Mahar Cinta Untuk Berlian

Mahar Cinta Untuk Berlian
Terkejut


__ADS_3

Lian yang sedari tadi mendengarkan ijab dari spiker menunggu dengan gugup dan sedih. Dia tidak menyangka sebentar lagi akan menjadi istri seseorang yang belum dia ketahui siapa. Apa lagi sedari tadi 2 sepupunya bercerita tentang keirian mereka yang melihat keberuntungan Lian yang menikah dengan anak.orang kaya. Mereka juga dengar Rifat merupakan anak laki laki satu satunya. jadi akan mewarisi semua harta. Feby dan Adel hanya bisa gigit jari.


Pintu taman rumah kaca terbuka. Sosok tampan duduk di kursi roda sambil di dorong sang kakak perempuan. Senyum merekah menghias bibirnya. Rifat tidak mau menutupi kebahagiaan mendapati kini wanita idaman sudah menjadi miliknya.


"Assalamualaikum...."


"Waalaikum salam...."


Mereka bertiga berbalik. Menatap dengan keterkejutan melihat sosok tampan dan dingin duduk di kursi roda. Keterkejutan yang berbeda beda.


Adel dam Feby menatap dengan kaget lalu berubah mencemooh melihat keadaan suami sepupu mereka.


"Walau anak orang kaya kalau cacat untuk apa?" cibir Feby pelan.


" Kakak benar... Lian sungguh tidak beruntung ha.. ha.. ha.. ha.." Adel menimpali tidak kalah pelan dari sang kakak. Tertawa dengan di tahan sambil menutup mulut mereka.

__ADS_1


Lian mendengar semua. Tapi tidak dia pedulikan sama sekali ucapan Feby dan Adel yang memang biasa menyakitkan. Mereka sudah biasa seodryi itu. Tadi saja masih menunjukkan rasa iri. Tapi sekarang malah mencemooh Lian.


Tapi sedari awal dia sudah menyiapkan diri dan mental dengan keadaan suaminya yang cacat. Semua sudah di bicarakan oleh paman Jimi padanya. Sehingga Lian iklas menerima.


Yang membuat Lian Kaget adalah sosok Rifat yang dia kenal . Sosok yang sering menyendiri tapi mau tersenyum hangat padanya. Dan ternyata pria inilah suaminya. Pria yang baru menghalalkannya.


Pelan pelan Lian berjalan ke arah Rifat. Entah bagaimana ada rasa hangat di dada Lian. Hilang sudah rasa sedih dan gundah karena terpaksa iklas menerima pernikahan.


"Kak... berhenti" Pinta Rifat pada Ana yang berjalan di temani Rian sang suami.


"Jangan puji istri orang di depan suaminya kak" Cibir Rifat.


" Lihat adikmu sudah jadi posesif" Keluh Rian.


" Kau jangan ganggu Rifat Mas...."

__ADS_1


Rian senang melihat reaksi dari iparnya. sudah lama senyum hilang dari bibir adik istrinya. Semua sejak kecelakaan 3 tahun lalu.


Lian berjalan pelan sampai di depan Rifat. Rifat nampak tidak sabar untuk mengapai sang istri kecilnya. Memang Lian masih sangat muda. Masih SMA pantas di sebut istri kecil yang cantik. Apa lagi penampilan Lian yang berbeda dari biasanya. Lian nampak cantik dengan kebaya syar'i lengkap dengan hijabnya.


Lian yang masih dengan wajah kagetna tidak bisa menutupi wajah bingungnya. Berdiri di depan Rifat dan makin lama semakin terharu. Dia tidak menyangka kalau Rifatlah yang sudah memperistrinya.


Rifat mengulurkan tangan . Dengan mantap Lian meraih dan menciumnya penuh takzim. Airmata tidak terbendung lagi hingga isakan terdengar dan Rifat merasa tanganya yang basah.


Pelan pelan Rifat menarik kepala Lian hingga jongkok di depan nya. Tangan kirinya meraih pucuk kepala Lian dan membaca Doa pernikahan. Lian mengaminkan masih dengan sedikit terisak. Di kecupnya pucuk kepala Lian dalam sebagai bentuk penerimaan Rifat sebagai suami yang siap menjaga dan membahagiakan Lian sebagai pasangan yang sudah halal dan syah....


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2