
Terlihat Dante mengeluarkan senjatanya dan dengan sekali tembakan dia sudah mengenai kepala pengkhianat tersebut.
"Sial! Apa kamu tahu aku masih ada di dekatnya, kalau tadi kamu salah tembak bagaimana?" tanya Bara dengan kesal
"Hahaha maka kamu yang akan mati, simpel kan?" jawab Dante dan tertawa.
Dante langsung meninggalkan ruangan bawah tanah tersebut, dan menyuruh kepada anak buahnya untuk segera membereskan mayat yang baru saja dia bunuh.
"Bereskan" ucap Dante pada anak buahnya yang ada di ruangan tersebut.
Dante dan Bara saat ini sudah kembali ke hotel dimana mereka di London, Dante melihat pemandangan dari balkon kamar hotel mereka sambil menyesap rokoknya.
"Sangat membosankan" ucap Dante kepada Bara
"Kita bersenang-senang di club, dan mencari wanita-wanita sexy" ucap Bara
Dante menatap Bara dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari ajakan Bara. Tepat pukul sebelas malam kedua pria tampan dan gagah itu saat ini sedang berada di sebuah Club terbesar di London yang merupakan milik Dante sendiri.
"Tidak ada yang menarik" ucap Dante datar
__ADS_1
"Ck... kamu saja yang susah untuk di dekati, padahal sedari tadi banyak wanita sexy yang mendekat ke arahmu namun tatapan kamu yang membuat mereka langsung kabur." ucap Bara dan meminum wine di gelasnya.
"Hmm bersenang-senanglah, aku akan kembali ke hotel saja" ucap Dante kepada Bara
Dante berjalan ke arah parkiran dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju hotel dimana dirinya menginap. Sebenarnya Dante memiliki mansion di London namun dia sangat malas kalau pulang ke mansion.
"BRAKKK!!!"
Mobil yang di kendarai oleh Dante di tabrak dari belakang, dia melihat ke arah kaca spion, dan langsung menghentikan mobilnya. Terlihat pengendara mobil keluar dari mobilnya. Dante menatap tajam pria paruh baya tersebut, lalu dirinya pun keluar dari mobilnya dan menghampiri pria paruh baya yang menabrak mobilnya.
"Maaf tuan, saya tidak sengaja" ucap pria paruh baya tersebut.
Dante menatap tajam pria tersebut sehingga membuat pria paruh baya tersebut ketakutan melihat tatapan tajam dari Dante. Kemudian ada seseorang turun dari dalam mobil yang menabrak mobilnya dan mendekat kearah Dante dan pria paruh baya tersebut.
Dante menoleh dan menatap seseorang gadis tersebut, Dante menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. Menurutnya gadis tersebut terlalu sombong tapi dia sangat cantik dalam pandangan Dante. Gadis tersebut menatap balik Dante dengan tajam, dan Dante menarik sedikit sudut bibirnya.
"Katakan berapa yang harus aku bayar untuk kerugian mu tuan?" tanya gadis tersebut.
Dante menatap dengan satar dan dingin gadis cantik yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1
"Apa kamu bisa membayar dengan tubuh mu, hem?" ucap Dante dengan datar
Gadis tersebut menyeringai, lalu dia menatap dengan tajam kearah Dante dengan aura permusuhan yang di keluarkan oleh gadis tersebut. Dalam hati Dante, merasa senang karena melihat tatapan gadis cantik yang sedang kesal padanya.
Menurutnya gadis tersebut sangat berani dan dia tidak merasa takut dengan tatapan tajam yang di lakukan oleh Dante. Dante merasa tertantang dan gadis tersebut cukup menarik bagi Dante.
"Tubuhku? Bermimpi saja kamu brengsek! Bagaimana kalau aku hancurkan mobil mu ini sekarang juga, lalu akan aku ganti yang baru saja" ucap gadis tersebut dan langsung mengambil satu besar yang ada di dekatnya lalu dia memukulkan batu tersebut dengan ganas pada kaca mobil Dante.
Dante melebarkan matanya, benar-benar gadis yang tidak bisa di remehkan. Dante tersenyum melihat kemarahan gadis tersebut. Dia membiarkan saja gadis tersebut menghancurkan mobilnya dia merasa sangat tertarik kepada gadis yang sedang merusak mobilnya tersebut.
Sedangkan supir gadis tersebut hanya diam ketakutan dengan apa yang di lakukan oleh sang nona. Setelah puas merusak mobil Dante gadis tersebut kembali mendekat dengan menatap tajam Dante.
*
*
*
MOHON DUKUNGANNYA YAA...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA...
TERIMAKASIH...