
Hari yang indah bagi Lian. Hari ini Lian tidak mendapat cacian makian apa lagi pukulan. Sejak pagi sejenak Lian bisa bernapas lega dan merasa damai. Dia merasa sedikit lega dan bahagia karena tidak ada yang akan mengganggunya dalam beberapa hari ke depan. Karena Bude dan dua sepupunya sedang pergi berlibur ke luar negri. Sedang pakdenya di sibukan urusan pelik di kantor hingga Lian tinggal sendiri di rumah.
Setelah bertemu Rifat di taman pagi tadi Lian juga merasa santai dalam menjalani hari. Rasanya hari ini sangat indah untuk nya. Selama pelajaran Lian nampak samar semangat dan lancar dalam mengerjakan tugas.
Istirahat juga baik baik saja di kantin. Mereka tidak bertemu dengan gerombolan penganggu saingan mereka bertempat.
Rasanya Lian ingin setiap hari seperti ini. Tidak melalui ketegangan dan masalah sedikitpun.
Bel pulang sekolah sudah bunyi. Saatnya para siswi kembali ke rumah setelah waktu belajar yang panjang.
Lian berjalan santai karena dia tidak se ruang dengan 3 sahabatnya. Dia Anak IPA dan beruang di lantai 3 sedang Stela dan mina anak IPS beruang di lantai 2 sudah Santi anak Bahasa beruang di lantai 1. Merekan berteman sejak SMP dan sudah dekat sejak belia.
Ke tiga sahabatnya sudah menunggu di depan gerbang. Mina bahkan sudah berdiri di depan mobilnya. Karena dari. mereka ber 4 Mina adalah anak orang kaya. Tapi tidak sombong dan sayang pada 3 sahabatnya.
"Lama banget Lho....?" protes Stela.
"Sorry gue ada tugas tambahan dari Wakel...." Jawab Lian santai.
__ADS_1
"Bu.. dini?" Sebut Santi.
"Iya.. siapa lagi?" Lian menarik napas panjang.
"Ah.. lho kok tahan sih Lian.. punya Wakel galak begitu?" Mina ikut nimbrung.
"Mau gimana lagi? eh... ngomong ngomong kita mau kemana nih?" Jawab Lian lanjut bertanya kemana mereka akan pergi.
"Jalan lah... Ayo...." Mina menekan Kontak Mobilnya.
"Ok...."
"Berlian... Santi....//" panggil Umi Tsalsa.
"Umi Tsalaa..." Santi yang tahu tentang wanita itu mendekat. Umi Tsalsa turun dari mobil menghampiri para gadis mereka salim setelah salam.
"Kalian sudah mau pulang?" tanya Umi.
__ADS_1
"Iya Umi..." jawab Lian
" Umi ada urusan di sini?" Tanya Santi.
"Iya.. ya sudah Umi masuk dulu ya... Sudah di tunggu pak kepala" Pamit Umi Tsalsa.
"Iya kami... juga mau jalan. " Pamit Lian
"Kalian hati hati ya..." Pesan Umi Tsalsa.
Dari dalam mobil Rifat menatap Lian tidak berbalik dari balik kaca mobil yang gelap. Pemuda itu tidak menyangka kalau Santi dan Umi nya mengenal Lian.
"Ternyata teman Santi?" Tebak Rifat.
"Gus.. mau turun?" Twar pak Min.
"Tidak pak....Umi bilang cuma sebentar kita tunggu di mobil saja!"
__ADS_1
"Baik Gus. .."
Rifat masih mengamati Lian yang sudah masuk mobil Mina. Bahkan tatapan mata nya tidak beralih sampai mobil Mina berlalu dari tempat parkir sekolah. Pak Min Yang mengamati sang majikan muda sampai bergeleng tak percaya kalau kini sang Gus muda sedang tersenyum manis. Pemandangan yang beberapa tahun ini hilang dari wajah pemuda tampan itu.