
Seorang pria berbadan tegap tengah duduk di kursi kebesarannya sebagai kepala kepolisian. Dia sedang memeriksa laporan harian dari para detektif nya.
Terdengar suara pintu di ketuk. Pria yang tak lain adalah Miura itu menoleh menatap pintu. "Masuk " katanya.
Pintu terbuka dan masuk lah Shione. "Shione? " tanya Miura sambil melirik kesana kemari karena takut ada yang melihat keberadaan Shione.
"Hai Miu" sapa Shione dingin kemudian duduk berhadapan dengan Miura tanpa di persilakan sama sekali.
"Kenapa kau disini? Bisa- bisa para polisi menangkap mu" kata Miura. "Tidak mungkin dan tidak akan, lagi pula semua klub ku memiliki legalitas dari negara" jawab Shione.
"Ada apa kau kemari? " tanya Miura. Shione terlihat sedih. "Aori di culik" jawab Shione pelan.
Miura terbelalak terkejut. Dia lantas berdiri dan mengguncangkan kedua bahu Shione.
"Siapa yang berani melakukan tindakan bodoh itu! " bentak Miura. "Katakan! " kata Miura lagi.
"Hei lepaskan tanganmu itu dari kekasihku! " kata Leon yang tiba-tiba berada di ambang pintu bersama Rider.
Miura menatap Rider dengan tajam. "Ku pikir kau akan menjaga nya dengan baik" geram Miura.
♡♥♡♥♡♥♡
Miura melacak keberadaan alat pelacak yang di pasang oleh Shione pada rambut Elsa waktu mereka berkelahi di kantor Elsa.
"Masih terpasang, namun wanita ini tidak terlihat mencurigakan " kata Miura. "Kau memang polisi yang payah, aku tahu, waktu itu saja Aori yang menyelamatkan mu " ledek Rider.
"Dan sekarang kau juga tidak mampu menjaga nya kan? Psikopat " ledek Miura.
"Aku mampu, hanya saja orang yang ini berbeda" kata Rider pelan.
"Sama saja kau tidak mampu " geram Miura.
"Kalian hentikan!! " teriak Shione. Leon mendengus kesal.
Miura dan Rider pun berhenti bertengkar. Miura mencocokkan data di pelacak Shione dengan data buronan internasional.
__ADS_1
"Oh shit!! " umpat Miura. "Ada apa? " tanya Shione. "Wanita ini mafia kan? Kenapa dalam hidupku selalu berhubungan dengan mafia! " gerutu Miura.
Leon terkekeh melihat kekonyolan Miura sebagai kepala kepolisian yang elit di wilayah Tokyo, Jepang.
"Karena kau juga mencintai seorang mafia" kata Shione cepat. Rider mendelik tidak suka pada Shione.
"Kenapa? Itu kenyataannya" kata Shione pada Rider. Rider mendengus kesal.
"Aori bukan mafia seperti mu, dia polisi yang baik dan bertanggung jawab, apalagi kalau si brengsek teman kekasihmu itu tidak berbuat asusila pada Aori! " geram Miura.
"Yang ku bicarakan bukan Aori, tapi.. " kata-kata Shione tidak di lanjutkan karena tatapan Miura yang mengintimidasi.
Leon dan Rider menautkan alisnya kesal. "Ok, Elsa seorang buronan, dia benar-benar mafia sialan yang menjual orang di klub nya" kata Miura yang membaca data hidup seorang Elsa Augustino.
"Menjual orang? Aku baru tahu dia seorang mafia kemarin dan sekarang aku dapat berita baru lagi, dia menjual orang? " tanya Rider seolah memastikan.
"Iya, bukan hanya jalang, tapi juga anak kecil yang di jual organ dalamnya, bukankah dia jalangmu? Masa kau tidak tahu " kata Miura.
"Aku dan dia hanya berhubungan sebagai pemuas napsu saja, itu pun dulu! Dia tidak memberitahu ku soal dia mafia atau dia bisa berkelahi " kata Rider.
2 naga perak dan emas yang saling membelit satu sama lain untuk mempertahankan sebuah gelas berisikan huruf H.
"Itu lambang keluarga kami" kata Shione. "Sudah ku duga, kakakmu juga andil dalam penculikan ini, bukankah dia mencintai Aori " kata Miura.
