
Hari berganti, saat ini Dante sudah berada di perusahaannya, dia langsung menuju lantai dimana ruangannya berada. Tepat di hadapan meja sekertaris nya,Luna. Dante menatap Luna dengan tajam dan dingin.
"Selamat pagi tuan" sapa Luna dengan menunduk
"Hmm, segera hubungi Bara dan suruh dia segera ke ruanganku" ucap Dante pada Luna
Luna menganggukkan kepalanya dan segera menghubungi Bara setelah Dante masuk kedalam ruangannya. Tidak berselang lama panggilan Luna di jawab oleh Bara.
"Hallo cantik" ucap Bara setelah menjawab telepon dari Luna.
Luna tersenyum mendengar panggilan Bara, kemudian dia menyadarkan dirinya kembali.
"Maaf tuan, tuan Dante menunggu anda di ruangannya. Anda di minta segera menghadap tuan Dante" ucap Luna
"Ya tunggulah, aku akan segera ke sana cantik" ucap Bara sambil tersenyum dan Bara langsung mematikan sambungan telepon tersebut.
Luna menggelengkan kepalanya, lalu tersenyum menatap ponselnya.
"Cantik? Dasar playboy seperti dia pasti sudah biasa memanggil wanita Cantik" gumam Luna pelan tapi dia senang dengan panggilan dari Bara
Sementara Zee saat ini sedang meeting dengan beberapa karyawannya. Banyak yang harus dia kerjakan akhir-akhir ini hingga membuat dirinya sedikit pusing. Namun Zee tetap berusaha untuk tenang dan menghandle semua pekerjaannya di bantu oleh beberapa asisten dan sekertaris nya. Setelah meeting selesai dia segera kembali ke ruangannya yang adi di perusahaan.
__ADS_1
"Sungguh melelahkan, baru saja berlibur namun otak ku sudah kembali penat" keluh Zee sambil mengusap wajahnya.
Sedangkan di tempat perusahaan Dante, saat ini Bara sudah berada di hadapan atasannya itu yang sedari tadi menatapnya dengan tajam.
"Lihat ! foto mesum mu tersebar, bagaimana bisa kamu kecolongan?" tanya Dante pada Bara selaku sahabat dan asistennya tersebut.
Bara mengambil foto tersebut dan menatapnya dengan datar. Dia juga tidak tahu kenapa foto kegiatan panasnya bisa tersebar.
"Ada yang mau bermain-main dengan kita?" ucap Bara pada Dante
Dante menganggukkan kepalanya, lalu menatap Bara dengan tajam dan datar.
"Aku akan mencari dalangnya" ucap Bara dengan santai
"Hmmm..berita sampah! sudah aku peringatkan kepadamu agar selalu berhati-hati Bara!" ucap Dante dengan tegas
Bara hanya tersenyum menatap kemarahan sang bos nya, lalu dia menghembuskan nafasnya panjang.
"Iya sorry, lain kali aku akan lebih berhati-hati" ucap Bara dan sedikit tersenyum pada Dante
Dante menghubungi seseorang untuk segera menghapus berita tentang Bara.
__ADS_1
"Segera hapus berita itu atau aku akan menghancurkan perusahaan kalian" ucap Dante dengan penuh penekanan dan dia langsung mematikan sambungan panggilan tersebut sebelum orang yang berada di sebrang telepon menjawabnya.
"Sepertinya dirimu butuh bersenang-senang malam ini" ucap Bara sambil memeriksa berkas yang ada di meja Dante.
Bara melihat Dante terlihat berbeda, dia merasa kalau sang bos atau sahabatnya tersebut sedang banyak pikiran.
"Katakan ada masalah apa?" tanya Bara
"Tidak ada, hanya saja aku merasa gelisah saja" ucap Dante
Bara menatap Dante dengan pandangan aneh, dia tidak akan memaksa Dante untuk bercerita kepadanya. Dia tidak lagi bertanya, karena dia tahu kalau Dante pasti bisa menyelesaikan apa yang di pikirkan nya.
*
*
*
MOHON DUKUNGANNYA YA...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA YAA...
__ADS_1
TERIMAKASIH...