Luka Yang Sama (Ai'S Story)

Luka Yang Sama (Ai'S Story)
09


__ADS_3

~Happy Reading~


.


.


.


Masih dengan percapakan antara ayah dan Haris di telepon. "Waalaikumsalam om, maaf mengganggu waktunya di malam hari" jawab Haris sembari meminta maaf pada ayah.


"Tidak apa-apa nak Haris, oiya bagaimana kabarnya?" tanya ayah basa basi pada Haris.


"Alhamdulillah saya baik om, bagaimana kabar om sekeluarga" jawab Haris sambil bertanya mengenai kabar ayah sekeluarga.


"Alhamdulillah kami di sini juga baik" jawab ayah.


"Om, maaf sebelumnya saya ingin bertanya dan meminta izin pada om mengenai Ai" ungkap Haris langsung pada tujuannya.


"Tentang Ai? Memangnya ada apa dengan Ai?" tanya ayah pura-pura tidak tahu dengan maksud pembicaraan Haris


"Iya om, saya memiliki perasaan untuk Ai yang lebih dari pada teman dan saya berniat serius dengannya" kata Haris dengan serius menyampaikannya pada ayah.


"Apakah kamu serius dan yakin dengan apa yang kamu katakan?" tanya ayah kembali dengan nada tegas dan serius.


"InshaAllah saya yakin om dan saya sudah memikirkannya sebelum memutuskan untuk meminta izin dari om, jadi apakah om memberikan saya izin untuk dekat dan mengenal Ai lebih jauh?" ungkap Haris dengan sungguh-sungguh pada ayah.


Ayah terdiam sejenak sambil berpikir. setelah terdiam beberapa detik ayah akhirnya kembali bersuara. "Baiklah om mengizinkan kamu untuk dekat dan mengenal anak om, tapi ingat om akan tetap mengawasi dan memperhatikan sikap juga ketulusanmu" putus ayah menjawab pertanyaan dari Haris dan juga memperingatinya.


"Alhamdulillah, terima kasih om. InshaAllah saya akan berusaha yang terbaik agar tidak mengecewakan om dan Ai" jawab Haris dengan rasa bahagia di hatinya.


"Baiklah, oh ya karena ini sudah malam lebih baik kita mengobrol lagi dilain waktu" ucap ayah pada Haris mengingat hari sudah semakin malam.


"Oh iya maaf om. Sekali lagi terima kasih atas izinnya dan selamat beristirahat om dan keluarga, Assalamualaiku" ucap Haris mengakhiri panggilan teleponnya.

__ADS_1


"Ya waalaikumsalam" jawab ayah pada Haris.


Setelah panggilan berakhir ayah memberikan kembali handphonenya pada Ai dan mengingatkan Ai untuk tetap berhati-hati, jaga diri serta jangan terlalu berharap dengan Haris.


"Ai, ayah minta kamu bisa menjaga dirimu sebagai perempuan dan jangan terlalu berharap pada Haris, karena hati manusia tidak ada yang tau" kata ayah menasehati dan memperingati Ai.


"Baik yah Ai akan mengingat pesan ayah" jawab Ai dengan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, karena hari sudah malam jadi ayo sekarang semuanya kembali ke kamar dan tidur" kata ayah pada semua orang ada di ruang tamu.


Ai, kedua adiknya serta ayah dan bundapun beranjak meninggalkan ruang tamu dan memasuki kamar masing-masing. Sesampainya di kamar Ai berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan mengambil air wudhu. Saat sudah di atas kasur dan hendak berbaring, tiba-tiba handpone Ai berbunyi notif pesan masuk. Ai membuka handphonenya dan melihat ternyata itu adalah pesan dari Haris.


Isi pesan dari Haris


"(Ai Alhamdulillah ayahmu sudah memberikan izinnya padaku, sungguh aku senang sekali saat ini)" tulis Haris.


"(Alhamdulillah jika kamu senang)" balas Ai pada Haris.


"(Ya aku sangat senang Ai, baiklah ini sudah malam dan waktunya kamu istirahat kita bisa lanjut bicara lagi besok. Selamat malam Ai Assalamualaikum)" tulis Haris dengan perasaan senang.


Ai pun meletakkan kembali handphonenya di atas nakas sebelah kasur dan mulai berbaring.


......................


Paginya seperti biasa setelah bangun dan menjalani kewajibannya sebagai seorang muslim, Ai turun ke bawah untuk membantu bunda memasak untuk sarapan. "Assalamualaikum bunda, masak apa nih" sapa Ai pada bunda begitu ia sampai di dapur.


"Waalaikumsalam nak, oh ini bunda bikin nasi goreng sama telur mata sapi soalnya bahan makanan udah banyak yang habis" jawab bunda sambil memindahkan nadi goreng yang sudah matang ke mangkok.


"Oalah ya sudah sini, biar Ai bantu bun" ucap Ai sambil membawa mangkok yang berisi nasi goreng menuju ke meja makan.


"Makasih nak" ucap bunda sambil tersenyum dan berjalan membawa telur yang sudah di goreng ke meja makan.


Ai hanya membalasnya dengan menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah bunda."Oh ya, tolong kamu panggilkan adik-adikmu ya nak" pinta binda meminta tolong sambil menata piring.

__ADS_1


"Iya bun" jawab Ai dan beranjak ke arah kamar kedua adiknya.


Skip


Saat sedang sarapan ayah bertanya pada Ai mengenai apa kegiatannya hari ini. "Ai, kamu hari ini tidak ke kampus nak?" tanya ayah pada Ai yang sedang asik menikmati sarapannya.


"Enggak yah, soalnya masih ada sedikit lagi yang belum selesai perbaikannya. InshaAllah besok Ai ke kampus buat nyerahin skripsinya" jawab Ai menjelaskanny pada ayah.


"Oh ya sudah kalau gitu" kata ayah menganggukkan kepalanya mengerti.


"Kalau gitu kamu bisa temenin bunda belanja bahan makanan yang udah habis gak?" tanya bunda pada Ai.


"Bisa bun, jam berapa bunda mau pergi?" kata Ai menanyakannya pada bunda.


"Jam 9 saja kita perginya" jawab bunda lagi memberitahu Ai.


"Iya bun" jawab Ai mengiyakan perkataan bunda.


~


Jam pun menunjukkan pukul 9 Ai dan bunda bersiap untuk berangkat menuju swalayan dengan mengendarai motor. "Ai, ayo nak kita berangkat sekarang" ajak bunda pada Ai yang sedang duduk di ruang tamu menunggu bunda bersiap.


"Iya bun sebentar" jawab Ai berjalan mengikuti bunda yang berjalan ke luar rumah. Saat akan mengunci pintu handphone Ai berbunyi, Ai pun membuka handphonenya dan melihat ada pesan Masuk dari Haris di sana. Kemudian membuka pesan tersebut dan membalasnya


"(Assalamualaikum Ai, apa kabar?)" tulis Haris menanyakan kabar.


"(Waalaikumsalam Haris, Alhamdulillah kabarku baik)" balas Ai pada pesan yang dikirimkan oleh Haris.


"Ai, ayo cepet nak" panggil bunda pada Ai yang masih berada di depan pintu rumah.


"Iya bun" jawab Ai cepat menyauti bunda.


"(Maaf aku akan keluar dengan bunda, nanti aku akan berbicara denganmu lagi)" tulis Ai dan mengirimkan pesan itu pada Haris.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2