Rina yang meminta pertolongan Reno agar Reno yang memberikan makan Clara,karena Rina ingin menjumpai sipelakor itu.
__ADS_1
"boleh Tan,Reno dengan senang hati"ucap Reno
"kamu boleh menyuap Clara makan?Tante harus pergi sebentar karena ada urusan yang lain yang harus Tante urus,sebentar saja"ucap Rina yang meminta bantuan Reno Untuk menjaga Clara sebentar diruangan itu
"baik Tan,"ucap Reno yang kini tidak terlalu banyak bertanya lagi,karena dia juga tau posisinya saat ini,jadi mungkin ada waktu yang tepat untuk menanyakan semua nya itu.
"Tante pergi dulu,nak kamu makan mama pergi sebentar dulu"ucap Rina yang segera pergi dari ruangan Clara.
Rina pun menghampiri sipelakor itu,dan kini sudah memasuki ruangan sipelakor itu,Dia sangat emosi kenapa Dia Harus mengadu sama Bimo.
"wah,wah Ternyata kamu lagi santai-santai ya ******,Hebat"ucap Rina yang sedang bertepuk tangan,dan melihat betapa santainya sipelakor itu duduk diatas tempat tidurnya sambil memakan buah apel yang memperlihatkan bahwa wajahnya begitu bahagia.
sipelakor itu pun terkejut,Bahkan dia saat ini hati-hati karena bisa saja Rina melakukan sesuatu yang ga bisa diduganya,saat ini juga Bimo lagi ga ada diruangan siapa nantinya yang akan menolong dia jika Rina murka terhadapnya.
"ngapain kamu?Ucap sipelakor yang menunjukkan raut wajah yang seperti ketakutan.
"Hahhaha,lihatlah wajahmu sudah mulai memucat pelakor, Lihatlah dirimu,Kamu hanya berani Bermain-main dengan ku hanya mengandalkan Bimo,wahhwah pecundang nya dirimu"ucap Rina yang menunjuk sipelakor itu.
"Kenapa?kamu takut bahwa suamimu pergi Kerumah Adek kamu yang gila itu?Yah siapa suruh suami kamu ajah yang gampang sekali diperalat dan diperbudak,hahhaha"ucap sipelakor sambil tertawa dan memperlihatkan wajah sinis nya ke Rina
"Oh kamu mulai nantangin saya saat ini?Ucap Rina yang semakin mendekat kesamping Sipelakor itu.
sipelakor itu langsung gugup,Kenapa juga aku melawannya disaat Bimo lagi diluar,Bisa-bisa Singa buas nya keluar saat ini juga,Namun sipelakor itu berpura-pura untuk tidak menakuti Rina
"Kenapa?saya tidak akan pernah menakuti kamu,emang kamu siapa"hahhahaah"ucap Sipelakor.
Rina pun mulai menjambak rambutnya sipelakor itu,Rina tidak perduli jika sipelakor itu saat ini terbaring dirumah sakit,Lagian dia masih bisa tertawa sambil makan buah-buahan,
Sipelakor yang mendapat perlakuan itu langsung menelepon Bimo,dia pun menelepon tanpa sepengetahuan Rina,Bahkan seakan-akan dia sudah merekam nya, Sipelakor itu sangat licik,supaya setelah dia keluar dari rumah sakit dia bisa menjerumuskan Rina kekantor polisi atas perlakuannya itu.
"Jambak lagi Rina,Ayo silahkan kamu puas melakukan apapun terhadap ku Rina,"ucap sipelakor yang kini sudah menangis.
__ADS_1
Rina yang melihat itu merasa bingung,Apakah ini cuma akal akalan nya saja,atau dia sedang melakukan sesuatu yang tidak aku ketahui?Manusia ini sangat licik tidak mungkin dia segampang itu menangis setelah aku menjambak,Itulah yang ada dibenaknya Rina dan Rina terdiam sebentar.
"kenapa diam Rina?ayo Jambak lagi kalau boleh kamu Jambak lebih kuat lagi Rina, ayo Jambak Rina kamu memang tidak puas melihat hidupku bahagia disini,bahkan Vina sudah membuat aku terbaring dirumah sakit ini,Apa mau mu Rina"ucap sipelakor yang sedang berpura-pura menangis karena dia sedang merekam semua kejadian itu,Ya biar ada bukti dong
Rina melirik meja,Ha Apa?dia merekam semuanya,Rina terdiam sejenak dia sudah melihat bahwa saat ini si pelakor itu sedang menjebaknya bahkan sudah merekam sedaritadi,Oh Kamu main licik sama saya ya Silahkan pelakor.
"Saya tidak mau menodai tangan saya lagi untukmu pelakor,"ucap Rina Yang kini sudah mengambil HP nya sipelakor itu.
sipelakor itu pun melihat,darimana dia mengetahui nya bahwa saya merekam,Habis sudah hidup saya.
"Kamu mau bermain-main denganku pelakor?JAWAB pelakor,kamu mau bermain-main?ucap Rina yang sudah mengambil HP itu dan kini HP itu sudah digenggaman nya Rina
"Sini Hp saya"ucap sipelakor itu,Rencana nya sekarang sia-sia.
"Oh tidak,lihat lah apa yang akan saya lakukan sama HP mu ini"ucap Rina Yang Melempar HP nya Sipelakor itu,bahkan Memijak-mijak Hpnya sipelakor itu,Dan Rina pun menatap emosi sama si pelakor itu,dan sambil tertawa puas.
"Apa apaan kamu Rina?itu HP saya kamu pikir membeli HP itu sangat gampang,"ucap sipelakor itu yang kini sudah sangat panik bahwa HP nya sudah hancur ditangannya Rina
"kenapa pelakor?Kamu marah makanya jangan bermain-main denganku,Saat ini saya bisa menghilangkan nyawamu,namun bukan sekarang tunggu saja ******"ucap Rina Yang membuang Hpnya sipelakor itu ketempat sampah dan pergi meninggalkan sipelakor itu,sebelum pergi Rina mengatakan Sesuatu sama sipelakor itu.
"Lain kali kamu lihat siapa lawan mu,Hati-hati singa saya bisa bangun jika diganggu,Bye bye ******,jangan lupa mengadu sama Bimo ya,Saya tunggu"ucap Rina sambil tertawa karena melihat wajah sipelakor seperti sudah sangat tertekan sekali.
Nah Teman teman Gimana Nih ceritanya Menarik bukan?Menarik dong ya
Jangan Lupa Vote dan komen ya teman-teman❤️❤️
Jangan Lupa mampir juga ke IG aku:tirani_hb
Kita lanjut ke part 20 ya teman - teman❤️❤️
bye bye Next Part Twenty(20)❤️
__ADS_1