Lukisan Berdarah

Lukisan Berdarah
Part 6


__ADS_3

Perusahaan Pasifik Holding


Tok... Tokk.. Tokkk... [ suara ketukan pintu ].


"Masuk!" Ucap seorang pria dengan nada datar dari dalam.


"Permisi tuan Alex. Dibawah ada beberapa orang polisi sedang menunggu. " Ucapa pria itu sopan.


"Kau boleh pergi. " Ucap Alex dengan gerakan kepala naik turun.


"Baik Pak. Permisi" Pamitnya sopan.


Alex masih setia duduk di sofa menunggu seseorang, sembari memainkan ponsel miliknya.


Klek! ! ! 


Seorang Pria bertubuh kekar dan wajah tegas baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Handuk yang terlilit di pinggangnya menambah kesan sexy karena memperlihatkan separuh auratnya.

__ADS_1


Alex berdiri dari duduknya kemudian menuju pria itu.


"Cepat pakai pakaian mu, polisi sedang menunggu di bawah. " Ucap Alex. Pria itu hanya menganggukkan ucapan asisten sekaligus sahabatnya.


Setelah sepuluh menit menunggu, akhirnya Pria itu selesai juga berpakaian. Tampilannya hari ini benar-benar sangat sempurna. Apapaun pakaian yang ia kenakan selalu cocok di tubuh kekarnya.


Sementara di lantai satu Diandra dan Elvano tengah duduk di ruang tunggu sembari menunggu kedatangan CEO Pasifik Holding.


Tak lama setelah itu, dua orang berparas tampan muncul dari balik lift pribadi. Sontak semua orang yang bekerja di situ langsung menundukkan badan sebagai tanda hormat.


Elvano dan Diandra berdiri dari duduknya kemudian menghampiri bos dan sekretaris Pasifik Holding.


"Silahkan." Ucap Alex mempersilahkan penyelidikan. Diandra dan Elvano cukup terkejut dengan respon pria yang bernama Alex. seakan-akan mereka sudah mengetahui kedatangan polisi di perusahaannya.


setelah itu Diandra berpikir. wajar saja pria itu tau maksud dan tujuan polisi datang ke tempatnya, secara yang akandatangi Diandra dan Elvano adalah salah satu perusahaan terbesar di Indonesia.


Pasifik Holding adalah perusahaan besar. Tentu saja mereka suda mengetahui kedatangan para polisi di perusahaan mereka. Ditambah beredarnya rumor negatif, bahwa salah satu karyawan nya bunuh diri karena alasan tertekan di perusahaan. Untuk menepis kabar itu, tidak masalah jika polisi datang untuk menyelidiki kantornya. Lagi pula para polisi itu tidak akan menemukan bukti apapun di Pasifik Holding.

__ADS_1


cukup lama mereka memeriksa tetapi belum menemukan petunjuk apapun. Elvano menggelengkan kepalanya melirik ke arah Diandra. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali


"Terimakasih atas kerja samanya Pak. " ucap Diandra sambil mengulurkan tangan


"Sama-sama" ucap Alex menerima uluran tangan Diandra. setelah itu mereka turun ke lantai 1.


Disepanjang perjalanan menuju lobi, Diandra dan Elvano sangat kagum dengan para karyawan yang nampak tenang dan ramah, tidak ada ciri-ciri orang tertekan di perusahaan itu. Tidak sengaja Elvano dan Diandra mendengar jeritan para karyawan wanita yang blak-blakan memuji Boss dan asisten perusahaanya sangat tampan. Bahkan ada yang rela menjadi istri ke dua, pelayan dan lain-lain.


"bagaimana mungkin mereka tertekan, sementara mereka sangat menikmati wajah tampan bos dan asisten nya". Gumam Diandra dalam hati. sebenarnya dia juga memuji ketampanan dua orang pria tadi, sungguh sangat sempurna, memiliki wajah tegas, rahang kokoh, postur tubuh dan cara mereka menatap orang orang di sekitarnya. Benar benar sangat karismatik. Satu yang Diandra sangat tidak sukai pada CEO Pasifik Holding, yaitu sikap nya terlalu dingin dan menakutkan.


Sepuluh menit mereka melajukan kendaraan. Kini Diandra dan Elvano sudah sampai di kantor. Mereka berkumpul di ruang khusus untuk diskusi tim.


"Bagaimana? apa ada petunjuk?. " tanya Brian semangat.


"Tidak ada. tidak ada petunjuk apapun di sana" ucap Diandra datar. " bagaimana dengan pria misterius itu? apa kalian suda menemukan sesuatu?. " Diandra balik bertanya. sayangnya hanya gelengan kepala yang ia dapat.


Benar benar kasus yang sangat rumit untuk tim Diandra.

__ADS_1


...Bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2