
Nasib Chika benar-benar malang banget pagi ini. Ia yang tidak dapat pemberitahuan langsung akan kepulangan mommynya dari Pontianak tadi malam setelah kepergiannya dengan Kevin. Disambut pulang dengan tatapan horor penuh eksekusi dari wanita yang telah melahirkannya tersebut, apalagi tertangkap basah akan jejak warna merah keunguan dileher jenjangnya. Berasa mimisan kupingnya sepanjang pagi dipaksa dengar ceramah ala Mamah Dedeh sepanjang Tol Terpeka/ alias Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung. Jadi disinilah dia pagi ini, duduk kesal sepanjang perjalanan, tak henti–henti bergerutu sendiri karena dipaksakan ke Kampus dengan mengenakan Blouse selutut warna peach dipadu jeans hitam. Dan kabar buruk lainnya diantar langsung oleh Wulan. Ia mengeram kesal, mengeluarkan protes ke Wulan yang saat ini sedang fokus menyetir
“Mom Ayolah! Jangan Norak. Yang benar saja Chika pakai baju beginian?, apa kata anak-anak nanti!. Pasti Chika diketawain!”Chika masih Rusuh seraya menarik-narik blousenya dengan raut kesal
Wulan mendelik tajam kedalam bola mata kesal putrinya“Chika milih Kuliah or mondok di Pesantren ? kalo gak nurut sama mommy, mommy akan adu Kelakuan Super Minus kamu itu ke papi, biar dikirim ke Pesantren . Mau kamu tinggal di pesantren ?” Chika Hanya Memonyongkan Bibir Tanggapi Wulan, tak berani membantah lagi, takut Wulan merealisasikan niatan-nya.
Punggungnya langsung terhangat kan jok Alphard putih yang dikemudikan oleh Wulan sendiri memastikan kalo putrinya tidak akan menggantikan pakaian yang mengundang syahwat laki-laki ditengah perjalanan. Kedua bola matanya Chika kini bergerak resah ke jalanan memandang lalu lalang yang dipantulkan kaca jendela bening disampingnya. Dalam hati dia menggerutu kesal, tangannya sangat gatal untuk merobek-robek blouse sopan yang ia pakai, blouse milik mommy-Nya yang ia yakin akan jadi bahan tertawaan teman-temannya di kampus. Menurutnya tak ada kata lain yang tepat untuk mendeskripsikan style dia hari ini kecuali kampungan. Dan dia mengutuk si bibik yang tidak menelponnya untuk memberitahukan jika Wulan sudah berada dirumah. coba kalo tahu, ia pasti sudah mengwanti-wanti dirinya dan juga Kevin agar tidak meninggalkan jejak bibirnya di lehernya . Namun terlepas dari itu semua Jauh dilubuk hatinya ia bahagia pagi tadi begitu pulang menemukan wajah Wulan yang begitu ia rindukan menyambutnya. Meskipun dengan sambutan horor, tapi tetap saja mampu mengusir kesunyian diruang hatinya .
“Udah sampai!, cepat turun dan jangan bikin ulah di kampus!“Wulan mengingatkan, Chika menoleh atasnya dengan bibir kian mengerucut namun tetap mencium punggung tangan Wulan, lantas sinar matahari pagi langsung menyapa kulitnya.
Dalam lenggangnya waktu yang berdendang, Chika menapaki langkah dengan ragu disepanjang koridor Fakultas hukum Universitas Pancasila menuju kelas seraya mengigit bibirnya sendiri. Gadis itu tak berani menatap pongah seperti biasanya kearah mahasiswa maupun lainnya yang ia lewati, yang saat ini sedang menatapnya dengan ekspresi yang berbeda-beda, saling berbisik, ada yang menertawakan, ada juga yg takjub penuh kekaguman.
Jantung Chika berdansa dengan nafas seolah tertahan, ia mulai melangkah kedalam melirik dari sudut matanya siapa saja pagi ini yang sudah mengisi Ruangan. Mata-Nya membulat dengan jantung yang semakin berdansa begitu sudut matanya tumpah atas Salah Satu Sahabatnya, Telinga-nya rasanya mimisan mendengar Seruan Ganjil Teman-teman kelasnya. Mengolok-oloknya.
“Widih, widih. Ada mendadak Taubat ni”Sahabatnya yang sedang mengolok itu Nagita namanya, teman-teman sekelasnya yang Lain Ikut Tertawa, bagaimana tidak selama ini ialah Biang Kerok Tukang Olok Mila karena Selalu Mengenakan Blouse Selutut.
