
Tanggal 21 Maret,musim semi pun tiba di distrik geonggi,banyak dedaunan yang mulai berguguran dan cuaca dan pemandangan disana sangatlah menyejukkan hati.
Jenna menatap pohon buah kesemek yang ada di depan rumah mertuanya.
Jenna tidak pernah memakan buah kesemek dan jiho lalu menawarinya satu buah kesemek yang dia petik tadi.
Kata Jenna buahnya sangat manis,di Indonesia ini seperti pencampuran buah mangga yang sudah sangat matang dan ada kriuk-kriuk seperti buah pear.
Jenna tersenyum dan berkata ke jiho,hari ini adalah hari ulang tahunya,Buah ini adalah hadiah pertama di ulang tahunku sejak aku menjadi seorang ibu.Jiho pun termenung kaget dan meminta maaf padanya karena tidak ingat ulang tahunya dan tidak memberinya ucapan sejak awal.
Aku memakluminya,.."kata Jenna sambil tersenyum"
Jenna lanjut berkata bahwa dia tahu kita tidak pernah berpacaran dan menikah pun kita hanya sebentar mengenal lebih dalam.
Saat mengurus dokumen pernikahan juga saat itu kita hanya saling tahu nama,maka dari itu aku tahu kau tidak mengetahuinya,karna aku baru memberi tahumu sekarang.
Jiho lalu tersenyum, kemudian memeluk Jenna dan berkata selamat ulang tahun istriku sayang,hhmmm....
Kamu ingin hadiah apa...?"kata jiho"
Aku ingin buah kesemek lagi,ini sangat enak.."kata Jenna"
Jiho lalu tersenyum berkata itu permintaan yang terlalu mudah,baiklah aku akan mengambilkanya lagi sampai buahnya habis tak tersisa di pohonya,Jenna lalu tertawa....berkata,aku juga tak serakus itu..hahaha..aku hanya ingin satu lagi.
Jiho lalu berkata,aku juga salah ya.. menjadi pria yang tak romantis,kenapa aku berbicara kamu ingin hadiah apa, padahal wanita biasanya sangat suka hadiah kejutan.
Kalau begitu nanti malam kita pergi ke restoran mewah yang ada di Seoul.."kata jiho"
Restoran mewah,hhmmm.....aku tidak begitu tertarik,anak-anak juga akan lelah selama perjalanan,bagaimana kalau kita camping,aku dengar dari orang desa bahwa ada tempat camping di pinggir danau sekitar sini.."kata Jenna"
Baiklah,kajjaa..."kata jiho sambil bersemangat"
__ADS_1
Kalau begitu, sekarang kita harus pergi berbelanja ke supermarket market yang tak jauh dari desa untuk mempersiapkan apa-apa saja yang kita akan bawa ke acara camping hari ini..."sahut Jenna"
Jiho berkata,"ayo...mumpung anak-anak lagi tidur di jaga sama nenek Dami(ibunya paman Choi).
Waktu di supermarket,Jiho tak sengaja bertemu dengan seorang perempuan dari anak kepala desa yang pernah di jodohkan denganya dulu,tatapan perempuan itu seperti masih menyimpan perasaan cinta ke jiho, perempuan itu juga baru saja tiba di desa,dari menyelesaikan gelar masternya di luar negeri.
Mereka pun saling menyapa,dan mereka bertanya tentang kabar masing-masing, melihat keakraban itu Jenna pun cemburu,namun dia berusaha bersikap welcome dengan perempuan itu sambil berkenalan.Ketika Jenna melihat perempuan itu mengajak jiho untuk mampir ke rumahnya kapan-kapan,Jenna sontak memanggil jiho dengan sebutan sayang dalam bahasa Korea,dan lalu bersikap manja di depan jiho,jiho pun mengerti akan kode dari istrinya sambil tersenyum,jiho menolak ajakan perempuan tersebut,karena tidak ingin ada salah paman lagi,dia takut memberi ruang agar perempuan itu bisa percaya diri,mendekatinya,karena perjodohan itu dari awal sudah di tentang jiho sejak mereka menyelesaikan sekolah mereka.
Pukul Dua siang,mereka sekeluargapun pergi ke tempat camping,anak-anak sangat senang akhirnya bisa camping bersama ayah ibunya, sesampainya di tempat camping mereka pun membagi tugas,para lelaki mendirikan tenda dan perempuanya mempersiapkan perlengkapan memasak barbaque.Mereka begitu senang menghabiskan waktu bersama,dan tibalah saat malam tiba,saat anak-anak sudah tertidur jiho dan Jenna pun saling menceritakan pengalaman mereka sebelum mereka kenal,jiho menceritakan bahwa dulu orang tuanya hanya petani kecil,dan dia pernah defresi karena waktu SMA dia hanya seorang atlet renang di sekolahnya tidak pernah fokus belajar sampai hari ini ayahnya tiba-tiba mengalami kecelakaan dan di perjalanan dia karena sangking khawatirnya dia tidak fokus sepeda yang dia naiki untuk ke rumah sakit tersambar oleh motor,dan saat itulah dia memiliki cederah di bahunya.Sesampai di rumah bertemu ayahnya,dia banyak melihat dokter-dokter yang menahan lelah mereka masih fokus mengobati pasien.Karna ayahnya harus di operasi dia dan ibunya harus mengeluarkan biaya mahal untuk operasi tersebut,Jiho pun mati-matian mencari uang tambahan untuk ayahnya,dia menghiraukan sakit di bahunya agar bisa selalu menang dalam pertandingan,sampai sakit bahunya tambah parah dan dia pingsan saat mendapatkan piala kejuaraan di tingkat internasional yang di adakan di negara tetangga,dia begitu tak peduli asalkan bisa mendapatkan bonus uang dari pertandingan tersebut untuk keperluan berobat ayahnya,sampai dia di beritahu dokter bahwa dia tidak bisa menjadi seorang atlet lagi,saat itu dia menyalahkan dirinya dan frustasi.
