MAFIA VS PSYCHOPATH

MAFIA VS PSYCHOPATH
25


__ADS_3



Langit New York di taburi bintang- bintang yang berkelip. Jalanannya lancar tidak macet kadang ada saja pembalap liar yang membelah jalanan demi kepuasan semata.



Di mansion Shino, para pelayan sibuk menyiapkan makan malam. Aori dan Shino duduk di meja makan. Shino menghela napas berat melihat  Aori yang sedari tadi melamun.



Meski beragam jenis makanan sudah tersedia di meja, Aori sama sekali tidak terlihat ingin melirik satu pun dari makanan yang sangat menggugah selera itu.



Dari mulai makanan asli Amerika dan makanan asli Jepang tersedia di meja makan.



"Aori makanlah" kata Shino. "Aku tidak mau" kata Aori. "Atau aku yang memakanmu" ancam Shino. Aori menatap Shino dengan tajam. Selama ini, Shino tidak pernah macam-macam pada Aori. Dia hanya mencuri ciuman saja.



Tiba-tiba terdengar suara seperti baling-baling helikopter didepan mansion. Pelataran mansion Shino memang luas namun tidak cukup untuk menampung sebuah helikopter.



Shino segera beranjak dari duduk nya kemudian bergegas keluar dari ruangan makan. Aori terlihat berpikir, namun kemudian, dia juga beranjak dari kursinya menyusul Shino walau dengan pelan karena dia sedang hamil besar.



Shino menatap tajam helikopter yang mendarat di pelataran mansion nya menghancurkan patung-patung hiasan taman.



Dia menggeram kesal apalagi setelah melihat  keberadaan Shione dan Leon didalam helikopter.



Shino mengeluarkan pistol nya kemudian menembak helikopter itu.



Shione dan Leon segera meloncat dan bertiarap. Terjadi ledakan dasyat karena pistol Shino mungkin mengenai bagian vital helikopter nya.



Untung Shione dan Leon berhasil keluar dan bertiarap. "Sial! " geram Shino kemudian menghampiri mereka. Tanpa dia sadari, Rider dan Miura mengendap memasuki mansion nya lewat balkon turun dari helikopter yang terbang di atas mansion Shino.



Helikopter yang berada diatas mansion itu segera meluncur meninggalkan mansion tersebut. Para penjaga berlari dan segera menuntaskan tugas mereka sebagai orang kepercayaan.



Shino hampir dekat, Leon segera bangkit. Dengan sekuat tenaga, Shino menghajar Leon. Namun Leon berhasil menahan pukulan mematikan Shino.



Shione segera bangkit dan berlari memasuki mansion Shino. Namun beberapa bodyguard menghadangnya dan terjadi perkelahian.



Shione melihat  Aori berdiri di ambang pintu. Dia berhasil mengalahkan orang -orang nya Shino dan segera menghampiri Aori.



"Aori! Kau baik-baik saja? " tanya Shione. "Shione? " Aori terkejut melihat  keberadaan Shione.



"Aku, Leon, Rider dan Miura sedang berusaha menyelamatkanmu, mungkin sekarang Miura dan Rider sudah berada didalam mansion. Ayo kita pergi, aku akan memberitahu mereka kalau kau dan aku sudah aman" kata Shione. Aori benar-benar terkejut. Dia tidak menyangka betapa Rider memperdulikannya. Dia merindukan Rider, semua yang ada pada Rider.


__ADS_1


Shione menatap Aori kemudian mengguncangkan kedua lengan Aori. "Aku ingin segera bertemu Albert " kata Aori. Senyuman Shione mengembang setelah mendengar pengakuan Aori yang tiba-tiba. Aori juga tidak mengerti kenapa dia mengatakan itu.



Aori melirik ke belakang Shione kemudian dengan gerakan cepat, dia melayangkan pukulan nya. Shione terkejut ternyata Aori memukul seorang bodyguard yang berada di belakang Shione.



"Ayo" kata Aori sambil menarik tangan Shione ke dalam mansion. "Kenapa kita ke dalam? " tanya Shione. "Ada mobil anti peluru di lantai 2" jawab Aori.



"Apa? Apa-apaan kakakku yang gila itu menyimpan mobil di lantai dua? Apa tidak berlebihan? Bagaimana menaikan dan menurunkannya dari sana? " tanya Shione.



"Tidak ada waktu untuk berpikir, ayo" kata Aori masih menarik lengan Shione. Mereka pun memasuki mansion dan menuju ke lantai 2.



