
Rina pun keluar dari Ruangan sipelakor,Namun ketika Rina Sampai dipintu ruangan Clara Dia melihat Bimo yang berjalan Sangat cepat menuju Keruangan Sipelakor itu,Rina pun Feeling Jika Sipelakor itu memberitahu kalau Clara ada dirumah sakit Bimo akan menjumpai Clara,bisa-bisa Clara yang terkena imbasnya.
"Aku harus mengubah nama Clara,Kalau tidak dia akan Masuk keruangan Clara dan menghabisi Clara jika itu membuatnya kadang emosi,aku harus segera kebagian pendaftaran.
Rina pun berlari agar segera mengganti nama Clara menjadi nama Reno,jika tidak habis sudah aku,Namun pada saat Rina terburu-buru Rina terjatuh dia pun menabrak seseorang,ketika Rina melihat ternyata itu Rafa,Putranya sendiri.
"mama kenapa?Wajah mama kok pucat,apa yang terjadi ma?"ucap Rafa yang khawatir terjadi sesuatu sama mama dan kakaknya.
"Mama gak apa-apa sekarang mama harus menjumpai perawat dibagain pendataan,jika tidak Clara akan dalam bahaya"ucap Rina yang berdiri dan berjalan lagi,Namun terhalang dengan Rafa.
"ada apa ma?Kasih tau Rafa,apa yang terjadi lagi ma?apakah bapak datang keruangan Nya kak Clara ma?ucap Rafa yang penuh pertanyaan
namun Rina tak memperdulikan itu saat ini yang Rina Selesaikan Adalah mengganti nama Clara sesegera mungkin,Rina pun terus berjalan dan diikuti sama Rafa dari belakang.
"ma jawab dulu ma"Ucap Rafa,Saat ini Rafa sangat kesal karena tidak diperdulikan,dan tidak dijawab oleh Rina juga.
Saat ini Mereka berdua sudah sampai di bagian Data" Pasien.
"permisi suster,Saya boleh mengganti nama pasien atas nama Clara suster?ucap Rina yang nafas nya kini sudah tidak teratur karena terburu-buru.
"mohon maaf Bu,nama pasien tidak dapat diganti Bu"ucap sang suster.
Rina pun kewalahan saat ini,kenapa dia harus bertingkah bodoh seperti tadi ya ampun,bagaimana ini apa yang harus aku lakukan saat ini.
"Suster saya mohon,kini anak saya dalam bahaya jika namanya tidak diganti,Karena ada orang yang ingin menyakiti anak saya,saya mohon suster"ucap Rina sambil memohon ke sang suster,dan kini Rina tidak basa basi lagi karena dia takut jika kedeluan dengan Bimo.
"mohon maaf Bu sekali lagi bahwa nama pasien tidak dapat kami ganti,namun kami bisa menolong ibu dengan menyembunyikan data-data anak ibu jika ibu melarang untuk tidak diberitahu ke siapa"pun Bu,"ucap sang perawat yang mejelaskan bahwa nama pasien tidak akan bisa diganti terkecuali pasien nya berbeda orangnya.
Rina pun tak punya jalan keluar lagi selain mengikuti apa yang dikatakan sang perawat barusan,mungkin dengan cara menyembunyikan data-datanya Clara akan aman.
"Baik suster,Jika ada nanti yang bertanya atas nama Clara saya mintak tolong ya suster jangan diberitahukan,karena Bisa dibilang privasi ya sus,saya mohon sekali sus"Ucap Rina yang sedang bermohon sambil menempelkan kedua telapak tangan nya Rina,seperti orang yang memang benar-benar meminta pertolongan bahkan permohonan.
"baik Bu,kami akan privasikan nama pasien yang atas nama Clara"ucap sang perawat itu.
"Terimakasih banyak Suster,Terimakasih Suster"Ucap Rina
"baik Bu,sama-sama"ucap sang perawat.
Rafa yang kebingungan saat ini harus tau kenapa Rina Ingin mengganti nama kak Clara.
__ADS_1
"ma apa yang terjadi?"ucap Rafa yang menarik tangan mamanya,sekilas Rafa menoleh kebelakang dan ternyata dia melihat bapaknya Sedang menuju kesini,Rafa dan Rina bersembunyi.
