Luka Yang Sama (Ai'S Story)

Luka Yang Sama (Ai'S Story)
Awal


__ADS_3

~Happy Reading~


.


.


.


Prolog



Aina Sakinah atau yang biasa dipanggil Ai merupakan anak pertama dan juga putri satu-satunya dari sebuah keluarga sederhana. Ai tinggal bersama ayah, bunda dan juga dua orang adik laki-lakinya. Ai adalah seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi untuk menyelesaikan pendidikannya di salah satu universitas di kotanya.


~



Ai sedang bersantai dikamar sambil memainkan ponselnya ditengah rasa jenuh yang ia rasakan saat mengerjakan skripsini dan tak sengaja Ai menemukan sebuah aplikasi pertemanan antar negara kemudian Ai mendownloadnya. Iseng Ai pun mencoba memainkan aplikasi tersebut dan Ai memperoleh beberapa teman pria dan wanita dari aplikasi tersebut, hingga suatu hari Ai mendapatkan notifikasi pertemanan dari seorang pria merekapun berkenalan dan saling mengobrol dengan asiknya pria tersebut bernama Haris ia berasal Pakistan. Disela-sela kesibukan Ai dalam menyelesaikan skripsinya Ai dan Haris masih saling bertukar pesan dan mengobrol membahas kesibukan masing-masing dan hal menyenangkan lainnya. Selama kedekatan mereka berdua Haris sering mengungkapkan rasa tertariknya pada Ai, hingga suatu hari Haris membicarakan hal serius dengan Ai.



"Ai aku ingin mengatakan sesuatu hal serius padamu" ucap Haris.



"tentu Haris kamu bisa mengatakannya. Apa itu jangan membuatku penasaran" ungkap Ai dengan rasa ingintahunya.



Haris pun menjawab "Ai sebenarnya aku memiliki perasaan padamu dan aku ingin mengenalmu lebih dekat".



"Maksudnya?" Ai sedikit bigung oleh pernyataan Haris.



"Maksudku aku ingin menjalin hubungan yang serius denganmu dan tentu aku juga ingin meminta izin orang tuamu untuk itu" ucap Haris serius.



"Benarkah? Kamu serius dengan apa yang kamu katakan?" tanya Ai dengan perasaan senang, bingung dan tidak percaya.



"Ya aku serius jadi beritahukan kepada orang tuamu dan jika mereka mengizinkan katakan padaku, maka aku akan berbicara dengan mereka langsung" ucap Haris dengan penuh keyakinan.



"Baiklah saya akan meberitahukan orang tua saya" jawab Ai.



Setelah menjawab pesan dari Haris, Ai merasa senang dan tidak percaya bahwa Haris memiliki perasaan serius dengannya dan Ai pun bingung bagaimana caranya untuk mengatakan hal itu kepada orang tuanya dan merasa takut.

__ADS_1



.



.



Dua hari kemudian Ai mencoba memberanikan diri untuk memberitahukan mengenai Haris dan juga keseriusannya pada bundanya terlebih dahulu.



"Bunda Ai ingin mengatakan sesuatu" ucap Ai



"Apa itu Ai katakanlah" jawab bunda.



"Mm...itu anu anu bun itu..." Ai bingung bagaimana caranya menyampaikan hal itu



"Itu apa Ai katakan dengan jelas" ucap bunda




"Benarkah? Siapa?" jawab bunda dengan antusiasnya bertanya pada Ai.



"Mm namanya Haris bun kami baru kenal beberapa bulan yanng lalu" kata Ai.



"Haris? Kalian kenal dimana dan berasal dari mana dia?" tanya bunda lagi



"Mm kami kenal dari situs pertemanan online bun" jawab Ai



"Baiklah bunda mengerti, lalu suruh dia datang ke rumah dan menemui ayah jika dia memang serius denganmu Ai" pinta bunda pada Ai.



"Mm itu bun masalahnya dia tidak bisa datang menemui ayah secara langsung untuk saat ini" ucap Ai.


__ADS_1


"Maksudnya? Kenapa dia tidak bisa datang?" tanya bunda dengan bingung.



"Dia bukan orang dari negara kita bun, dia berasal dari Pakistan" jawab Ai dengan perasaan gugup.



"Apa? Pakistan? Kamu serius sayang?" tanya bunda dengan perasaan yang sangat terkejut.



"Iya bun Ai serius, jadi bagaimana bun apa bunda mengizinkan dia untuk mengenal Ai lebih dekat?" tanya Ai lagi.



"Mmm bunda bingung dan tidak bisa memutuskannya sekarang sayang bunda akan membicarakannya dengan ayah terlebih dulu" putus bunda.



"Baiklah bun Ai mengerti" jawab Ai. Lalu Ai beranjak meninggalkan bunda dan kembali ke kamarnya.



Di ruang tamu bunda masih berpikir dan tidak percaya jika ada yang berniat serius dengan putrinya terlebih dia berasal dari negara yang berbeda. Bunda sedang berpikir bagaimana reaksi ayah nantinya saat tau masalah ini.



.



.



~~



Sore harinya saat ayah pulang bekerja bunda menyambutnya dan mengajak ayah untuk duduk dan berbincang sebentar di ruang tamu.



"Ada apa bun sepertinya ada yang ingin bunda sampaikan?" ucap ayah saat melihat raut wajah bunda ketika mereka sudah berada di ruang tamu.



"Mm nanti saja setelah makan malam akan bunda jelaskan yah. Sekarang lebih baik ayah mandi" jawab bunda sambil tersenyum



"Baiklah bun" ucap ayah sambil menahan rasa penasarannya.


__ADS_1


...----------------...


__ADS_2