Mahar Cinta Untuk Berlian

Mahar Cinta Untuk Berlian
Bertemu Lagi


__ADS_3

Setelah mencari apa yang dia inginkan Lian segera bergegas menuju ke sebuah panti asuhan. Tempat di mana dia pernah singgah dan tinggal ditempat itu dulu sebelum paman datang ke indonesia karena tunggal di luar kota.


Lian berjalan pelan masih dengan sragam putih abu-abunya . Dengan membawa tentengan beberapa keresek yang berisi jajan , buku dan mainan.


Dilihat di sana sudah ramai anak anak panti sedang dapat kunjungan dari seorang donatur tatap di yayasan Kasih Ibu. Tapi lian tetap melangkahkan kaki bersama dengan 3 sahabatnya. Santi ,Mina dan Syella. Ke tiga sahabatnya membawa barang barang juga untuk anak panti. Setelah kenal Lian ke tiga gadis beda karakter itu bersahabat baik.


"Lian kayaknya ada tamu deh..." Kata Santi yang satu satunya dari mereka yang berhijab.


"Iya.. Biasanya Anak anak sambut kita." Protes Stella yang biasa sexy kalau berpakaian.


"Biar saja... kan bagus buat merka" Kata Lian.


"Iya.... Hay... anak anak... " Panggil Mina si Imut.


Anak anak yang sedang sibuk bergerombol dan sedang sibuk dengan jajan dan hadiah yang mereka dapat. mendengar teriakan Stella seketika berbalik dan berlari ke arah lapangan di mana Lian dan para sohibnya masih berjalan.


"Kak... Lian...." Panggil mereka.


"Kak... Stel...." Teriak mereka senang.


"Kak Santi. .." Sambil berlari ke arah para gadis cantik.


"Kak Amara..." mereka seperti kangen.


"Haei... Kalian apa kabar... kangen tidak sama kita?" Tanya Lian.


"Iya. ..." Jawab merka antusias.


"Kakak bahwa apa?//" Ada yang penasaran.


"Ini.. hadiah untuk kalian. .." Mereka duduk di rumput taman.


"Hore...." Anak-Anak teriak senang.


"Makasih kak...." mereka kegirangan.


"Kak... Lian kita kangen lho...." mereka memeluk.


Dari arah ruang tamu ada seorang wanita yang melihat pemandangan itu dengan bingung dan kagum. Ibu panti tahu siapa yang datang hingga membuat ramai.


"Bu.. siapa mereka?" Tanya sang tamu.


"Itu yang pakai tas merah.. nama Berlian. . dulu..dia pernah tinggal di sini... dan itu 3 sahabatnya" tunjuk ibu panti pada sosok Lian.


"Lian... benar itu lian... gadis yang baik" Pikir Wanita itu kagum.


"Ibu Tsalsa ingin melihat mereka?" Ternyata yang datang sebagai donatur adalah Tsalsa.


"Boleh...." Tsalsa setuju.


"Sepertinya saya kenal yang berhijab itu. .. Bukanya itu Santi putri Ustadz Zamy?" Pikir Tsalsa menatap 4 orang gadis yang asik bermain.

__ADS_1


Ternyata wanita yang menjadi donatur itu adalah Tsalsa. Wanita cantik yang beberapa jam lalu bertemu dengan Lian di Mal.


"Lian..."


"Eh... Bunda Rusmi ..... Assalamualaikum. .."


"Waalaikum salam... Kamu datang nak?"


"Iya.. sama mereka....//"


"Hai.. bunda. .."


"Santi. ..Stella. .Mina. .."


"Bunda apa kabar?"


"Alkhamdulillah.... sehat Anak bunda kok masih pakai sargam?"


"Kami baru sari sekolah terus ke sini bun"


"Iya Bun... habis Ektra drambene..."


"Oh... bagus. .. yang rajin ya sekolahnya"


"Siap Bun...."


"Oh.. ya.. kenalkan... ini Ibu Tsalsa donatur tetap di sini"


"Umi Tsalsa kan?"


"Hey.. Santi.... Berlian. .. kita ketemu lagi. . Kalau tahu mau ke sini bisa bareng"


"Lho... Ibu sudah kenal Lian sama Santi?"


"Santi adalah putri Sepupu saya. .. sedang Lian... Tadi kita tidak sengaja ketemu di Mol"


"Oh..."


"Mungkin kita ada jodoh"


"Nyonya. . tuan menelepon"


"Ah.. iya... putra saya akan pulang dari pengobatan. . jadi saya permisi"


"Kak Rifat akan pulang Umi. ..."


"Iya... Dia batu selesai pengobatan di Singapura. ... kapan kapan kamu datang San!"


"Inshaallah.... Umi. ..."


"Semoga putra Ibu cepat sembuh"

__ADS_1


"Aamiin... oh.ya Lian. .. ini kartu Nama tante... Kalau ada kegiatan seperti ini hubungi Tante ya!"


"Inshaallah... Tante"


"Ok.. Saya permisi dulu. . Assalamualaikum"


"Waalaikum salam. .."


Mobil yang di tumpangi Tante Tsalsa berlalu pergi menjauh. Lian masih menatap nanar ke arah mobil yang semakin memajauh.


"Udzma Tsalabila Maziddah.. Pendiri Yayasan Putra Qolbu... Inikan yayasan amal besar"


"Iya. .. keluarga ku juga salah satu anggota di sana"


"Kita juga tahu lho itu putri dosen besar. ..."


"Wah.. lo kok bisa kenal orang tajir?"


"Tadi tidak sengaja ketemu di mal.. saat gue nyusul kalian"


"Oh...Cantik ya.. padahal sudah berumur?"


"Iya... Seusia mama gue tuh"


"Kak.. yuk kita main...."


"Iya..."


Lian menyimpan hpnya dia kantong setelah mengirim pesan pada Tante Tsalsa. Lalu meladeni anak anak untuk bermain bersama di sore itu.


Sedang di dalam mobil Tsalsa sedang tersenyum mendapat pesan dari Lian. Wanita itu sepertinya sudah terkagum dengan gadis manis yang baik seperti Lian.


Ting...


"Assalamualaikum Tante ini no Lian.... Terima kasih sudah menjadi donatur untuk adik adik Lian" Pesan dari Lian.


"Waalaikum salam Lian. .. sama -sama senang bisa bertemu dengan mu".Jawab Tante Tsalsa.


"Kita kemana Umi?" Tanya pak Wari sang supir.


"Langsung pulang pak.. Abi sudah sampai." Jawab Tante Tsalsa.


"Baik Umi...."


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2