"Untung saja kamu menarik mama Rafa"ucap Rina yang kini sudah sangat pucat bahkan tak tau harus bagaimana lagi,mungkin sipelakor itu sudah mengadu dan akan mencari ruangan Clara saat ini.
Clara yang saat ini sudah selesai makan,Dan Clara pun meminta agar Reno membawa dia ke taman karena Disore hari angin ditaman sangat sejuk bahkan pemandangan nya pun sangat indah.
"pak Reno,Bolehkah saya ke taman sebentar,saya mau menghirup udara segar,saya juga mau melihat pemandangan yang indah"ucap Clara sambil tersenyum manis ke Reno
"Tapi kamu kan masih sakit"ucap Reno yang ingin menolak permintaan Clara.
"Clara sudah bisa duduk pak Reno,Clara pakai kursi roda saja,boleh ya pak Reno plissseee"ucap Clara yang sedang memohon agar Reno memberi izin Clara ketaman.
"yaudah kamu boleh ketaman,tapi sama saya dan kamu tidak boleh sendirian karena kamu belum pulih seutuhnya."ucap Reno,dan sekarang Reno meminta kursi roda ke sang perawat.
setelah kursi rodanya diberikan sang perawat,Kini Reno membantu Clara agar duduk dikursi roda,Reno pun Menggendong Clara ala Bridal style,Clara yang mendapatkan perlakuan itu sangat malu,namun walaupun Clara baru pertama kali ini di Gendong sama pak Reno,kenapa aku begitu merasa nyaman ya,Hati ini kenapa sih?Pertanyaan itu muncul lagi dibenaknya Clara.
setelah Clara sudah duduk dikursi roda,kini Reno Membersihkan sebentar tempat tidurnya Clara,Karena seperti banyak debu,jadi tidak baik untuk kesehatannya jika tidur dengan Adanya Debu ditempat tidur.
"Udah selesai,Kita pergi sekarang"ucap Reno sambil tersenyum kegadisnya itu.
"Ya pak,"ucap Clara yang membalas senyum nya pak Reno.
"permisi suster,saya mau bertanya apakah pasien yang bernama Clara ada dirumah sakit ini?ucap Bimo yang kini raut wajahnya sudah sangat emosi.
Namun Rina dan Rafa diam-diam pergi keruangan nya Clara,Mereka berdua menutupi wajah agar Bimo tidak mengenalnya,Bahkan Ada seorang perawat yang sedang membawa kursi roda,Dan Rafa pun meminjam kursi roda untuk sementara.
sang perawat pun memberikan kursi roda itu untuk dipinjam sementara,Dan saat ini Rina sudah duduk dikursi roda itu,dan mereka berdua pun segera pergi keruangan nya Clara.
Disaat mereka sedang jalan,Rafa tak sengaja menabrak ibu-ibu,dan ibu" itu pun marah dan mengudang orang"untuk melihat mereka,Bimo yang ada disitu dan jarak nya pun tidak jauh ingin melihat apa yang terjadi namun Rafa yang melihat pergerakan Bimo langsung Takut,Rina yang meminta maaf sedaritadi namun tak diperdulikan ibu-ibu itu,Dan kini Rafa pun melajukan kursi roda itu dan segera pergi keruangan nya Clara.
Bimo yang sampai ditempat ribut"itu,"Permisi Bu,apa yang terjadi?"ucap Bimo.
"Itu,tu ada Ibu-ibu yang duduk dikursi roda menabrak saya,mungkin tidak sengaja tapi kaki saya sangat sakit,yasudalah mas,Saya pergi dulu"Ucap ibu-ibu itu yang saat ini sangat emosi.
Ibu"itu pun pergi,namun Bimo kembali lagi ketempat tadi dan menanyakan ruangan Clara ada dimana,saat ini Rina sudah sangat kelewat,dia main-main dengan saya.
"bagaimana suster apakah namanya ada?"ucap Bimo yang bertanya lagi ke sang perawat.
namun tadi sang perawat itu sudah berjanji bahwa nama pasien Clara diprivasi,data-datanya tidak boleh ada yang tau.
