Lukisan Berdarah

Lukisan Berdarah
Part 3


__ADS_3

Mereka suda memasuki jalan tol dan berusaha menjaga jarak dengan mobil Pejero sport di depannya. Diandra sedikit melihat ke keca depan mobilnya.


"Heyy, apa yang kau lakukan disini? " Tuanya nya pada pria asing yang berada di dalam mobilnya.


Pria itu mengarahkan telunjuknya ke wajahnya sendiri. "Aku?? " Tanyanya kebingungan.


"Iya, tentunya anda tuan Elvano".


Elvano bingung harus menjawab apa. " Aku suka berada di mobil depan daripada di belakang " Ucapanya asal.


Setelah perdebatan kecil, mereka kembali fokus dengan tujuan awal.


Mobil Pajero itu menyalakan weser kiri sembari melambatkan jalannya untuk berbelok masuk kedalam hutan. Sedangkan mobil Diandra dan Elvano berhenti dengan jarak yang cukup jauh, namun masih bisa diamati lewat teropong.


Sebelum masuk kedalam hutan mereka menepikan mobil di bahu jalan.


"Ayo ikuti mereka!! " Diandra memiringkan sedikit kepalanya sebagai kode.


Tim nya menganggukkan kepala sebagai pertanda siap.


Mereka mulai memasuki hutan lebat itu dengan jarak sekitar 300 meter menuju ke dalam hutan. Terlihat ada sebuah bangunan tua yang di jaga oleh beberapa pria bertubuh kekar.


Brian, Ricky, Adrian dan Evan terlihat sudah berpencar dan mengambil posisi aman masing-masing. Sedangkan Elvano masih setia berada di belakang Diandra.


Mereka mulai mendekati bangunan tua itu dan bergerak secara hati hati agar tidak ketahun. Tiba-tiba Diandra tidak sengaja menginjak ranting kayu mati didepannya.


Kreekkkkk....


Elvano refleks menarik Diandra untuk bersembunyi dibalik pohon besar.


Pria bertubuh kekar itu langsung berbalik setelah mendengar suara kayu terinjak, pandangannya mulai mengamati hutan lebat dan tidak menemukan apapun. "Mungkin hewan buas yang lewat" Gumam pria itu. Kemudian kembali berjaga.


Elvano yang masih setia memeluk tubuh Diandra tersadar karena ulah Diandra yang menginjak kakinya.


"Awww!! " Suara Elvano kesakitan namun masih dengan nada yang pelan.


"Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan ya" Ucap Diandra dengan suara kecil namun penuh penekanan, seakan-akan Elvano mencari kesempatan untuk menggodanya.


Elvano yang mendengar ucapan Diandra meberikan pembelaan terhadap dirinya. " Aku hanya menyelamatkanmu wanita gila!! " Cibir Elvano tak kalah sengit.


Setelah lama di amati akhirnya pria yang berjaga di luar bangunan masuk kedalam.


Setelah di rasa cukup aman tim Diandra memulai aksinya. Mereka mulai menyusup masuk ke dalam bangunan. Bharada Ricky yang melihat kode tangan Diandra langsung mengangguk dan memisahkan diri kemudian di susul dengan yang lain.


Lagi dan lagi Elvano masih setia menjadi ekor Diandra.

__ADS_1


Terdengar suara yang cukup keras dari dalam bangunan. Diandra dan Elvano mulai masuk mengikuti arah suara itu. Benar saja terdapat segerombolan pria bertubuh kekar yang di penuhi dengan tato di sekujur tubuhnya membuat tampilan mereka benar benar menakutkan.


Diandra dan Elvano bersembunyi di balik tumpukann kardus dan lemari yang sudah rusak, sementara Ricky dan yang lainnya bersembur di balik tiang besar di dalam bangunan.


"Apa kalian menemukan barangnya?? " Ecap seorang pria yang sedang duduk di kursi.


"Maaf bos, polisi sudah menemukan barangnya" Dengan wajah ketakutan dua orang pria itu menjawab pertanyaan dari sang bos.


Bughhh.... Bughhh!!!


Kedua pria itu langsung jatuh tersungkur ke lantai karena tidak siap mendapat bogem mentah dari bos nya.


"Kalian pantas mendapatkannya. Dasar tidak berguna!!!" Makinya. " Siapa polisi yang sudah berani menyentuh barang milikku??? " Ucap pria yang di panggil bos dengan nada datar namun penuh penekanan.


"Aku" Ucap Diandra santai yang tiba-tiba keluar dari tempat persembunyiannya.


Brian, Evan, Ricky dan Adrian terus memantau situasi takut nanti atasannya itu di keroyok.


"Kenapa dia selalu melakukan adegan diluar skrip!!! " Gerutu Elvano kesal namun matanya terus memantau Diandra.


Sekumpulan pria bertubuh kekar itu kemudian berbalik menatap Diandra.


"Gadis kecil, apa yang kau lakukan di sini? " Tanya sang bos.


"Aku... Aku orang yang sudah menyentuh barang milikmu" Ucap Diandra tanpa rasa takut.


