
Selama di dalam mobil anti peluru itu, mereka berempat terdiam. Rider memeluk Aori yang tertidur di samping nya.
Shione melamun di kursi depan dan Leon fokus menyetir.
Tiba-tiba Aori terbangun dan meringis kesakitan. Rider menenangkan Aori. Dia membelai perut Aori.
"Jangan nakal sayang, kasihan ibumu" kata Rider seolah berbicara pada anak yang ada di dalam perut Aori.
Shione menoleh begitu pun dengan Leon. "Ada apa Rid?" tanya Shione.
"Sakit" ringis Aori. "Aori?" tanya Leon sambil menepikan mobil.
"Lihatlah! " Shione menunjuk betis Aori yang mengalir cairan ketuban.
"Ah? Mana mungkin Aori akan melahirkan sekarang? Usia kandungannya baru 8 bulan" kata Rider.
"Cepat Leon! Kita ke rumah sakit! " desak Shione. Leon mengangguk kemudian memacu mobilnya secepat mungkin.
♡♥♡♥♡♥♡
Rider mondar mandir didepan ruang persalinan. Shione dan Leon duduk di kursi yang tersedia disana dengan ekspresi cemas.
Rider semakin cemas setelah mendengar teriakan Aori yang keras dan penuh dengan rasa sakit.
Seorang dokter wanita keluar dari ruangan tersebut. Rider segera menghampiri nya.
"Bagaimana dok? Kenapa belum ada hasilnya? " gerutu Rider. "Maaf Tn. Ini tidak semudah yang anda pikirkan. Ny. Smith sudah berusaha dan jika laki-laki yang melahirkan, mungkin mereka tidak akan selamat! " kata dokter itu sarkas.
"Berhenti mengoceh! Dan katakan apa yang terjadi! " geram Rider.
Shione dan Leon segera menghampiri Rider dan dokter itu.
"Dia perlu di operasi sesar karena dia tidak akan mampu melahirkan bayinya dengan keadaan tubuh yang lemah, belum lagi ada kejanggalan, mungkin dia pernah mengalami kekerasan" jawab Dokter sambil menghela napas berat.
Rider terbelalak. Dia tertunduk. Apa mungkin waktu pemerkosaan itu dia sangat kasar? Atau bahkan kejam? Atau mungkin lebih parahnya lagi dia brutal?
Aori pasti menderita melahirkan anaknya. Anak hasil perbuatan brengseknya. Dia yang menang banyak, Aori cantik, seksi dan masih utuh. Rider merenggutnya dengan paksa dan sekarang, Aori yang rugi banyak.
Kesuciannya di renggut, keluar dari kepolisian, mengandung dan kesusahan saat melahirkan.
"Usianya baru 8 bulan, kenapa dia lahir lebih awal? " tanya Shione membuat Rider tersentak dari lamunannya.
"Kemungkinan, bayinya akan lahir prematur karena mungkin selama ini kandungannya sering terbentur atau terguncang" jawab Dokter wanita itu.
__ADS_1
"Kalau begitu cepat lakukan! Selamat kan anak dan istriku! " kata Rider penuh penekanan.
"Tentu saja, kami akan berusaha semaksimal mungkin " jawab dokter kemudian kembali ke dalam.
Rider terlihat sangat cemas. "Percaya lah, Aori sangat kuat, dokter itu salah" kata Shione sambil memegang bahu Rider. Rider menatap Shione kemudian mengangguk.
Beberapa menit kemudian, terdengar suara tangisan bayi yang nyaring. Rider terkejut kemudian menoleh pada Shione dan Leon.
"Itu suara bayimu, pasti suara bayi mu " kata Leon. Dokter tadi keluar. "Bagaimana sekarang? " tanya Rider.
"Selamat an... " belum sempat Dokter itu menyelesaikan kata-kata nya, Rider sudah melesak masuk ke ruang persalinan.
Rider tercengang melihat Aori terbaring dengan mata terpejam. Jantung Rider berdetak cepat.
"Apa Aori... " batin Rider.
Seorang suster menghampiri nya sambil membawa bayi yang sudah bersih dalam gendongannya. Rider menoleh.
"Tn. Smith, lihatlah bayi anda" kata suster itu. Rider menggendong bayi kecilnya. Sangat kecil karena terlahir prematur.
"Selamat ya, dia laki-laki " kata suster itu kemudian berlalu. "Tunggu, lalu istriku bagaimana? Apa dia baik-baik saja? " tanya Rider.
