
~Happy Reading~
.
.
Saat makan malam sembari menunggu Ai datang ayah kembali bertanya pada bunda mengenai apa yang ingin bunda bicarakan tadi.
"Bun sebenarnya apasih yang mau bunda bicarakan dengan ayah kenapa tidak bunda katakan sekarang saja ayah sudah penasaran loh bun" ungkap ayah dengan tidak sabaran.
"Sabar yah nanti setelah makan malam bunda akan memberitahukannya" jawab bunda.
Tak lama kemudian Ai dan kedua adiknya datang dan bergabung di meja makan bersama ayah bunda.
"Selamat malam yah bun" ucap Ai dan kedua adiknya bersamaan.
"Selamat malam nak" ucap ayah "Selamat malam juga sayang" jawab bunda.
Kemudian merekapun makan malam dalam suasan yang tenang dan diam, hingga tiba-tiba ayah bertanya mengenai tugas akhir Ai.
"Ai bagaimana dengan skripsimu apa semuanya lancar?" tanya ayah.
"Baik ayah hanya ada beberapa perbaikin dan Ai akan segera mengerjakannya ayah" jawab Ai.
"Baiklah nak ayah mengerti" ucap ayah sambil tersenyum.
Selesai makan malam Ai meminta izin untuk kembali ke kamarnya terlebih dulu karena ingin melanjutkan perbaikan skripsinya. "Yah bun Ai ke kamar duluan ya karena Ai mau lanjut mengerjakan perbaikan skripsi" pamit Ai.
__ADS_1
"Iya nak, tapi ingat jangan sampai kamu begadang mengerjakannya pikirkan juga kesehatanmu" ucap ayah menasehati Ai.
"Iya ayah Ai mengerti" jawabnya. Ai pun berjalan menuju kamarnya.
......................
Di ruang tamu ayah mulai mendesak bunda untuk segera memberitahukan apa sebenarnya yang ingin bunda bicarakan.
"Bun ayo katakan sebenarnya ada apa?" tanya ayah pada bunda.
"Jadi gini yah tadi siang Ai bilang sama bunda kalau ada laki-laki yang berniat serius dan ingin mengenal Ai lebih dekat laki-laki itu juga ingin meminta izin pada ayah dan bunda" ungkap bunda hati-hati.
"Laki-laki? Siapa bun dan dimana mereka bertemu?" tanya ayah.
"Ai bilang mereka kenal secara online beberapa bulan yang lalu yah dan beberapa hari yang lalu laki-laki ini menyampaikan niatnya pada Ai" ucap bunda
"Sebelumnya bunda harap ayah tidak terkejut mendengarnya laki-laki itu berasal dari Pakistan yah" ungkap bunda dengan suara pelan.
"Apa? Bun yang benar saja?" tanya ayah tidak percaya.
"Iya yah bunda mengatakan yang sebenarnya dia berasal dari negara yang berbeda dengan kita, jadi bagaimana yah apa ayah mengizinkannya?" tanya bunda lagi.
ayahpun menghembuskan nafas dengan kasar "Hanya berkenalan kan? Baiklah ayah izinkan, tapi sebelum itu ayah ingin bicara dengan laki-laki itu" putus ayah
"Benar ayah mengizinkan?" tanya bunda memastikan.
"Iya bun tapi ayah ingin berbicara dengannya terlebih dulu, oh ya siapa nama laki-laki itu bun?" tanya ayah pada bunda.
__ADS_1
"Haris yah nama laki-laki itu Haris" jawab bunda.
"Baiklah Haris ayah ingin bicara dengannya dan sampaikan itu pada Ai bun" ucap ayah.
"Iya yah nanti akan bunda sampaikan pada Ai" jawab bunda.
......................
Keesokan harinya Ai sedang bersiap untuk pergi ke kampusnya bersama Reina sahabatnya. Ai menuju meja makan dan sarapan. "Selamat pagi ayah bunda dan kalian dua bocil" sapa Ai pada semua keluarganya yang berada di meja makan.
"Selamat pagi nak" jawab ayah dan bunda
"Selamat pagi kak" ucap kedua adik Ai dengan malas.
"Tumben kamu sudah rapi pagi ini Ai" tanya bunda pada Ai.
"Iya bun Ai mau izin pergi ke kampus mau cari referensi untuk skripsi di perpustakaan sama Reina bun" jawab Ai.
"Baiklah nak hati-hati" jawab bunda"Jangan pulang malam Ai" ucap ayah pada Ai.
"Iya yah paling sore habis Ashar Ai sudah pulang" jawabnya sambi bersiap untuk pergi.
"Oh iya Ai semalam bunda sudah menceritakan pada ayah tentang Haris dan ayah ingin berbicara dengannya tolong sampaikan itu pada Haris" ucap ayah menginterupsi Ai yang akan beranjak pergi.
"Baik ayah nanti akan Ai sampaikan padanya" ucap Ai. "Ai pamit yah bun" pamit Ai.
"Iya hati-hati di jalan nak" ucap ayah dan bunda pada Ai.
__ADS_1
...----------------...