
Hara kemudian menjatuhkan pisau yang di pegangnya,dan menangis sambil duduk termenung.hatinya begitu tersiksa karena menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginanya dan rasa bersalahnya itu membuatnya rakus akan kasih sayang yang sebenarnya dia hanya melampiaskan kekesalannya karena di tinggal oleh orang yang dia sayang.
Kemudian Jenna memeluk Hara,untuk membuatnya tenang,dan jiho yang bediri di samping mereka berdua,hanya bisa menepuk pundak Hara agar hara kuat.
Setelah tenang hara lalu di bawa pamanya ke ruangan tempat hara di rawat.
Jenna lalu membantu jiho untuk kembali berbaring di atas tempat tidurnya.
Sambil menatap Jenna,jiho lalu memeluk Jenna,jiho pun berbicara bahwa setelah dia di perbolehkan pulang dia akan mengajukan surat pengunduran diri.
Jenna lalu bilang ke jiho,untuk jangan terlalu memikirkanya dan fokus saja agar cepat sembuh,agar bisa bertemu dengan anak-anak secepatnya.jiho pun bertanya siapa yang menjaga mereka,Jenna lanjut berkata bahwa dia menitipkan anak-anak ke paman Choi.
Dua hari berlalu,akhirnya jiho di perbolehkan pulang, setelah pamit ke rekan-rekanya jiho pun mengundurkan diri.Jenna yang sudah memesan taxi kemudian pergi bersama jiho.Hara tiba-tiba menghampiri Jenna lalu memeluknya dan minta maaf.jenna sontak tersenyum ke Hara,dan memberi hara motivasi untuk tetap hidup demi anaknya yang berada di surga,sebab anaknya pasti sedih melihat kondisinya,hara tentu tidak ingin jika anaknya tidak tenang di alam sana.bagaimanapun dia masih di berikan karunia Tuhan untuk hidup lebih baik lagi.Jenna juga berkata,dia pernah mengalami masa-masa terpuruk kehilangan seorang anak,tetapi sesulit-sulitnya keadaan pasti kita akan menemukan takdir yang jauh lebih baik dari sebelumnya,selama kita menjaga diri menjadi manusia baik dan tak saling menyakiti.
__ADS_1
Setelah perpisahan itu Jenna dan jiho berangkat ke rumah mereka yang ada di distrik geonggi.
Sesampainya di rumah,si kembar dengan senyum sumringah berlari menghampiri ayah dan ibu mereka,tak lupa istri paman Choi juga sudah memasakkan makanan untuk Jenna jiho makan, kemudian di susul paman Choi yang baru dari kebun dan mereka pun makan bersama-sama di rumah Jiho.
Tanggal 21 Maret,musim semi pun tiba di distrik geonggi,banyak dedaunan yang mulai berguguran dan cuaca dan pemandangan disana sangatlah menyejukkan hati.
Jenna menatap pohon buah kesemek yang ada di depan rumah mertuanya.
Jenna tidak pernah memakan buah kesemek dan jiho lalu menawarinya satu buah kesemek yang dia petik tadi.
"Apakah kamu mau lagi,aku bisa mengambilkan lebih banyak lagi?"tanya jiho.
"Tidak ini saja sudah cukup,buah ini adalah hadiah pertama di ulang tahunku sejak aku menjadi seorang ibu"jawab Jenna sambil tersenyum.
__ADS_1
"(Termenung) Apakah hari ini adalah tanggal ulang tahunmu?"tanya jiho yang belum tahu hari ulang tahun Jenna.
"iya!!!aku belum pernah memberi tahumu,ini pertama kalinya kamu tahu setelah kita menikah"jawab Jenna.
"Maaf!!harusnya aku mencari tahu terlebih dahulu,dan harusnya aku memberimu ucapan ulang tahun dan kado spesial "sahut Jiho.
"Aku memakluminya, karena kita kan tidak pernah menjalin hubungan kekasih sebelumnya,dan saat mengurus dokumen nikah juga hanya aku dan hara jadi kamu gak tahu apa-apa tentang hari ulang tahun ku"celetuk Jenna sambil tersenyum.
"Kalau begitu,selamat ulang tahun istriku sayang,hhmmm....Kamu ingin hadiah apa?"celetuk jiho.
"Aku ingin...satu hari kita seperti orang yang baru pertama kali berpacaran,hanya berdua pergi mengunjungi tempat-tempat yang terkenal di drama Korea romantis"jawab Jenna bersemangat.
"oke!!baiklah,nanti kita minta tolong ke paman Choi agar anak-anak bisa di titipkan dulu sehari, karena paman Choi sudah seperti orang tua kandung bagiku juga dan sebaliknya pun paman Choi juga merasakan hal yang sama" sahut Jiho.
__ADS_1
"ye.. kajjaa..."celetuk Jenna sambil bersemangat"