
Rapat pun selesai. Shino menyuruh orang -orang nya keluar dari ruangan rapat. Kini tinggal mereka berdua _ Elsa dan Shino_
"Kau merindukan kekasihmu itu? Hingga kau datang ke rumahnya pagi ini? Apa kau tahu itu membahayakan kita?" tanya Shino. "Ku harap kau tidak menyebutkan nama" kata Elsa.
"Kenapa? " tanya Shino menyelidik. "Aku merasa ada yang membuntuti ku" kata Elsa.
Shino memiringkan kepalanya. "Kau yakin? " tanya Shino sambil mengeluarkan pistol nya.
"What the.. " gumam Elsa.
Dor!
Tembakan Shino di lepaskan ke penutup lubang udara. "Shit" maki Leon pelan.
Shione benar-benar terkejut. Peluru itu mengenai atap loteng. Shione dan Leon saling pandang.
Shino dan Elsa menatap pintu lubang udara itu. "Keluarlah! Atau akan ku tembak lagi! " ancam Shino.
Tidak ada pergerakan. Shino menembaki baut yang menahan pintu lubang udara tersebut. Hingga pintu itu pun terlempar dan menyebabkan Shione serta Leon terjatuh dari sana.
"Oh kau adikku? " kata Shino.
"Ku pikir kau sudah mati" kata Shione pada Shino. "Aku belum mau mati sebelum... " Shino tidak melanjutkan kata-kata nya. Dia melirik Elsa yang memberikan kode seolah berkata. Jangan katakan sesuatu
"Sebelum apa? " tanya Shione menyelidik sambil mendekati Shino. Shino menatap adiknya itu. Shione juga menatap kakaknya.
"Sebelum kau memiliki Aori? " tanya Shione.
Deg
Shino tidak menyangka Shione akan mengetahuinya. Dia menyembunyikan perasaan nya pada Aori selama 20 tahun.
"Kau mencintai nya kan? " tanya Shione lagi menohok hati Shino.
"Aku tahu, saat itu , Aori memukul dadamu dan aku yakin bekasnya masih ada sampai sekarang, aku sadar, saat itu aku dan kedua kakek kita telah salah paham karena menyangka Aori yang menyakiti mu yang ceritanya ingin membantunya berlatih, padahal nyatanya kau akan memperkosa Aori, iya kan? Aku menyesal mempercayaimu" kata Shione.
Shino menautkan alisnya. "Lalu kau? " Shino memegang bibir bagian bawah Shione. "Kau juga melakukan kesalahan kan? Bibir indahmu ini sudah berkali-kali di sentuh pria, iya kan? " tanya Shino sambil mendelik Leon.
Shione melepaskan tangan Shino dari bibirnya. "Bukan urusanmu! " bentak Shione. "Dan ini juga bukan urusanmu adikku tersayang" kata Shino.
__ADS_1
"Aku? Adikmu tersayang? Kau 2 kali hampir membunuhku sialan! " bentak Shione.
"Kapan? " tanya Shino dengan ekspresi pura- pura terkejut membuat Shione muak melihat nya. Elsa memutar bola matanya bosan.
"Waktu di rapat mafia dan baru saja! Apa kau ingat! " bentak Shione.
"Owh itu tidak sengaja" kata Shino dengan wajah tanpa dosanya.
"Sekarang katakan saja! Apa kau menculik istri orang hah! " bentak Leon pada Shino.
Shino menautkan alisnya dan menatap Leon dengan tajam. "Tidak " jawab Shino.
"Berhenti mengatakan hal bodoh ini, dan kalian berdua, pergi dari kantor ku sekarang!! " bentak Elsa sambil menunjuk pintu keluar.
"Tidak akan, katakan dulu dimana Aori! " kata Shione sambil menodongkan pistol nya ke kepala Elsa.
"Kenapa kau berpikir aku yang menculiknya? " tanya Elsa menyelidik. "Kau cukup mencurigakan, apalagi kau dan kakakku bekerja sama, membuat aku semakin curiga saja" kata Shione penuh penekanan.
