
"Aaaa!!! " teriak Shione saat milik Leon menerobos memasuki milik nya.
Shione terkulai lemah. Darah mengalir membasahi sprei putih polos itu.
Leon mencium bibir Shione untuk mengalihkan rasa sakit yang mendera bagian inti tubuh Shione.
"Maaf sayang" desah Leon. Shione memukul bahu Leon. "Ini sakit sekali! " bentak Shione.
Leon menggerakkan pinggulnya pelan. Shione merasa ada gelenyar aneh yang membuat milik nya geli sekaligus perih bersamaan.
"Hhhh, milikmu.. Hhh sempit sekali.. Hhh" desah Leon. Pipi Shione merona. Dia memeluk Leon dengan erat.
"Hhhh fuck me" desah Shione. Kecepatan Leon bertambah. Tubuh mereka berguncang di atas ranjang.
Shione menegang. "Ooohhh I wanna... Cum... Hhhh" desah Shione panjang.
♡♥♡♥♡♥♡
Perlahan mata Leon terbuka. Dia merasakan pergerakan seseorang dalam peluknya. Leon melihat Shione berada dalam pelukannya tanpa sehelai benang pun.
Leon mencium puncak kepala Shione dengan lembut. "Morning, honey " sapa Leon.
__ADS_1
"Morning, dear" jawab Shione. "I love you so much, sweet heart" bisik Leon serak di telingan Shione.
"I love you too" jawab Shione. Leon membalikkan badan Shione agar menatapnya. Shione menatap mata Leon begitu pun dengan Leon yang menatap mata Shione.
"Give me morning kiss" kata Leon. Shione mendekatkan wajahnya kemudian mencium bibir Leon sekilas. Namun, Leon mendorong tengkuk Shione agar ciuman mereka semakin dalam.
Shione menyesap bagian atas bibir Leon dan Leon menyesap bagian bawah bibir Shione.
Ciuman mereka terlepas. Mereka saling menatap satu sama lain. Napas mereka terengah.
"Pergi kerja sana" kata Shione sambil membelakangi Leon. "Kau marah? " tanya Leon.
"Tidak " jawab Shione. "Lalu, kenapa kau begitu " gerutu Leon. Pipi Shione merona. Bisa-bisanya dia bercinta dengan pria yang usianya lebih muda dari dia. Dan parahnya lagi pria itu psikopat gila.
"Aw" ringisnya. Darah dan cairan kental putih mengalir membasahi paha dan betis putih mulus nya.
Leon terkejut kemudian tertawa. "Sepertinya milikku begitu perkasa ya hingga kau tidak bisa berjalan " tawa Leon.
Shione menatap Leon dengan tatapan membunuh. "Bukannya menolong, kau malah mentertawakanku! " gerutu Shione sambil berusaha berdiri.
Leon beranjak dari ranjang kemudian menggendong Shione ke kamar mandi. "Ini ku bantu" kata Leon.
Dan terjadi lah hal yang diinginkan 😁😁😁 seperti semalam.
__ADS_1
The End
By
Shica Mahali
Sekejamnya seseorang pasti memiliki sisi baik dan sisi menyenangkan nya. Setiap orang memang seperti itu.
Misalnya Shione. Dia adalah yakuza yang di takuti karena kekejaman dan kekuatan fisiknya yang jauh dari kata normal. Shione sangat arogan dan berdarah dingin. Dia tak segan membunuh siapa pun yang berani mengganggu jalannya.
Lalu Leonardo, psikopat yang suka membunuh untuk kesenangan semata. Dia kejam dan suka memaksa. Dia punya banyak cara untuk mendapatkan apa yang dia ingin kan. Belum lagi di dukung kakaknya dan sahabatnya.
Namun, Shione memiliki sisi baik dimana dia sangat menyayangi sepupunya yang merupakan polisi yang di tugaskan menangkap nya. Dia juga tidak pernah membunuh orang hanya karena tidak suka. Dia membunuh orang jika karena orang itu menghalangi jalannya.
Dan Leon juga memiliki sisi baik dimana dia sangat menyayangi kakak dan adiknya serta begitu setia kawan dan tidak pernah membunuh kecuali jika dia benar-benar sedang kesal dan butuh pelampiasan. Dia juga menghargai wanita.
Jadi pada intinya, setiap manusia memiliki sisi gelap dan sisi terang. Memiliki sisi baik dan sisi jahat.
Dan inilah akhir cerita dari Mafia VS Psychopath dimana akhir ceritanya gantung 😀😀😀
Salam Hangat
Ucu Irna Marhamah
__ADS_1