“Hahaha..ya ampun Chika, ini Beneran ELO_?. Jessica Najwa Pratama? ” Seru Bella dengan tatapan tak percaya yang sedang berlari dari pintu Ruangan menghampirinya lengkap dengan tawa menyebalkan ditelinga Chika, ia memberanikan diri mengangkat wajahnya, menutupi malunya dengan senyuman Pongah seperti biasanya.
“Ya lah gue. Ya Kali Dedemit Keluar, udah mau siang ini!” Gerutu Chika dengan mata ikut Berotasi” Gimana style Gue yang Perdana?. Kece badai pastinya kan ?, Gue yakin hari ini Gue langsung jadi TTI di Fakultas kita” Chika berputar dihadapan dua sahabatnya demi melenyapkan rasa malu.
“Lo yakin dengan ini semua ? lo enggak lagi teller kan? Ngabisin berapa gelas Martini tadi malam?” Cela Gita tersenyum usil membuat Chika merutuki Gita didalam hatinya, bisa enggak sih ni perempuan ha-eh aja dengan apa yang dia dikatakan
“Off course!, secara kan bentar lagi mau puasa kan?, yah setidaknya gue mau jadi trendseter buat anak-anak yang lainnya ya kan?, ya dong!”Bella dan Gita bukannya menyahut malah tertawa Nyaring yang terlihat menyebalkan di mata Chika.
”Aih!, bukan-nya ha-eh aja malah diledekin”Chika Berdecak malas sambil menaruh tas-nya di meja
“Lagian Kenapa sih Heboh Banget? Baru Pakaian Modelannya gini aja udah segitu Rusuh-nya apalagi gue sampai Behijab_ ”
__ADS_1
“What’s Wrong with You This Morning?”Gita Bertanya Serius”Ceritain dong sama kita?”Nimbrung Bella. Chika Menghela muram Menempati Kursi
“Seperti biasa!. Mommy gue pulang tadi malam tanpa pemberitahuan, well ya gitu deh gue lagi dihukum karena kedapatan pulang pagi dengan cowok dan juga ketangkap basah… yach__” Chika menggantungkan kalimatnya dengan suara rendah membuat hasrat ingin tau Gita dan Bella terkejar
“Apaan__?. Jangan mulai main
kucing-kucingan deh!” kejar Bella
“Huhhh”Chika mengeluarkan udara dari dalam mulutnya
“ketangkap basah kalian berdua lagi main congklak!, hahaha” Tanggapnya asal sembari meluncurkan tawa nyaring namun tawanya berangsur memudar. Serentetan Makian Meluncur Bebas dari arah Pintu Ruangan
“INI DIA PELAKOR!” Pemilik wajah mengeras dengan pandangan meremehkan itu adalah Mila
“Ternyata udah nangkring duluan di kelas. HELLO LON**, lo sekarang benar-benar kelewatan banget ya ? belum jera ya sama air comberan yang gue siram bulan lalu?” Chika menelan ludah semua bola mata saat ini tertuju atasnya, tanpa menoleh pun ia sudah tau suara siapa yang telah merusak paginya saat ini. Dan tanpa ia bertanya pun ia sudah tau akar permasalahannya apa sehingga semprotan mulut singa ia nikmati pagi ini.
Mila menyeringai sinis“Lo tanyain sama sohib lo ini yang tukang rebut laki orang !. kemana dan ngapain dia sama laki Gue semalam!. Dan pulang jam berapa?” Beberapa orang yang mendengarnya saling pandang menatap atas Chika dengan sinis . Sudah jadi rahasia umum jika Chika dikenal Play Girls dan juga Tukang Tikung.
“Benar ya apa yang dibilang sama Mila kalo semalam elo__?”Bella menggantungkan kalimatnya
“Jangan bilang semalam elo kencan sama Kevin?”sambar Nagita dengan suara rendah, Chika menoleh memasang wajah datar. Kedua sahabatnya yang sudah lebih dari paham raut yang Chika tampilkan berdecak.
“Benar-benar nekat banget sih lo chik!”Bella menggeleng frustasi.
“Niat amat cari mati sama Mila. Udah tahu Kevin cinta matinya, masih aja lo embat. Chik_ Chik” nimbrung Gita. ingin mengumpat lebih panjang lebar rasa-nya percuma. kedua sahabat sudah kehabisan cara menasehati Chika. Iya kalo masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Ini mah membal masuk ke kuping mereka lagi,memang sahabatnya yang satu ini enggak pernah kapok ber-urusan dengan Mila. Chika hanya menanggapi dengan senyuman hambar
“Gue capek, dan rada pusing juga . Gue cabut duluan ya?, tolong absenin gue sebentar ya sama Prof!, bilang aja Gue sakit”Pamit Chika beranjak berdiri namun gerak kakinya terkunci karena gadis berblouse ungu sudah menutup akses dari depan
__ADS_1
“Mau kemana lo? urusan kita belum selesai ya!. Gue itu bingung harus ngingetin lo dengan cara dan bahasa apa lagi!, atau jangan-jangan lu Cuma mengerti bahasa Planet atau bahasa binatang gitu ya?, coba kasih tahu gue, biar bisa gue pelajari untuk ngebuat lo paham” Mila menekan telunjuknya di jidat Chika. Chika mengulum senyuman ganjil sebisa mungkin berusaha menekan badai yang di hatinya.
