
Bulan yang sudah di tentukan tiba, dimana di bulan itu, Eduardo dan Rachel menikah. Mereka berdua berdiri di altar dengan janji suci yang sudah terucap di hadapan para tamu termasuk Rider dan Aori.
Eduardo mendekat kemudian mencium bibir Rachel dengan penuh penuntutan. Rachel menahan dada Eduardo. Sedangkan Eduardo memeluk pinggang Rachel.
Pipi Shione merona melihat adegan ciuman itu. Aori melirik Rider. "Itu memalukan, apa waktu itu kita juga begitu? " bisik Aori.
Rider tersenyum. "Kalau iya kenapa? " jawab Rider dengan pertanyaan balik. Pipi Aori merona.
Terdengar suara gendang. Aori dan Rider terkejut. Leon dan Shione menoleh. Eduardo dan Rachel juga menoleh ternyata Arthur dengan pakaian lengkap ala India nya.
Para gadis India pun bernyanyi menyemarakkan suasana acara.
Arthur menari di iringi beberapa gadis India lainnya dengan perut toples.
Rachel senang melihat penampilan Arthur yang keren sekali menurutnya.
Tarian Arthur membuat para tamu terpesona. Eduardo hanya menggeleng pelan. Dia tahu kebiasaan adiknya yang suka dance itu sulit di hilangkan.
Kemarin saja dia memohon untuk menampilkan tarian nya itu. Eduardo pun terpaksa mengizinkannya. Untuk Eduardo sayang padamu Arthur 😀😀😀
Shione tersenyum melihat kelihaian Arthur dalam melenggokkan tubuhnya.
Aori dan Rider saling pandang. "Aku sempat berpikir apa kita ini salah membaca lokasi undangan? " gumam Aori. Refaldo senang. Dia bertepuk tangan.
Arthur menghampiri Aori kemudian menggendong Refaldo dan mengajaknya menari. Aori terhenyak. Rider menenangkan Aori.
Refaldo sangat senang dan tertawa di pangkuan Arthur. Musik semakin keras dan menggema. Hingga tarian itu pun selesai. Semua tamu bertepuk tangan.
Arthur mengembalikan Refaldo pada Aori. "Hebat sekali Arthur " kata Rachel sambil tersenyum bahagia. "Terimakasih kakak ipar" jawab Arthur senang. Eduardo menatap Rachel kemudian tersenyum tipis.
Setelah acara pernikahan selesai, Aori dan Rider pamit pulang untuk melanjutkan kehidupan cinta mereka.
Shione menghampiri Arthur. "Hai Shione? " sapa Arthur. "Hai, wah kau hebat sekali Arthur " puji Shione.
"Hehe terimakasih Shione " jawab Arthur. Shione tersenyum.
♡♥♡♥♡♥♡
__ADS_1
Hari ini, Eduardo dan Rachel akan berbulan madu ke Jepang. Mereka mengajak Arthur, Leon dan Shione. Namun Arthur menolak dengan alasan takut mengganggu bulan madu mereka.
Leon dan Shione juga menolak dengan alasan yang sama. Mereka berdua lebih memilih menikmati liburan di Italia.
Leon mengajak Shione ke padang ilalang yang luas. Mereka menikmati pemandangan yang sejuk. Sudah ada meja dan kursi yang di hias sedemikian rupa agar terlihat indah.
Shione tidak mengira pria psikopat seperti Leon bisa romantis juga seperti ini.
Leon berdiri berhadapan dengan Leon. Mereka saling menatap. Terpancar cinta di mata masing-masing.
Leon menunjukkan sebuah kotak kecil berwarna hitam. Shione terkejut melihat nya.
"Kita sudah melalui semuanya bersama, aku ingin kita bersama seperti yang kau mau, ya aku tidak bisa berkata- kata seromantis Arthur, tapi.. Will you marry me? " Leon membuka kotak itu dan isinya cincin perak dengan ukiran huruf SL yang indah.
Shione benar-benar terharu. Terakhir dia terharu karena berhasil meruntuhkan menara ming ti di China untuk perdamaian yakuza Cina dan Jepang dan ini mungkin hal yang paling mengharukan bagi Shione.
Shione memeluk Leon dengan erat. "Yes I will and I always waiting for this moment, thaks, I'm very happy" kata Shione.
Leon membalas pelukan Shione. "I love you so much, muffin" bisik Leon.
Shione melepaskan pelukannya kemudian menatap Leon. "And I love you too.. I love you so much.. I always love you, psycy" kata Shione.
♡♥♡♥♡♥♡
Aori membuka pintu, dia keluar untuk bermain dengan Refaldo yang sudah bisa berlari di usianya yang ke 2 tahun.
"Let's we play mom" kata Refaldo kecil sambil menarik tangan ibunya. Rambut cokatnya berkilauan karena tertimpa sinar matahari.
"Ok, babe, wait" Aori melihat ada surat yang tergeletak di lantai. Dia segera mengambil nya.
Aori tersenyum melihat nama yang tertera di surat undangan itu.
Leonardo Alfa Davidson
And
Shione Hashigawa
"What it is mom? " tanya Refaldo.
__ADS_1
"Your auntie will marry with her love babe" jawab Aori.
"Really? I want to meet my auntie " kata Refaldo semangat.
"Of course, babe, let's play with ball" kata Aori sambil mengajak Refaldo bermain.
♡♥♡♥♡♥♡
Bulan dimana pernikahan Shione dan Leon pun tiba, Rider, Aori dan Refaldo sudah datang.
Shione dan Leon mengucap janji suci di hadapan para tamu. Aori benar-benar terharu. Shione benar-benar terlihat sangat cantik dan lebih cantik dari biasanya yang tidak pernah mau berdandan.
Setelah janji suci terucap, Shione dan Leon berciuman. Eduardo tersenyum bahagia. Rachel yang sedang menggendong anak kecil perempuan juga tersenyum.
Arthur menuangkan wine kemudian meminumnya. Brian menghampiri Arthur. "Tidak menari seperti waktu itu Arthur? " tanya Brian.
"Tidak, hari ini aku sedang malas" jawab Arthur sekenanya. "Kapan kau akan menikahi Cellina? " tanya Brian.
"Entahlah, dia merasa aku telah memberikan nya harapan palsu, jadi kami tidak melanjutkan hubungan kami" jawab Arthur.
"Aku yakin, suatu hari nanti, kau akan mendapatkan yang lebih baik dari dia" kata Brian.
"Semoga saja "
♡♥♡♥♡♥♡
Leon keluar dari kamar mandi. Dia melihat Shione yang hanya memakai jubah tidur.
Leon menelan air liurnya sendiri kemudian menghampiri Shione.
"Kau cantik sekali " kata Leon
Leon mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Shione dengan penuh penuntutan.
Shione membalas ciuman Leon tak kalah menuntut. Kedua tangan Leon bebas bergerilya di tubuh indah Shione.
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah