MAKE YOU LOVE ME !!!

MAKE YOU LOVE ME !!!
Bab 8


__ADS_3

Tepat waktu istirahat Dante teringat akan Zee. Dante menarik sudut bibirnya,lalu dia memikirkan cara untuk mengganggu gadis yang sudah menarik perhatiannya tersebut.


"Sudah saatnya aku bertindak gadisku" gumam Dante pelan entah apa yang akan Dante lakukan pada Zee.


Tepat pukul empat sore, Dante akan segera pulang ke mansion nya karena berkas-berkas yang di kerjakannya telah selesai. Namun tidak berselang lama Bara menghubungi ponselnya dan memberitahukan bahwa dia ada pertemuan dengan salah satu klien penting dari Korea.


Akhirnya Bara dan Dante pergi bersama untuk bertemu dengan klien dari Korea tersebut di sebuah restoran terkenal yang sudah di pesan oleh Bara. Hingga pertemuan tersebut berlangsung cukup lama, mereka memesan ruangan privat di restoran tersebut.


Setelah membicarakan tentang bisnis mereka selesai, klien dari Korea tersebut pamit terlebih dahulu dan menyisakan Dante dan Bara berdua. Dante dan Bara mengantarkan klien mereka tepat di lobby restoran, dan tidak sengaja pandangan Dante melihat gadis incarannya tersebut.


"Kita disini dulu saja" ucap Dante dan melenggang masuk kedalam restoran kembali, tapi bukan di ruangan mereka sebelumnya.


Dante duduk di salah satu kursi yang kosong, dan jarak nya tidak terlalu jauh dari Zee. Bara sedikit bingung melihat sikap sang bos nya, pasalnya Dante angat tidak suka akan keramaian, apalagi saat ini dia duduk dengan santai dan banyak yang menatap dirinya.


"Aneh sekali dia akhir-akhir ini" gumam Bara pelan


Mata tajam Dante terus mengawasi pergerakan Zee. Saat ini Zee sedang bersama dengan seorang wanita paruh baya. Zee juga melihat kalau di sana ada Dante yang sedari tadi terus memperhatikan dirinya. Tapi Zee terlihat cuek dan tidak terlalu memikirkan tentang Dante.


Hingga Zee dan wanita paruh baya tersebut menyelesaikan makannya, Zee melewati Dante dan Bara dengan santai. Dia menganggap tidak mengenal kedua pria yang menurutnya sangat menyebalkan tersebut. Zee berjalan keluar dari restoran tersebut bersama dengan wanita paruh baya.

__ADS_1


"Ayo!" ajak Dante pada Bara


Bara hanya menggelengkan kepalanya dan terus mengikuti kemana sang bos melangkahkan kakinya. Dante melihat Zee yang sedang berbicara dengan lembut kepada seorang anak kecil yang ada di dekatnya. Anak kecil tersebut seorang pedang yang akhirnya Zee tidak tega melihatnya.


"Ambillah dan langsung pulang, oke? ucap Zee dan memberikan beberapa uang kepada anak tersebut sambil mengelus rambut anak tersebut dan anak tersebut menganggukkan kepalanya.


"Oke sayang" ucap Dante secara tiba tepat di belakang Zee.


Zee membalikan tubuhnya dan menatap tajam kearah Dante. Zee terlihat sangat malas sekali bertemu dengan pria yang sangat menyebalkan tersebut.


"Ck... menyebalkan!" ucap Zee dengan ketus sebelum dirinya pergi Dante sudah menahan pergelangan tangan Zee.


"Cari mati sekali gadis ini" gumam Bara dengan pelan.


"Jangan berani kamu menyentuh ku sembarangan!' ucap Zee dengan kesal pada Dante.


Dante hanya menatap gadis yang ada di hadapannya tersebut dengan santai lalu menghembuskan nafasnya pajang. Tapi genggaman tangan Zee tidak di lepaskan oleh Dante, Zee terus mencoba melepaskan tangannya dari Dante. Namun pegangan Dante semakin kuat sehingga membuat Zee meringis merasa sakit namun di tutupi dengan wajah juteknya.


Dante kemudian melepaskan tangan Zee karena dia tahu kalau saat ini Zee merasa kesakitan. Dante terus menatap wajah cantik gadis yang sudah berhasil membuat dirinya terus kepikiran akan gadis tersebut.

__ADS_1


"Apa yang aku inginkan, akan aku dapatkan. Itu adalah ketentuan dalam hidup ku. Gadis manisku" ucap Dante dan langsung meninggalkan Zee begitu saja.


Zee menatap Dante dengan tatapan permusuhan, Dante dengan santai pergi begitu saja setelah dia membuat tangan Zee kesakitan. Zee memegang tangan nya yang merasa perih, terlihat pergelangan tangannya memerah karena Dante menggenggam nya dengan sangat kuta. Ada sedikit rasa takut saat menghadapi Dante, tapi dia terus berusaha untuk kuat dan tidak akan takut.


"Semangat, kamu pasti bisa melawan pria menyebalkan itu. Zee kamu tidak boleh takut!" gumam Zee pada dirinya sendiri.


Kemudian Zee juga melangkahkan kakinya menuju parkiran dimana mobilnya ter parkir. Dia segera masuk ke dalam mobilnya dan langsung menghidupkan mesin mobil kemudian dia segera pergi meninggalkan restoran tersebut.


*


*


*


MOHON DUKUNGAN NYA YAAA...


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAHNYA....


TERIMAKASIH...

__ADS_1


__ADS_2