Elsa mendelik Shino yang mengedikkan bahu nya. "Shino, katakan pada adikmu ini untuk menurunkan senjata nya! " kata Elsa penuh penekanan.
"Shione, jangan menggertak wanita itu " kata Shino.
Leon menghampiri Shino. "Sekarang katakan, dimana Aori? " tanya Leon.
"Aku sudah bilang aku tidak tahu " jawab Shino sambil mengedikkan bahu nya.
Dengan cepat, Elsa menarik tangan Shione dan memukul lengannya dengan sikutnya membuat Shione meringis.
Terjadi perkelahian kedua wanita tangguh itu. Shione memukul dada Elsa, tapi Elsa berkelit. Elsa berhasil menendang perut Shione. Shione tepundur.
Baru saja Shione akan menyerang, Shino menarik pinggangnya. Elsa juga akan menyerang, namun kedua lengannya di tahan Leon.
"Jangan berkelahi di kantor orang adikku sayang " kata Shino.
"Lepaskan aku Leon!! Kau tidak mampu membantu ku untuk mendapatkan Rider! Jadi jangan halangi aku untuk menghajar kekasih tua mu itu!! " teriak Elsa sambil meronta berusaha menyerang Shione.
"Shione!! Diam!! " bentak Shino. "Kau yang diam! " Shione balik membentak.
Shino menarik Shione keluar dari ruangan itu. Leon melepaskan Elsa kemudian mengikuti Shino yang membawa Shione keluar.
__ADS_1
"Pergi lah, kalian tidak punya bukti kami menculik Aori atau tidak, jadi lebih baik pergi saja " kata Shino.
Tidak ada pilihan lain, mereka pun berlalu pergi. "Wanita sialan! " geram Shione.
♡♥♡♥♡♥♡
Rider mendengus. "Biarlah jika memang tidak ada bukti, terimakasih kalian sudah mau membantu " kata Rider.
Shione dan Leon menghela napas berat berbarengan. "Kalian boleh kembali ke Italia, pakai saja jet pribadi milik mendiang ibu ku " kata Rider.
"Tidak! Kau tidak bisa menyuruh kami pergi begitu saja! Kami akan mencari Aori sampai ketemu dan kau jangan putus asa!! Ingat!! Dia mengandung anakmu! Hasil perbuatan kotormu! " kata Shione.
Rider merenung sesaat kemudian dia menoleh pada Shione, lalu menoleh pada Leon.
Leon tersenyum sambil mengangguk tanda mengiyakan ucapan Shione.
"Baiklah, kau benar Shione, dia sedang mengandung dan dia pasti kesulitan untuk kabur, baiklah kita buat rencana" kata Rider.
"Itu baru psikopat sejati" kata Shione penuh semangat. Leon tersenyum melihat tingkah Shione.
♡♥♡♥♡♥♡
Shino menyetir mobil. Dia samping nya ada Elsa. Mereka terlihat kesal dengan apa yang terjadi di kantor siang ini.
"Jadi sekarang kau akan kemana? " tanya Elsa. "Mengadakan makan malam bersama klien ku di mansion ku yang dekat dengan markas kita" jawab Shino.
"Kau sudah mendapatkan apa yang kau mau, yaitu Aori, lalu kapan aku mendapatkan Riddy? " tanya Elsa.
"Sebentar lagi, dia pasti akan kau dapatkan" kata Shino. "Aku tidak yakin, dia mencintai Aori! " kata Elsa.
"Ada aku yang akan menjauhkannya dari Rider " jawab Shino. "Kalau begitu cepat menikah dengan Aori! " kata Elsa tegas.
"Aku memang akan melakukan nya dan itu pasti akan menjadi kenyataan" jawab Shino.
"Aku tidak yakin, meski pun Aori sudah menjadi milikmu, Rider pasti akan tetap mengejarnya. Satu-satunya cara agar aku mendapatkan Rider yaitu dengan membunuh Aori! " batin Elsa.
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah