
Diandra da tim nya sudah berada di salah satu rumah yang nampak sepi berada di ujung jalan.
"apa kau yakin ini tempatnya? " tanya Diandra.
"iya" ucap Brian sambil menganggukan kepalanya.
flashback on
setelah kejadian di kantor polisi beberapa hari yang lalu mereka langsung mencari pria misterius itu. Tak disangka salah satu karyawan caffe tempat Diandra, Faleria dan Lily makan rupanya mengenali sosok pria itu. Bisa di bilang pria itu juga merupakan pelanggan tetap caffe mereka. Tapi sudah beberapa hari terakhir pria itu tidak pernah datang lagi.
*
Sementara Lily, Ricky dan Elvano sedang berusaha memindahkan jenazah karyawan Pasifik Holding ke Layanan Forensik tempat Lily bekerja. tentunya mereka harus melalui serangkaian proses yang cukup panjang agar tidak ketahuan.
Setelah berhasil memindahkan mayat, mereka langsung bergegas pergi dari tempat itu. rasanya jantung mereka akan segera copot dari tempatnya. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit mereka bertiga akhirnya sampai di tempat kerja Lily.
"Cepat bantu aku" ucap Elvano yang meminta bantuan pada Ricky.
Ricky langsung berlari membantu Elvano yang sedang kesusahan. Setelah sampai di dalam ruangan bedah, Elvano dan Ricky langsung mundur, karena Lily akan memulai aksinya.
" berapa hari hasilnya akan keluar? " tanya Ricky.
__ADS_1
"sekitar dua hari, kita harus menunggu hasil lab untuk pembanding. " ucap Lily yang masih fokus menyiapkan peralatan bedah.
"apa tidak bisa di percepat? " Elvano mulai buka suara.
"Harapan ku juga seperti itu. sebenarnya besok hasil lab nya sudah keluar tapi untuk lebih meyakinkan lagi kita harus melakukan dua kali uji coba. Aku harap kalian bersabar! " ucap Lily yang memberi penjelasan kepada dua orang pria di depannya.
*
Setelah dua hari Lily langsung mengabari Diandra bahwa hasil lab nya sda keluar. Diandra dan tim nya sudah berada di tempat kerja Lily. rasanya sangat tidak sabar untuk mengetahui apa yang terjadi.
" Apa kau membawa hasil lab sebelumnya? " tanya Lily.
"Ummm" Diandra mengangguk dengan gerakan kepala yang di naik turunkan.
Lily membandingkan hasil lab sebelumnya dengan hasil lab baru, sontak membuat sebelah alis merka terangkat naik.
"Apa maksudnya ini??? kenapa banyak sekali perbedaan? " Diandra masih belum mengerti.
"Sidik jari?? " tanya Faleria.
"Iya. aku menemukan sidik jari seseorang di kulit lehernya. Dan di lengan kiri korban terdapat bekas suntikan. " Lily menjelaskan kepada team Diandra.
__ADS_1
" itu artinya kasus ini berubah jadi kasus pembunuhan! " ucap Elvano.
"lalu apa maksudnya hasil lab Layanan Forensik yang ini? " Diandra berusaha mencerna kejadian ini.
" Aku juga tidak tau. tapi aku rasa pasti ada yang tidak beres dengan hasil lab nya" ucap Lily.
"Apa yang terjadi sebenarnya? kenapa ini makin rumit!! " keluh Diandra.
"Baiklah, minta sama Pak Hendra agar kasus ini di ganti menjadi siaga 1" ucap Brian.
"kau benar Brian, sepertinya ini bukan pembunuhan biasa" ucap Faleria.
*
keesokan harinya Brian langsung pergi menuju caffe yang berada di depan Minimarket. setelah sampai Brian langsung menanyai beberapa karyawan caffe itu, ada seorang pria yang mengenali pria misterius itu. Namun belum lama Brian menggali informasi tiba-tiba ponsel nya berbunyi menandakan ada pesan masuk.
Brian langsung membuka kotak masuk pesan di ponsel nya. rupanya nomor tidak dikenal mengirim sebuah informasi mengenai pria misterius itu. Brian langsung beranjak pergi dari caffe itu, dan langsung memberitahu Diandra.
Flashback off
Brian sengaja tidak memberitahukan kepada Diandra bahwa informasi yang ia dapat hari ini dari nomor tidak di kenal. Bisa bisa Brian di gebuk sampai babak belur oleh Diandra. Brian hanya mengatakan kalau salah satu karyawan caffe itu yang memberikan dia informasi.
__ADS_1
...**Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...