
Dor... Dor.. Dor.. " Terdengar suara tembakan dari dalam mension mewah seorang mafia, lebih tepatnya mantan mafia. Sepasang suami istri tergeletak di samping ranjang tempat tidur dengan luka tembak yang cukup banyak. Seketika kamar megah itu kini dipenuhi dengan cairan berwarna merah yang kental.
Dua orang bertopeng hitam dengan senjata api Desert Eagel di tangannya telah berhasil membunuh seorang mafia terkejam. Dengan tangan bergetar mereka berdua mendekati tubuh Robert William dan Xania Allexa, untuk memastikan bahwa mereka benar-benar telah mati.
Sebelum mereka meninggalkan mension sang mafia, terlebih dahulu mereka menghilangkan barang bukti seperti jejak sepatu, sidik jari mereka diberbagai sudut ruangan dan pastinya tak lupa merusak CCTV di mension itu. Tanpa mereka ketahui perbuatannya telah disaksikan oleh anak Robert melalui CCTV yang ia simpan di balik sudut ruangan berbunga di kamar ayahnya. Gadis kecil itu memiliki firasat tidak enak terhadap kedua orang tuanya, makanya ia berani menyimpan CCTV di ruangan pribadi orang tuanya. Tentu saja aksi gadis kecil itu tidak di ketahui oleh Robert.
Seketika tangan gadis kecil berumur 12 tahun itu mengepal erat, raut wajahnya kini berubah menjadi merah, rahangnya mengeras dan tatapannya tajam seperti elang yang siap membunuh mangsanya. Tidak ada isak tangis yang keluar dari mulut gadis itu. Bahkan indera penglihatannya juga nampak kering dari cairan bening.
Sekitar dua jam lebih gadis itu berdiri di depan monitor komputer, ia bergegas menuju tempat tidur. Gadis itu bersiap siap untuk tidur seakan tidak ada kejadian tragis yang telah terjadi di rumahnya. Sebelum gadis itu terlelap ia mengucapkan kalimat yang jika orang lain mendengarnya akan bergidik ngeri.
"Aku akan membalaskan dendam Daddy and Mommy".
Anak berumur 12 tahun itu akan tumbuh menghadapi dunia dengan kebencian dan penuh dendam. Dia adalah anak seorang mantan mafia terkejam dan darah ayahnya akan mengalir dalam tubuh gadis kecil itu
______
10 tahun kemudian.
Di sebuah rungan Kejaksaan Agung, seorang Hakim baru saja memvonis hukuman penjara seumur hidup terhadap dua orang tersangka pembunuhan 10 tahun yang lalu.
"Takk... Takk.. Takk." Suara palu dari Hakim itu menggema di ruangan persidangan. Dengan sahnya ketukan palu Hakim, maka sah pula hukuman yang akan di terima oleh dua orang tersangka itu.
Dua orang tersangka itu memang sudah di masukan dalam penjara, namun siapa sangka mereka hanyalah kaki tangan dari seseorang yang cukup berkuasa di negeri ini. Mereka hanya menjalankan perintah dari tuanya. Tidak ada yang tau atasan mereka siapa, bahkan kedua tersangka pembunuh Robert dan istrinya tidak tau tuan mereka siapa. tidak pernah bertemu, mendapatkan perintah pun hanya melalui handphone dengan suara yang telah di samarkan.
__ADS_1
Lalu kenapa mereka mau melakukan pembunuhan yang kemungkinan keselamatan nyawa mereka kecil?.
Sudah pasti karena mereka di ancam dan di iming-imingi hadiah yang cukup fantastic.
Yang pasti bos mereka pasti punya koneksi dengan para petinggi di dalam maupun luar negeri.
______
Seorang gadis baru saja terlihat menyelesaikan pelatihan yang hampir dua tahun ia jalani. Tidak lama setelah itu, ia keluar dari salah satu bangunan mewah di kota London dengan menggunakan pakaian serba hitam menggunakan masker dan topi yang senada.