"Aku sangat menyukai wanita berani seperti mu". Ujar sang bos


" Kalian semua jangan ada yang bergerak!!!" Ucap Diandra dengan gerakan mengeluarkan pistol dan diarahkan kepada para kumpulan penjahat itu.


Tanpa rasa takut para penjahat mulai mengeluarkan senjata masing-masing.


"Jangan mengajak kami bermain nona. Apa itu itu pistol mainan??" Ucap salah satu anak buahnya dengan nada mengejek. Sontak para penjahat itu tertawa terbahak-bahak.


Diandra tidak menjawab menanggapinya justru ia melepas tembakan ke atas sebagai peringatan.


Suara tembakan itu memecahkan gelak tawa para penjahat. Mereka kaget dan refleks menunduk.


"Rupanya kau cukup berbahaya gadis kecil" Ucap sang boss.


Brian dan Elvano yang melihat kejadian itu langsung keluar dari tempat persembunyian secara bersamaan kemudian di susul oleh Ricky, Adrian dan Evan. Mereka berbaris rapi di samping Diandra dengan senjata yang sudah siap menembak ke arah penjahat.


"Hahahahah.... Kalian ternyata cukup nekat untuk masuk ke dalam kawasanku" Senyum menyeringai di perlihatkan oleh sang boss. "Apa yang kalian tunggu? Segera habisi mereka!!! " Ucapanya kembali memberi perintah.


"Dengan senang hati" Ucap Diandra mulai maju..

__ADS_1


Baku hantam pun terjadi. Jika di lihat jumlahnya ini sangat tidak adil, tim Diandra hanya beranggotakan 6 orang sedangkan lawan mereka sekitar belasan orang belum termasuk sang boss.


Diandra dengan lihai membantai mereka satu persatu. Seorang pria betubuh kekar dengan kayu balok di tangannya siap untuk memukul Diandra, namun dengan cepat Diandra menghindari pukulan itu dan menendang lawannya dengan sangat kuat hingga pria itu tersungkur ke lantai, alhasil ia mengunci pergerakan lawannya. Tiba-tiba dari arah belakang pria datang menyerang Diandra menggunakan kayu balok. Elvano yang melihat itu segera berlari ke arah Diandra. Pria itu suda mengangkat baloknya untuk memukul Diandra dan...


Bughhh!!!!


Tendangan Elvano rupanya tepat sasaran. Pria tadi langsung terpental dan jatuh ke lantai hingga ia tidak sadarkan diri.


Sang boss mulai panik karena bawahannya sudah banyak yang K.O karena ulah Diandra dan kawan-kawannya.


Elvano sedang memukuli seorang pria yang sudah terbaring lemah. Sang boss pun berlari menuju Elvano, hampir saja kayu besar mendarat di kepala Elvano namun dengan cepat seorang wanita menendang tangan kekar itu dengan sepatu laras.


Elvano dan yang lain cukup terkejut dengan kehadiran wanita yang sangat cantik, terkecuali Adrian karena dirinya lah yang menghubungi wanita itu.


"Siallll!!! " Umpat sang boss yang tak terima jika ia dikalahkan oleh seorang wanita. "Dasar wanita ******, beraninya kau menyentuh ku dengan sepatu kotor mu itu!! " Kakinya dengan nada marah.


Sang boss berdiri,setelah itu ia berlari untuk menghabisi orang yang telah berani membuatnya terjatuh. Dengan cepat wanita itu berlari kemudian satu satu kakinya di pantulkan ke tiang dan satunya lagi di gunakan untuk menendang.


Brakkkkk!!! [Suara tulang patah ]


Rupanya wanita itu menendang tengkuk leher bagian samping.


"Akkhhhh" Teriak sang bos kesakitan.


Wanita itu berjalan dengan gagah ke arah sang boss penjahat, dan mengunci pergerakannya. Pria itu nampak sudah tidak berdaya, anak buahnya juga sumua sudah K. O. Setelah ia rasa cukup, wanita itu memborgol tangan pria yang sudah nampak tidak berdaya.


Mereka semua akhirnya bisa bernafas lega walupun terdengar terengah-engah karena sudah melumpuhkan lawannya.


"Salendrina!!! Kau datang di waktu yang tepat" Teriak Brian dengan posisi tidak terlalu jauh.


Wanita yang dipanggil dengan sebutan Salendrina itu hanya mengedipkan sebelah matanya.


Diandra kemudian menghubungi salah satu anggota polisi yang berada di kantor agar segera datang ke lokasi.


20 menit kemudian rombongan polisi sudah datang di tempat kejadian. Diangkut nya satu persatu para penjahat yang sudah tidak berdaya itu kemudian di bawah kantor polisi.


"Kerja bagus Diandra." Ucap seorang polisi yang memberikan pujian kepada Diandra atas kerja kerasnya hari ini. "Seperti akan ada makan malam gratis untuk timmu" Ucap kembali polisi tadi.


Diandra dan tim nya mengangguk pelan.


"Ayo pulang" Ajak Diandra.


Tujuh orang pahlawan hari ini berjalan keluar meninggalkan tempat itu.


...Bersambung...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2