Jiho lalu berkata ke Jenna,apakah kau tahu... sebenarnya cinta pertamaku bukan Hara, melainkan seorang perawat pemula di jepang dan dia merawatku sebab dia fasih berbahasa Korea,dan perawat lain kebanyakan tidak mengerti bahasaku.
Karena dia aku memiliki cita-cita menjadi seorang dokter,agar nantinya jika Tuhan berkehendak aku di pertemukan dengan perawat itu lagi,aku ingin berterima kasih dan ingin menyombongkan sedikit kepadanya bahwa aku akhirnya menjadi seorang dokter sangat berguna bagi banyak manusia.
.......
*Flashback*
Saat jiho di rawat di salah satu ruang rawat untuk atlet di wisma atlet yang ada di jepang.Seorang perawat pemula berkebangsaan Indonesia yang ikut jadi petugas untuk membantu cedera para atlet selama pertandingan.Perawat itu berbicara dengan jiho yang sudah kehilangan semangat hidup,dia menyadarkan jiho dan berkata padanya bahwa dia juga datang jauh-jauh juga karena butuh uang sama halnya dengan dia,tetapi sepenting-pentingnya uang,kita tak boleh membuat tubuh kita menjadi tumbal kesengsaraan.
Kamu tahu aku memiliki cita-cita menjadi seorang perawat bedah profesional.Walaupun otakku mampu,namun perekonomianku tak mampu,tapi aku bisa membuktikan diriku bahwa aku bisa sampai disini karena perjuangan panjang dan semangat.
Setiap orang memiliki kekurangan,namun kekurangan itu bukan air yang membuat seseorang harus tenggelam melainkan sebuah tembok yang harus di panjat dan di perjuangkan agar kita bisa melihat sesuatu hal baik di balik tembok itu.
Perjuangkan sesuatu yang baik untuk seseorang yang baik,jangan hanya fokus pada ketidakberuntungan diri sendiri.
Yakni kamu masih memiliki kedua orangtua yang sangat menyayangimu,jadi bersemangatlah untuk mereka yang menyayangimu,mereka tidak pernah salah memberikanmu sebuah kepercayaan agar kau bisa menjadi dirimu yang kuat dan tetap memperjuangkan hidup.
Mendengar perkataan perawat itu,hati jiho langsung tergerak dan bersemangat untuk membuat dirinya keluar dari zona terpuruk.
.....
__ADS_1
Jenna pun bertanya,apakah kamu sudah bertemu denganya??
Jiho menjawab, sampai detik ini dia tak pernah bertemu dengan perawat itu lagi.
Jenna berkata,Semoga kalian bisa bertemu,suatu hari nanti,aku juga penasaran dengan orang baik seperti dia.Dan ini sekali menganggapnya sebagai saudara perempuanku..
Kenapa ingin menjadikanya saudara,sahut Jiho
Jenna berbicara bahwa karena jika dia berterima kasih saja itu tak akan cukup dia rasa karena sama halnya denganmu walaupun dia cinta pertamamu,tapi aku menganggapnya sebagai seorang yang sangat berharga juga.Karena dari motivasinya kamu bisa menjadi Jiho yang sangat luar biasa dan aku bisa bertemu denganmu.Seberharga itu dirimu maka aku menganggap orang yang membuatmu hidup juga orang yang berharga.
Jiho lalu tersenyum dan memeluk Jenna yang sedari tadi menyenderkan kepalanya di bahunya.
...Jenna...(jiho memanggil Jenna dengan nada sayang)
.....hmmm....(sahut Jenna,lalu menoleh ke wajah jiho)
Ini kado ulang tahun untukmu(sambil menunjukkan satu kotak perhiasan kecil yang dia sembunyikan di saku jaketnya sedari tadi)
Jenna lalu membukanya dan melihat isinya adalah sebuah kalung yang imut dengan berlian yang indah.
Terimakasih,sahut jenna
Selamat ulang tahun istriku,sahut Jiho
Jiho kemudian memasangkanya ke lehernya Jenna lalu mencium kening Jenna.
Jenna pun sangat bahagia malam itu.
Jiho lalu bertanya ke Jenna bahwa dia ingin Jenna berbagi pengalaman pahitnya juga,agar dia bisa menjadi tempat bersandarnya bahwa dia tidak hanya bisa berada disisi saat Jenna bahagia saja.
Jenna lalu menjawab dan meminta maaf bahwa dia adalah tipe orang yang suka memendam semuanya,dia juga ingin saling berbagi kisah ketidakberuntungan satu sama lain,namun Jenna terkadang hanya bisa bercerita saat di waktu itu juga hatinya sedang tidak baik-baik saja,atau dia sedih maka semua kenangan pahitnya di akan ingat semua.Sekalipun dia ingin bercerita kalau hatinya sedang merasa bahagia atau enjoy dia tidak ingin merusak mood hatinya itu dengan pengalaman masa kelamnya.
__ADS_1
Kata Jenna,nanti dia akan belajar membuka diri pada orang sangat dia sayangi,pelan-pelan dia akan mengutarakanya.
Jiho pun mengerti dengan situasi yang ada juga,dan akan selalu menjadi suami yang sabar dan siap sedia untuk Jenna.