Lukisan Berdarah

Lukisan Berdarah
Part 5


__ADS_3

Dua hari telah berlalu. Diandra dan tim nya masih sibuk mencari identitas pria misterius itu.


"Faleria! " Panggil Diandra yang melihat Faleria sibuk dengan komputer di depannya.


"ya" ucap Faleria dengan mata yang masih serius menatap layar komputer.


"Hasil Lab forensik belum dikirim ya? " tanya Diandra.


"Hari ini hasilnya akan dikirim paling lambat sebntar siang" jawabannya.


"Oh.. gitu ya" dengan gerakan kepala naik turun. " aku mau ke minimarket, apa kau tidak ingin menitip sesuatu?"


"Ayo pergi! " Faleria berdiri dari duduknya dan menyambar jaket kulit yang di letakkan di atas meja.


"Ok, ayo pergi. " ucap Diandra sembari berjalan keluar menuju mobil.


sekitar sepuluh menit mereka telah tiba di minimarket. Faleria dan Diandra mulai mengambil barang yang mereka perlukan.


"Diandra! udah belum? " tanya Faleria.


"iya... sudah" jawaban.


mereka berdua berjalan menuju kasir untuk melakukan pembayaran. setelah melakukan pembayaran mereka memutuskan untuk langsung balik ke kantor, namun seorang gadis yang memakai jas berwarna putih tidak sengaja menabrak tubuh Faleria.


Brughh!!


"maafkan aku. sungguh aku tidak sengaja! " ucap gadis berjas putih itu. karena sedang terburu buru dia jadi tidak berkonsentrasi dan akhirnya menabrak.


"tidak apa apa. lain kali hati hati" ucap Faleria sembari berjongkok memunguti barangnya yang jatuh.

__ADS_1


Gadis itu langsung berjongkok untuk membantu Faleria memunguti barang. Diandra juga membantu Faleria. Gadis ber jas putih itu kemudian bangkit dari jongkoknya, matanya tiba-tib membulat setelah melihat gadis yang berdiri di sebelah Faleria.


"Kau Diandra?? " ucap gadis itu memastikan, takut nantinya salah orang.


Diandra sedikit menautkan alisnya. ia masih berpikir siapa gadis yang berada di depannya ini?. kenapa gadis itu bisa mengenalinya?. Diant masih belum menjawab pertanyaan gadis ber jas putih itu. otaknya sedang berusaha mengingatnya.


sedangkan gadis itu terus memperhatikan ekspresi Diandra yang sepertinya tidak mengingat siapa dia.


"Aku lily teman SMA kamu" gadis itu memperkenalkan namanya. ia berharap semoga Diandra mengenalinya.


"Ahh Lily.. maafkan aku, sungguh akhir akhir ini terlalu banyak pekerjaan. maafkan aku karena tidak mengingatmu dengan baik" ucap Diandra merasa bersalah karena tidak dapat mengenali gadis di depannya.


Sedari tadi Faleria hanya melihat bingung kedua orang di hadapannya ini. melihat ekspresi Diandra yang tampak kebingungan karena tidak mengenali teman SMA nya sendiri.


"Alasan macam apa yang dia berikan? terlalu sibuk berkerja tidak akan membuat otaknya hilang ingatan. atau jangan jangan dulu Diandra pernah mengalami kecelakaan parah sampai membuatnya hilang ingatan? " guamam Faleria dalam hati sembari merutuki dan menerka-nerka masa lalu Diandra.


Diandra hanya tersenyum kikuk, karena yang dikatakan oleh Faleria membuatnya seakan-akan menjadi orang bodoh karena alasan pekerjaan hingga ia tidak bisa mengingat temannya sendiri. sementara Lily dan Faleria terus tertawa seakan mengejeknya


" Kalau kalian tidak sibuk, ayo makan di cafe depan. Aku yang traktir " ucap Lily setelah puas tertawa.


Diandra sebnrnya tidak enak sama Lily. tapi karena Lily terus memaksanya akhirnya Diandra dan Faleria mengikuti Lily.


Setelah basa-basi di dalam supermarket, mereka bertiga keluar untuk menyebrangi jala menuju cafe. setelah masuk kedalam cafe, mereka memutuskan untuk duduk di kursi pojok.


"Aku Lily.. dan maaf untuk kejadian tadi" ucap Lily sembari mengulurkan tangannya di depan Faleria


"Faleria.. tidak apa apa" jawabannya sambil menerima uluran tangan Lily.


Setelah pesanan datang mereka makan di temani sedikit candaan dan cerita nostalgia Diandra dan Lily. sementara Faleria hanya menjadi penyimak cerita keduanya.

__ADS_1


" dari tadi kan kita cuama ngobrol, foto yuk! " ajak Lily antusias.


cekrek.. cekrek.. cekrek...[ bunyi camera handphone Lily].


"Diandra tolong masukan nomor kamu" ucap Lily sambil menyodorkan handphone miliknya pada Diandra.


Setelah Diandra memasukkan nomor handphone nya Lily langsung mengirim hasil selfie mereka tadi. Diandra yang melihat notifikasi masuk di aplikasi hijau miliknya tersenyum tipis.


Sekitar 1 jam berapa di cafe akhirnya mereka memutuskan untuk bubar karena masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan.


Diandra dan Faleria sudah sampai di kantor. baru saja Faleria ingin mendaratkan bokongnya di kursi namanya sudah di panggil oleh seorang polisi junior.


"mohon maaf Bu, tadi seseorang dari layanan forensik datang memnyerahkan ini" polisi junior itu menyerahkan map berwarna cokelat .


"terimakasih" ucap Faleria. junior nya pun hanya menganggak kemudian pergi.


"Faleria sangat penasaran dengan hasil lab nya. kira kira apa yang terja dengan wanita itu.


Baru saja ingin mebuka map itu tiba-tiba saja Diandra datang dan merampasnya.


" apa kau berniat mebuka nya tanpa sepengetahuan ku? " ucap Diandra sambil membuka map itu.


"ya!! itu adalah niat awalku" Faleria membalas ucapan Diandra


"Kau ini, terus saja menjawab pertanyaan ku" ucap Diandra sedikit kesal karena Faleria terus menjawab pertanyaannya. Hampir saja kepala Faleria di geplak oleh Diandra.


...**Bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...

__ADS_1


__ADS_2