
Tak lama setelah perjalanan jauh,jJennapun sampai di rumahnya.
“Assalamualaikum..."sahut jenna.
“Wa'alaikumsalam...."sahut Ira(adik bungsu Jenna)
"aku sudah pulang,mana bapak?" tanya Jenna ke adiknya.
"itu lagi baring di kamarnya."jawab Ira.
"bagaimana keadaannya bapak sekarang?”tanya Jenna.
__ADS_1
"tadi ngeluh sakit dada tapi sudah baikan sekarang."jawab Ira.
"aku masuk istirahat dulu,habis perjalanan jauh”sahut Jenna.
Jenna lalu Ke kamarnya, untuk istirahat.
Dua bulan berlalu Jenna hidup di kampung halamanya,sambil merawat bapaknya yang sakit,tak lama Jenna di beri kabar bahwa dia sudah di jodohkan dan orangnya akan datang hari Minggu ini, mendengar itu sontak Jenna pun langsung kaget,karena dia yang introvet dan sudah sangat membenci kehadiran laki-laki di hidupnya akibat sering di lukai lelaki,pun kini harus dilema harus menikah dengan pria yang tidak dia kenal,namun sebelum lamaran itu terjadi,Jenna berinisiatif untuk kenal dengan pria itu karena dia di desak oleh kakak-kakaknya dan juga karena faktor usianya juga yang mengharuskanya menikah,diapun melihat lihat akun media sosial calon pendamping hidupnya itu,tak lama dia lalu mengirimi orang itu sebuah pesan singkat untuk memulai perkenalan.
Ke'esokan harinya Jenna terus di desak oleh keluarga pria itu terus menerus,dan akhirnya Jenna pun risih.karna bukan pria itu yang ingin menikahinya.Ternyata hanya ibunya yang ingin menjodohkan.Jenna mulai berfikir,apakah dia harus menerima lelaki yang di jodohkan kakaknya yang berprofesi sebagai petani itu dan hidup di gunung dengan lelaki yang tak menyukainya.
Setelah Mengumpulkan tekat dan sudah satu minggu terus berdoa agar di bukakan pintu hatinya,Jenna pun menolaknya.. Tak lama dari penolakan Jenna,seminggu kemudian pria itu menikah dengan gadis pilihannya sendiri.Tak ada penyesalan di hati Jenna karena dia sudah terbiasa dengan kegagalan.
__ADS_1
Dua tahun berlalu, kesehatan ayahnya pun Sudah jauh lebih baik,dan pekerjaan yang di janjikan kakaknya pun hanya kedok untuk perjodohan dan itupun jenna tidak berjodoh dengan lelaki pilihan kakaknya itu.
Jenna yang mulai sering banyak berfikir dan frustasi,uang tabungannya sudah mulai sangat berkurang selama merawat ayahnya dan omongan tetangganya yang selalu menyudutkankan tentang perawan tua, seakan menghina dirinya yang berkali-kali gagal menikah,kini diapun semakin defresi tapi di luar dia tak menampakkanya ke keluarganya,karena Jenna memang orangnya suka menutup diri.
Sebulan berlalu,Jenna tiba-tiba mendapatkan tawaran untuk kerja menjadi TKI di luar negeri,Jenna pun sempat ragu karena memikirkan ayahnya walau sudah sehat tetapi,dia akan tinggal lebih jauh dari perantauan,dan ibunya juga sudah lama meninggal.
Tetapi setelah berfikir panjang diapun setuju,karena negara yang dia tuju adalah Korea,dan dia selama ini sudah fasih berbahasa Korea dengan belajar secara otodidak,di samping itu dia juga sebenarnya sudah lama mencari pekerjaan tetapi tidak ada yang cocok,dengan umur juga gaji yang harus di terimanya.
Setelah Jenna selesai mengurus dokumen-dokumenya,diapun berangkat ke Korea,dan sesampainya di Korea,sebelum bekerja dia juga sudah menjalani proses pelatihan di perusahaan yang merekrutnya.walaupun tidak mudah tinggal di Korea,dia tidak pernah kehilangan semangat.
Dia sangat bersyukur,dia akhirnya bekerja dengan keluarga ibu Kim dan putrinya yaitu minji yang sangat baik kepadanya dan tinggalnya di busan, keluarga ibu kim sudah menganggap Jenna seperti anaknya sendiri.
__ADS_1