"Apa?!" teriak Leon dan Rider bebarengan saking terkejut nya.
"Tapi mereka sepupu kan? " tanya Leon pada Shione.
"Sudah ku duga, kenapa kemarin tidak kita bunuh saja mereka. Aku sudah yakin Dia memang gila" kata Shione sambil mendengus kesal.
"Kau mau membunuh kakakmu sendiri? " tanya Rider. Shione mendengus. "Aku sangat menyayangi nya, tapi tidak ada pilihan lain, di keluarga ku selalu dia yang membangkang dan dia selalu membahayakan hidup Aori " jawab Shione.
"Berarti tidak masalah jika aku membunuh dia? " kata Rider pada Shione. Shione mengangguk lemah. Rider menepuk bahu Shione.
"Jadi kita akan ke Amerika? " tanya Miura. "Ya, memangnya kau pikir kita kemana" gerutu Rider.
"Kenapa kau tidak meminta bantuan ayahmu hah? Dia lebih mudah mendapatkan Aori di bandingkan aku, lagian dia bisa membebaskanmu tanpa syarat kan seperti dulu, 25 tahun penjara, jadi 3 bulan penjara, ya kan? " tanya Miura pada Rider.
__ADS_1
Shione melirik Rider. Tersirat kesedihan di wajah Rider. "Aku yang meminta nya untuk menemui mu agar lebih cepat menemukan Aori karena kau mengenal Aori " kata Shione berusaha membela Rider.
"Hmm, baiklah, tapi kalian bertiga tahu kan? Jika kalian meminta bantuan pada polisi, maka bisa saja kalian di tangkap oleh kepolisian Jepang, kalian kan buronan internasional, dan secara tidak sadar, dengan datangnya kalian ke sini, kalian menyerahkan diri " kata Miura.
Leon dan Shione saling pandang. "Kau psikopat " kata Miura sambil menunjuk Leon. "Dan kau Yakuza yang sudah lama di incar" Miura menunjuk Shione.
"Dan kau.. " Miura menunjuk Rider. Rider menautkan alisnya. ".. Masih kasus yang sama, melakukan tindakan asusila pada seorang polisi dan melakukan pembantaian pada para polisi dan beberapa warga distrik B! " lanjut Miura.
"Sudahlah, begini saja, aku sudah melegalitaskan semua klub ku, aku memang berkali-kali membunuh orang, namun tidak ada bukti ataupun saksi kan? Jadi katakan saja pada pihak kepolisian kalau aku yang melapor dan jika mereka ingin menangkapku, tangkap saja aku, tapi jangan tangkap Leon dan Rider " kata Shione.
Leon dan Rider terkejut. "Kenapa kau mengatakan itu? Jika kita di tangkap, tangkap saja kita semua, kan kita yang bersama melakukan nya" kata Leon.
"Kau tidak perlu mengorbankan diri " kata Rider menimpali.
Shione menghela napas berat. "Leon, kau punya saudara yang sangat baik, mereka pasti kecewa dan sedih jika kau masuk penjara. Belum lagi perusahaan ayahmu yang perlu kau olah.. " kata Shione sambil menatap lurus ke depan.
".. Lalu kau Rider, kau memiliki seorang istri dan anak yang kau tunggu kelahirannya, jangan sampai kau masuk penjara untuk kedua kalinya.. Sedang kan aku.. "
Leon terlihat sedih. ".. Aku telah salah menilai Aori, dia sama sekali tidak bersalah waktu itu. Tapi aku tidak percaya dan lebih memihak pada Shino, aku juga memiliki seorang kakak seperti mu Leon, tapi dia tidak sebaik kakakmu, jadi tidak masalah jika aku masuk penjara " kata Shione.
Miura berdecak kesal. "Aku benci mengatakan ini, tapi aku akan membantu kalian tanpa akan ada seorang pun yang ku tangkap" kata Miura.
"Kau yakin dengan ucapanmu? Tidak akan ada yang ditangkap? " tanya Leon.
"Akan ku usahakan" kata Miura.
"Baiklah, ayo" kata Leon.
"Kemana? " tanya Miura.
"New York, sekarang juga " jawab Leon.
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah