
POV Arabella
"Jenifer cepat cari identitas pria ini! " perintah Arabella terhadap asisten pribadi nya sembari memberikan selembar foto.
"Baik" ucap Jenifer seraya menganggukkan kepalanya.
Jenifer yang mendapat perintah langsung keluar dari kamar lukis Arabella, menuju salah satu ruangan yang berada di mension atasannya itu. Ruangan yang dipenuhi dengan alat-alat canggih, seperti komputer yang sudah memiliki sensor suara yang langsung tersambung pada layar besar di ruangan itu merupakan keluaran terbaru.
Jenifer memberikan selembar foto kepada pria yang mengoperasikan salah satu komputer di ruangan itu.
"Cepat cari identitas nya! " perintah Jenifer
"siap madam. " ucap pria itu
"segera mungkin laporkan kepadaku" ucap Jenifer. Setelah itu ia langsung keluar dari ruangan itu.
setelah 30 menit menunggu, ponsel Jenifer tiba-tiba berbunyi menandakan ada pesan masuk.
Jenifer lantas langsung mengambil ponsel yang berada di saku celananya.
"Apakah itu informasi dari David? " tanya Arabella yang sepertinya sudah mengetahui siapa pengirim pesan di ponsel Jenifer.
"iya nyonya" ucap Jenifer pasrah.
"Berikan kepadaku" ucap Arabella. kemudian Jenifer meberikan ponsel milik nya.
"Luar biasa. segera kirim ke nomor ini! " Arabella tersenyum licik ketika mengetahui identitas pria yang telah lama ia cari.
__ADS_1
"baik nyonya". ucap Jenifer langsung mengirim format identitas kepada nomor asing yang diberikan oleh Arabella.
Setelah mengirim informasi itu, Arabella kembali melanjutkan aktivitas melukis nya, karena dua minggu lagi ia akan terbang ke Paris untuk menghadiri salah satu pameran seni lukis terbesar di sana.
_______
Di sebuah rumah mewah, terlihat seorang wanita yang sedang melepaskan topeng penyamaran nya. Gadis yang sangat cantik dengan mata biru mempesona, namun raut wajahnya tidak melukiskan keindahan seperti wajahnya. Wajah gadis itu di dominasi oleh uara negatif.
wanita itu mengambil ponsel yang berada di atas nakas, kemudian dicarinya salah satu nomor ponsel yang akan ia hubungi.
"Segera cari bajingan ini!! bila perlu habisi langsung! " perintah gadis itu dengan suara datar namun penuh penekanan. Siapa saja yang mendengar nya akan bergidik ngeri.
"Baik nyonya" ucap seseorang di seberang sana.
setelah meberikan perintah, gadis cantik itu kemudian naik ketempat tidurnya untuk beristirahat.
*
Diandra dan Brian sedang berdiri di depan sebuh rumah minimalis yang terletak di ujung jalan.
"Brian, jika ini bukan rumah pria itu maka aku yang akan menghabisi mu! " ucap Diandra dengan nada mengancam.
Brian yang mendengar perkataan Diandra menelan saliva nya dengan kasar. tidak hanya itu kini tubuh Brian sedang bergetar hebat.
"A.. a. k.... ku sangat yakin... Iya aku sangat yakin! " ucap Brian dengan sedikit terbata namun sesaat kemudian ia mencoba memperbaiki nada bicara nya agar terlihat yakin.
"Baiklah jika kau sangat yakin. Ayo masuk duluan! " kali ini Diandra benar benar serius.
__ADS_1
Brian yang mendengar perintah Diandra langsung menerobos masuk duluan. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan keadaan ruangan yang sangat gelap. Diandra menyalakan blitz ponselnya sedikit terkaget ketika melihat ruangan itu sangat berantakan sekali.
"Apa di sini telah terjadi gempa? berantakan sekali" ucap Brian yang melihat kondisi rumah itu.
Brian terus berjalan mencari saklar lampu.
Tlakkkk [ bunyi saklar lampu ].
mereka berdua kaget bukan main. rumah itu di penuhi dengan noda darah yang sangat banyak.
Diandra penasaran dengan ruangan di depannya, namun langkah kakinya langsung terhenti ketika ponsel miliknya berdering.
"Hallo" ucap Diandra.
"segera kembali ke kantor. hasil lab suda keluar" ucap Elvano diseberang sana.
"Baiklah" jawabannya singkat.
"Brian ayo segera kembali, hasil laboratorium nya sudah keluar" ucap Diandra memberitahukan Brian.
"Taaaa.... pi??? "
"Baiklah, aku tinggalkan saja kau sendiri di sini! " tegas nya sembari meninggalkan Brian
" Tunggu Akuuuuu" Brian berteriak ketika Diandra meninggalkan nya sendiri.
Sekitar 20 menit Diandra memacu kendaraan nya dengan kecepatan tinggi akhirnya mereka sampai di kantor. Diandra langsung berlari ke ruang kerja nya untuk mengambil map berwarna cokelat.
__ADS_1
...***Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ***...