Gadis itu mengendarai mobil sport dengan kecepatan tinggi, kurang lebih 30 menit ia telah sampai di mention megah milik orang tuanya. Gadis itu mengambil nafas dalam sebelum masuk ke dalam mension.
" Aku pasti bisa. " Ucapnya menguatkan diri.
Dengan langkah gemetar ia masuk ke dalam mension. Seketika memori indah bersama orang tuanya terputar kembali. Tidak ada yang berubah dari tempat itu, ia yakin jejak pembunuhan orang tuanya pasti masih ada yang tertinggal. Menurut gadis itu tidak ada kejahatan yang sempurna.
" Nyonya.... Sudah datang. " Ucapa salah satu pelayan yang melihat tuanya baru saja sampai.
"Hmmm." Ucap gadis itu datar
" Maaf Nyonya...kami tidak mengetahui kepulangan Nyonya. " Ucap pelayan itu sembari membungkuk menyesal.
"No problem... Aku ingin istirahat. " Ucapnya seraya menaiki anak tangga menuju lantai dua.
__ADS_1
Gadis itu berjalan menuju salah satu kamar yang menurutnya bisa menemukan petunjuk pembunuhan orang tuanya. Perlahan ia memutar gagang pintu kamar orang tuanya. Lagi dan lagi peristiwa tragis itu melihat di dalam pikirannya
"Siall !!! " Umpat gadis itu sambil mengusap wajahnya kasar.
Setelah cukup menetralkan perasaannya gadis itu masuk memberanikan diri. Ia mulai mengamati ruangan itu berharap untuk mendapatkan petunjuk. Cukup lama ia menggeleda kamar orang tuanya namun belum menemukan petunjuk apapun. Gadis itu hampir frustasi karena belum menemukan apapun.
"Akhhhh... Siall!! Kenpa tidak ada petunjuk apapun di kamar Daddy" Teriaknya sedikit frustasi.
Ia mulai putus asa mencari bukti. Gadis itu berbalik untuk meninggalkan kamar orang tuanya. Kakinya tidak sengaja tersandung kaki meja di depan sofa.
"Awwww!!" Ucap gadis itu sambil memukul lantai.
Damn!!!
Lantai itu memiliki bunyi yang berbeda dari lantai lainnya. Gadis itu kembali memastikan dengan memukul lantai di sebelah kursi sofa dan benar saja, suara lantai tempat ia jatuh sangat berbeda seperti lantai kosong yang cacat. Rasa penasaran gadis itu semakin menggebu gebu. Ia membuka karpet berbulu tebal pengalas meja sofa, dan benar saja ada tombol rahasia di bawah karpet. Mata gadis itu sampai terbelalak tak percaya dengan apa yang ia lihat hari ini, dengan rasa was was ia memencet tombol itu dan..... Sesuatu yang lain telah bergeser dari posisinya. Gadis itu terkejut bukan main karena salah satu keramik di lantai kamar itu ternyata ruang penyimpanan rahasia Daddy nya. Setelah cukup lama di amati rupanya banyak buku tebal bersampul hitam yang tersusun rapih. Gadis itu berpikir mungkin ini adalah buku buku rahasia perusahaan ayahnya karena semua buku telah di beri label perusahaan, namun ada satu buku yang yang terpisah warna sampulnya pun berbeda dari yang lain, gadis itu sempat bepikir keras tapi karena rasa penasarannya ia memutuskan untuk mengambil buku bersampul merah darah itu.
Gadis itu kemudian pindah posisi menuju sofa. Ia mulai mengamati isi buka itu secara seksama membuka lembaran demi lembaran, tiba-tiba sudut bibirnya terangkat licik.
" Ha ha ha ha ha. " Gadis itu tertawa seperti orang gila.
" I found you bastard. And Lucifer i am coming for you ". Ucapnya dengan senyum menyeringai yang menakutkan.
Gadis itu berdiri kemudian berjalan menuju kamarnya untuk istirahat. Sepertinya malam ini akan menjadi mimpi indah pertama kalinya bagi gadis itu setelah 10 tahun.
__ADS_1
...Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...