
Di Sebuah kantor Direktur di gedung tinggi di pusat distrik bisnis yang ada di tengah kota. Seorang pria nampak frustrasi dengan masalah demi masalah yang di alami perusahaan sang adik yang di wariskan kini dia kelola. Harta peninggalan sang adik yang di titipkan untuk menghidupi keluarganya kini terancam bangkrut.
Jimi Om dari Lian kini tampak sangat tidak baik. Semua karena masalah finansial yang dialami. Semua karena kegagalan sebuah Tader yang ternyata tidak berhasil. Kini pria itu nampak Frustrasi dengan apa yang di Alami perusahaan .
Tian sang Asisten berlari ke Kantor untuk menemui sang Bos. Setelah masuk dan berlari dengan buru buru pria itu mendapati Jimi duduk degan pucat di Sofa ruangannya. Melihat Tian datang pria itu mengharap dapat kabar baik.
"Bagaimana Tian?"
"Ada perusahaan yang mau membantu tuan Jimi"
"Perusahaan Mana?"
"Al kaff Fondaicen....."
"Al kaff Fondaicen. .. kau serius?" Jimi tidak percaya.
"Banar Tuan. .. Saya sendiri yang sudah memastikan. .. dan mereka minta Tuan untuk datang"
"Baiklah....."
Jimi seakan mendapat angin segar. Kini dia sudah bisa sedikit lega ada yang bisa membantu secara vinansial pada perusahaan yang dia kelola. Semua ini adalah harta warisan milik sang penakan Berlian.
Secepat kilat Jimi sudah sampai di perusahaan Al kaff. Perusahaan besar yang bergengsi di negeri ini. Keluarga mereka juga termasuk jajaran keluarga kaya.
Jimi di sambut oleh Deni Asisten dari Owner perusahaan. Selama ini perusahaan di pegang sang putra. Setelah sang putra kecelakaan Arsha kembali memegang kendali di perusahaan. Walau Rufat juga masih sering datang untuk melihat kondisi perusahaan.
__ADS_1
"Assalamualaikum. ..."
"Waalaikum salam... Selamat datang tuan Jimi Silakan duduk"
"Terima kasih banyak Tuan Arsha"
"Apa ada yang bisa saya bantu?"
"Saya mau minta tolong sokongan dana untuk perusahaan saya?"
"Oh... sekretaris anda sudah membicarakan semua... Lalu kerja sama seperti apa yang anda janjikan?"
"Jika perusahaan saya ada tender... bisa bagi Laba. .. 40... 60..persen. .."
"Anda serus tuan Jimi?"
"Saya sudah dengar tentang adik anda.... tapi apa dia punya ahli waris?"
"Ada. .. Seorang anak perempuan"
"Saya akan memberi bantuan dan semua keuntungan untuk perusahaan anda"
"Tuan serius. ...?"
"Iya.. Tapi ada sarat kecil dari kami?"
__ADS_1
"Sarat. ..." Jimi bingung
"Nikahkan Penakan Tuan dengan putra saya Rifat..." Punya Tuan Arsha.
" Tuan muda Rifat. . bukan kah dia. ...?" Jimmi tidak kuasa melanjutkan perkataan.
"Iya.. Dia cacat. ... Jadi buat Permata Berlian Nugraha setuju dan menerima pernikahan ini... karena putra saya tertarik dengan Berlian dan bantuan itu sebagai Mahar Untuknya" Tuan Arsha menjelaskan.
"Tapi Tuan. .. Lian masih kecil. .. dia masih sekolah. .. "
"Tidak masalah. .. "
"Bagaimana kalau putri sulung saya dia sudah 20 tahun. .."
"Tidak. .. hanya Lian. .. "
"Tapi ..."
"Tuan Jimi boleh menolak. .. kami tiadak masalah.... Jangan anggap anda menjual penakan anda tapi kami melamar dengan baik baik...."
"Baik. .. Saya akan bicara dengan Lian. ..."
Jimi pamit. Wajah yang tadi berseri kini berubah pucat pasi. Bagaimana dia bicara pada Lian tentang lamaran ini. Apa lagi dia tahu keadaan Rifat yang sebenarnya . Kini harapnya untuk dapat bantuan malah berubah menjadi beban mural untuk sang ponakan. Selama ini gadis itu menderita apa dia tidak boleh bahagia.
.
__ADS_1
.
.