“Kenapa diam?. Jawab dong!, jangan tahu-nya menjajal tubuh aja, giliran beginian gemetaran. Kelakuan sama ekspresinya enggak sinkron banget sih!, enggak malu lo nanti kalo sampai pipis di celana?”ledek Mila Mengangkat Alis Sembari Tersenyum Mencela. Alis Chika mulai berkerut namun sebisa mungkin ia menahan lahar didalam dadanya agar tidak menguar keluar, karena menyadari memang ini salahnya, jadi daripada tambah mempermalukan diri lebih baik diam.
“Lo ngerasa kurang cantik dari gue ?, gak laku?, sehingga lo selalu merebut laki gue ? anak Hakim sama Pengacara kok kelakuan kayak LON**. Eh, bilang sama BOKAP, NYOKAP lo jangan sibuk ngurusin kasus orang lain. Tapi putrinya suruh didik yang benar biar enggak jadi Lon** kelas kakap” bola mata Chika berotasi kali ini Mila benar-benar merobek kesabarannya. Bukan hanya nama seluruh hewan berkaki empat saja rasanya seluruh macam spesies binatang juga ingin ia lontarkan saat ini didepan wajah Mila yang katanya lumayan alim. ***** kalo perlu diludahinya sekalian.
“EH, ANJ* , Paten banget mulut lo!. Lo titisan spesies ular apa?, QUEEN KOBRA?. Punya mulut kok berbisa banget. Pakai bawa-bawa orang tua lagi!. Kayak anak Paud lo” Nunjuk Chika atas Mila. saat ini ia sama sekali tak gentar menantang mata tajam Mila. Sekalipun ia sadar ia salah, tapi ia tidak akan Tinggal diam jika orang tuanya sudah disangkut pautkan. Dia tidak perduli banyak mata yang menoleh atas mereka..krasak krusuk saling bergosip.
“Lagipula jangan salahi gue” Tekan-nya di jidat Mila seraya mendengus“Salahi sana cowok lo yang ganjen sama gue. Dengar ya, gue ini sama sekali gak pernah ngundang cowok lo buat datang ke gue. Tapi mereka sendiri yang ngemis-ngemis buat dekat sama gue, makanya kalo punya cowok dikandangin dan dikasih makan, biar gak lari keluar buat mintak makan dikandang lain”Cecar Chika dalam balutan senyuman sinisnya
“ELO?” pekik Mila marah dengan mata terbelalak karena sudah paham maksud dari kalimat musuhnya tersebut.
“Gak usah liat gue segitunya! ” Tanggapnya sinis menangkis telunjuk Mila didepan matanya
“Perasaan dari tadi lo sebutin laki lo?, emang lo udah jadi bininya Kevin?, Baru setakat pacar aja udah blagu banget!. Lagipula gak srek juga gue sama dia. Bungkus aja bawa pulang. Kurang laki dianya, gak bisa memuaskan”Semburnya ngasal sambil berlalu pergi menabrak bahu Mila dengan sengaja
“Chika elo mau kemana ?” Seru Bella
“Pulang !”
“Kok pulang? emangnya lo gak ikut kelas 'Pengantar Ilmu Hukum Indonesia' ?” Sambar Nagita
“Enggak, kan Gue udah bilang tadi suruh absenin sebentar!, gimana sih. Dasar Pikun” Tanggapnya sebal disela-sela langkahnya tanpa menoleh
“YAK, LON**_.APAPUN ALASAN ELO, COWOK GUE GAK AKAN DATANG KE ELO, KALO ELO GAK MANCING DIA DENGAN PESONA GANJEN ELO ITU, DASAR LON** KAKI LIMA."Pekikan Mila sama sekali tak diindahkan oleh Chika yang telah menghilang keluar membawa rasa malunya. Ia sadari itu semua memang salahnya. Hari ini benar-benar bukan harinya, dirumah bermasalah dengan Wulan di kampus ber-urusan dengan Mila. Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga.
To be Continue
__ADS_1
Walaupun Ramadhannya masih lama, tapi enggak papa ya di tulisnya sekarang.. ecek..ecek bulan ramadahan aja hehehe