Shione menghubungi Rider dan Miura melalui alat komunikasi tekno yang di pasang di cuping telinga mereka sebelum berangkat tadi.



"Rider, Miura, aku sudah membawa Aori, kalian sedang apa? " tanya Shione.



"Aku sedang melawan beberapa orang besar di lantai 3" jawab Miura.



"Aku juga sedang melawan beberapa orang besar di balkon, katakan sekarang kalian dimana? " tanya Rider.



Aori dan Shione sudah sampai di depan pintu ganda yang memiliki alat pemindai jari (finger print) 




"Aku akan segera kesana" kata Rider dan Miura berbarengan meski mereka berbeda tempat.



"Bagaimana ini Shione, pintu nya memakai pemindai jari" kata Aori. "Shit!! Apa tidak bisa memakai yang lain?" tanya Shione sambil mengumpat kesal.



Tiba-tiba seseorang memegang bahunya. Shione menoleh ternyata Elsa... namun..



Duaghh



Dengan kekuatan penuh, Elsa memukul wajah Shione hingga Shione tersungkur. Aori terkejut dia pun menghajar Elsa. Terjadi perkelahian antara Elsa dan Aori.



Shione memegang hidungnya ternyata berdarah. Dia pun bangkit kemudian menghajar Elsa. Elsa terkena pukulan Shione sampai dia terpundur.



"Biar aku yang hadapi jalang ini" geram Shione. Aori mengangguk dia mencari lubang kunci yang kemungkinan bisa dia otak- atik. Namun tidak ada, yang ada hanya lah sesuatu lubang bulat dengan liku- liku aneh.



Aori mengerutkan dahinya. Dia ingat. Bentuknya menyerupai 2 ekor naga yang saling melilit satu sama lain.



"Naga emas dan naga perak yang saling membelit untuk menjaga keseimbangan dan menjaga gelas berisikan marga Hashi untuk Hashigawa dan Hashimoto.. Itu lambang keluarga, keluarga ku dan keluarga Shino " gumam Aori.

__ADS_1



Aori memegang kalung yang selama ini dia bawa kemana -mana tanpa memakainya. Kalung itu memiliki mata bulat sebesar koin dan ada 2 naga perak dan satu lagi berwarna emas sedang melilit sebuah gelas wine didalamnya terdapat huruf H.



Dia memasukannya ke lubang itu dan ternyata muat. "Kalung ini hanya ada 3 di dunia yaitu milikku, milik Shione dan Shino " gumam Aori. "Sekali ini saja, aku seperti seorang yakuza " lanjutnya.



Sementara itu, Shione masih berkelahi dan seolah ingin saling membunuh.



Aori memutar kalungnya dan berhasil. Pintu itu terbuka. Dia segera memasuki ruangan tersebut.



Shione menendang Elsa hingga jatuh berguling- guling dari tangga. Elsa masih sadar hanya ada darah yang mengalir dari dahinya.



Aori mencari kunci di sekitar mobil anti peluru berwarna putih itu. Dia melihat  kunci itu terdapat pada dinding dengan kotak pengaman kaca.



Aori mengambil kapak dan memecahkan kotak kaca tersebut. Dia pun mengambil kuncinya.



Rider dan Miura memasuki ruangan dimana Shione dan Elsa berkelahi.



Shione masih berdiri di tangga dan akan menghampiri Elsa. Namun lengan nya di cekal Miura.



"Jangan di lanjutkan" kata Miura. Rider mendengus kesal melihat  Elsa. Dan Elsa menatap nya penuh harap.



Tiba-tiba sebuah mobil putih meluncur keluar dari ruangan yang di buka oleh Aori. Mereka menoleh dan terkejut melihat  Aori yang menyetirnya.



"Aori " gumam Rider dan Miura bersamaan. "Ayo kalian masuk, kita akan pergi dari sini! " kata Aori.



Sementara itu, Leon sudah babak belur begitu pun dengan Shino.



Tiba-tiba sebuah mobil putih meluncur keluar dari jendela kaca lantai 2. Mereka berdua menoleh. Shino membelalak melihat  mobil anti peluru nya mendarat kasar di tanah.



Kelengahan Shino di manfaatkan oleh Leon. Dia memukul kepala Shino. Shino pun terkapar tak sadarkan diri.



Leon mendengus kesal.



♡♥♡♥♡♥♡




By


__ADS_1


Ucu Irna Marhamah


__ADS_2