Langkah suster itu terhenti kemudian menoleh. "Istri anda baik-baik saja Tn. Kami hanya memberikannya obat penenang dan obat penghilang rasa sakit" kata suster itu.
Shione dan Leon pun masuk. "Aori " Shione menghampiri Aori.
"Dia tidur " kata Rider.
Leon menatap bayi yang berada di pangkuan Rider. "Uh manis sekali, selamat ya, kau menjadi seorang ayah" kata Leon.
Rider tersenyum. "Dia mirip sekali dengan mu bahkan jauh berbeda dengan Aori, kau benar-benar menang banyak " bisik Leon.
"Tentu saja, dia laki-laki, harus tampan seperti aku dan kalau dia perempuan, dia harus cantik seperti Aori " jawab Rider.
"Lihat saja, aku pasti akan menyusulmu, akan ku buat Shione melahirkan anak-anak yang semuanya mirip dengan ku " kata Leon.
Shione mendelik Leon dengan tajam. "Itu pun kalau kau bisa menghamilinya" bisik Rider. "Aku pasti bisa" bisik Leon.
Shione menghampiri mereka. "Apa yang kalian bicarakan hah? Uh manis sekali " Shione menggoda bayi yang di gendong Rider.
"Keponakanku" goda Shione. "Ku harap kau tidak mengajarkannya sesuatu yang berhubungan dengan mafia" kata Rider.
"Kau juga jangan sampai meracuni nya dengan pikiran psikologismu" kata Shione.
"Mana mungkin aku menjerumuskan anakku sendiri ke jalan yang salah" gerutu Rider.
__ADS_1
"Ayahmu tidak mungkin menjerumuskanmu ke jalan yang salah kan? Dan apa kau tahu itu salah? " gerutu Shione.
"Aku tahu, itu berbeda, selain itu, aku juga sudah berhenti menjadi psikopat untuk Aori dan anakku" kata Rider.
"Bagus lah" kata Shione.
"Albert " suara pelan itu memanggil nama tengah Rider. Rider menoleh ternyata Aori sudah sadar. Dia memberikan bayi yang dia gendong ke Shione.
Shione menerimanya. Rider menghampiri Aori. "Kau baik-baik saja sayang? Mana yang sakit? " tanya Rider.
"Aku ingin melihat anakku " kata Aori. Rider segera menggendong bayi kecilnya dari pangkuan Shione dan memberikan nya pada Aori.
Aori tersenyum lembut sambil menatap bayi nya yang mungil itu. Sejenak Aori menatap wajah tanpa dosa bayi kecilnya itu.
"Dia laki-laki " kata Rider.
Aori melirik Rider dan bayi nya bergantian. "Kenapa bayi ku mirip sekali dengan mu? " gerutu Aori.
"Tentu saja, aku ayahnya, aku yang bekerja keras dan kau hanya diam saja bahkan pingsan" kata Rider.
Aori menautkan alisnya kemudian melirik Leon dan Shione yang tertawa.
"Aku yang mengandung nya selama 8 bulan, dia berada di dalam perutku dan aku yang lebih sering menjaga nya" gerutu Aori.
"Haha kalau begitu kita buat lagi dan kita buat yang mirip dengan mu" kata Rider menggoda. Pipi Aori memerah. "Kau mesum! " gerutu Aori.
Bayi nya menangis. "Kau harus memberikan nya susu" kata Rider. Aori melirik Leon dan Shione. Rider menoleh pada mereka berdua.
"Hei kalian keluar lah, istriku butuh privasi" kata Rider. Shione dan Leon mendengus kesal kemudian berlalu.
Shione terlihat melamun. Leon merangkulnya. "Kau juga ingin seorang anak? Kita pasti akan membuatnya" kata Leon dengan nada menggoda dan seringaian nakal.
Shione masih melamun. "Kenapa muffin? " tanya Leon. "Entahlah, aku ingin seperti Aori memiliki seorang suami, ya aku tahu ini konyol tapi aku benar-benar ingin menikah secepatnya" kata Shione.
Leon menatap Shione. "Tentu saja kita akan menikah, hanya saja, kita perlu menunggu Ed" jawab Leon. "Aku tahu"
Tiba-tiba terdengar suara Aori berteriak membuat Shione dan Leon terkejut.
"Messsuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuum!! "
♡♥♡♥♡♥♡
By
__ADS_1
Ucu Irna Marhamah