Luka Yang Sama (Ai'S Story)

Luka Yang Sama (Ai'S Story)
04


__ADS_3

~Happy Reading~


.


.


.


Sesampainya di rumah Ai melihat bunda sedang duduk sendiri di ruang tamu sambil menonton televisi. Ai pun berjalan menghampiri bunda "Assalamualaikum bunda" ucap Ai pada bunda yang sedang fokus menikmati siaran televisinya.


"Waalaikumsalam nak...kok sudah pulang? Katanya siap ashar pulangnya" tanya bunda yang melihat Ai pulang lebih cepat.


"Iya bun lagian Ai juga sudah dapat referensi untuk materi skripsinga bun, makanya Ai cepet pulang malas lama-lama di kampus hehe" jawab Ai sambil terkekeh pelan.


"Ai Ai...kamu ini ada-ada saja nak" ucap bunda sambil geleng-geleng kepala melihat tingkahnya. "Oiya kamu sudah makan nak, kalau belum kamu makan dulu gih sana" tanya bunda lagi.


"Sudah bun Ai sudah makan tadi sama Reina" kata Ai memberitahu bunda.


"Ya sudah kalau begitu, lebih baik sekarang kamu ganti baju dan istirahat" perintah bunda pada Ai yang terlihat sedikit kelelahan juga karena masih ada waktu sebelum waktu Ashar tiba.


"Iya bun, ya udah Ai ke kamar dulu ya bun mau istirahat bentar" pamit Ai pada bunda yang masih berada di ruang tamu.


~

__ADS_1


Sesampainya di kamar Ai segera mengganti bajunya dengan baju rumahan yang nyaman dan mulai merebahkan dirinya di atas kasur untuk merehatkan sejenak badan dan pikirannya. Ai pun mulai terlelap dan memasuki alam mimpi. Tak terasa azan ashar mulai berkumandang dan Ai perlahan mulai membuka matanya.


"Sudah ashar rupanya, lebih baik sekarang aku sholat ashar dulu" monolog Ai saat ia sudah sadar sepenuhnya dari tidurnya. Ai beranjak dari kasurnya dan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. Setelah selesai ambil wudhu Ai pun menggelar sajadanya dan mulai melaksanakan kewajibannya. Selesai sholat dan merapikan peralatan sholatnya Ai memakai jilbabnya kembali dan turun ke bawah untuk membantu bunda di dapur.


"Mau masak apa bun" tanya Ai saat melihat bunda sedang menyiapkan bahan untuk memasak.


"Eh..kamu nak, ini bunda mau masak ayam kecap, tumis kangkung sama sambel terasi" jawab bunda sembari membersikan ayam.


"Oh oke, Ai bantu ya bun" ucap Ai pada bunda.


"Iya nak tolong kamu kupas bawangnya kalau sudah selesai kamu potong-potong kankungnya ya" ucap bunda pada Ai sambil memberikan instruksi apa saja yang harus dilakukan.


"Oke bun" jawab Ai cepat. Ai pun mulai mengerjakan apa yang tadi bunda instruksikan. Ia mulai mengupas bawang, lalu setelah selesai Ai mulai memotong kangkung. Setelah semuanya selesai dipotong kemudian Ai membawanya ke westafel cuci piring untuk mencuci bawang dan juga kangkung yang dipotong tadi sebelum nanti di masak. Setelah selesai Ai memberikannya pada bunda.


"Oh iya nak, tolong kamu bawa kesini dan untuk kangkungnya kamu yang masak ya" ucap bunda meminta tolong pada Ai.


"Iya bun" jawab Ai sembari berjalan mendekat ke arah bunda.


Setelah acara memasak selesai Ai dan bunda mulai memindahkan makanan ke dalam piring agar nanti tinggal menyajikannya saja ke meja makan. Melihat semua sudah selesai Ai pun pamint pada bunda untuk mandi.


"Bun Ai ke kamar dulu ya mau mandi" pamit Ai pada bunda yang sedang memindahkan masakan ke piring.


"Iya sayang" jawab bunda.

__ADS_1


......................


Malamnya setelah sholat magrib Ai dan keluarganya sudah berkumpul di meja makan untuk makan malam. Sembari menunggu bunda menyiapkan makanan untuk ayah, ayah tiba-tiba bertanya pada Ai mengenai permintaan ayah tadi pagi yang ingin bicara dengan Haris.


"Ai, apa kamu sudah memberitahukan pada Haris mengenai pesan ayah tadi pagi?" tanya ayah pada Ai yang sedang menyendok nasi ke piringnya.


"Wih siapa nih Haris?" tanya Adam adik Ai yang besar dengan wajah tengil dan nada menggoda Ai.


"Iya siapa tuh kak?" timpal Ares adik bungsu Ai sambil menggoda Ai.


"Kepo kalian!" jawab Ai kesal dengan tingkah kedua adiknya.


"Sudah jangan mulai bertengkar kalian. Ai bagaimana?" kata ayah lagi sambil mengulangi pertanyaannya.


"Iya ayah, sudah Ai sampaikan dan Haris bilang akan memberitahukan nanti saat dia sudah selesai bekerja" kata Ai menjelaskannya pada ayah.


"Baiklah segera beritahu pada ayah nanti" pinta ayah pada Ai dan dijawab dengan anggukan kepala dari Ai.


"Sudah sudah... ayo makan dulu ngobrolnya dilanjut nanti" interupsi bunda pada ayah dan Ai yang sedang berbicara.


"Iya bun, ayo kita makan" ucap ayah mengajak semuanya untuk mulai menyantap makan malamnya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2