__ADS_1
"mohon maaf pak,atas nama Clara tidak ada dirumah sakit ini,sekian dan terimakasih pak"ucap sang perawat
Bukannya Clara disini waktu perkelahian itu terjadi,Ohiyah mungkin mereka sudah kembali Kerumah Vina,Tapi saat saya kerumahnya kenapa mereka semua tidak ada ya?oh Iyah mungkin Rina membawa Clara bekerja atau Clara sedang sekolah.
"baiklah suster,terimakasih suster"ucap Bimo
eh tunggu dulu,kalau Clara sudah keluar dari rumah sakit ini kenapa Rina masih sering keruangan ya calon istriku,Berarti dia masih disini,tapi kenapa suster itu bilang kalau pasien yang bernama Clara tidak ada dirumah sakit ini,Ahk sudalah pusing saya memikirkan itu,yang terpenting saya akan habisi mereka semua kalau sudah jumpa.
Bimo tidak tau bahwa Clara dioperasi dan Clara belum pulang dari rumah sakit itu,Bimo pun kembali keruangan calon istrinya itu.
Saat ini rafa dan Rina sudah masuk keruangan nya clara,Rina terkejut karena Clara tidak ada ditempat tidurnya dan Reno pun tidak ada diruangan ini.
"Kemana kakakmu Rafa"ucap Rina yang sudah khawatir terjadi apa-apa sama Clara.
"Udah ma,tadi kan mama bilang kalau kak Clara dijaga sama bang Reno,mungkin mereka pergi jalan"dirumah sakit ini ma"ucap Reno yang meringankan rasa khawatirnya Rina.
Rina Yang masih khawatir takut jika Bimo melihat Clara disana,saat ini Rina harus mencari Clara,saat Rina ingin keluar dari ruangan itu,tangan Rina dipegang Rafa,karena Rafa ingin tau apa yang sudah terjadi sampai" mama khawatir nya seperti ini dan wajah mama sangat pucat saat ini.
"tunggu ma,Mama jelasin sama Rafa dulu apa yang terjadi ma?biar Rafa cari solusinya ma"ucap Rafa yang akan membantu mamanya menyelesaikan masalah itu.
sebenarnya rina juga harus memberitahu kan anak"nya apa yang sudah terjadi karena apapun itu anak"nya harus mengetahuinya.
"Tadi mama keruangan sipelakor itu,Terus mama Memberikan pelajaran biar dia tidak mengadu-ngadu sama Bimo,karena sipelakor itu hidup kita seperti ini nak,mama pun menjambak sipelakor itu,namun mama heran kenapa dia bisa menangis sedangkan jambakkan itu tidak terlalu sakit,biasanya dia juga melawan mama,Mama lihat sekilas dimeja bahwa sipelakor itu sudah merekam mama,merekam apa yang mama lakukan bahkan sedang bertelefon dengan Bimo,mama ambil itu HP lalu mama lemparkan dan mama pijak"sampai hancur itu HP,Setelah hancur mama buang ketempat Sampah nak"ucap Rina yang menunduk dia sudah Gegabah dengan emosinya yang bisa Merimbas ke Clara
"Mama kenapa gegabah seperti ini ma?kalau Bapak melakukan sesuatu yang bisa mencelakai kak Clara bagaimana ma?Ucap Rafa yang Menggengam lengan mamanya.
"mama tau nak,tapi Ini semua karna dia mama takut Bimo terus"an ada didepan rumahnya Vina,kalau Tante kamu kenapa"bahkan kalian juga disana kenapa" bagaimana nak?apa yang akan mama lakukan dari sini?"ucap Rina yang saat ini sudah menangis,dia tak bisa menahan air matanya.
Rafa yang melihat itu langsung merasa bersalah seakan-akan Membentak mamanya,Kini Rafa pun memeluk mamanya,Mungkin mamanya melakukan itu untuk keamanan mereka semua,tapi apa daya karena pelakor itu semuanya jadi hancur.
Nah Nah gimana nih teman-teman ceritanya,menarik bukan?menarik sekali dong':v
Jangan lupa Vote dan komen ya teman-teman❤️❤️
jangan lupa mampir ke IG aku:tirani_hb
kita lanjut ke part 21 ya teman-teman❤️❤️
bye bye bye,next part 21❤️
__ADS_1