MAKE YOU LOVE ME !!!

MAKE YOU LOVE ME !!!
Bab 7


__ADS_3

Seminggu berlalu, Dante dan Bara sudah kembali ke New York. Berbeda dengan Zee yang sudah lebih dulu kembali ke New York setelah pertemuan dirinya dengan Dante di parkiran restoran. Dia kembali lebih cepat karena ada sebuah pelanggan yang menunggu karya desainnya.


Dante langsung pulang ke mansion nya dan dia langsung menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua.


"Jangan ada yang mengganggu tidur ku" ucap Dante kepada salah satu pelayan mansion yang menyambut kedatangan nya.


"Baik tuan" ucap pelayan tersebut sambil menundukkan kepalanya.


Dante sudah masuk kedalam lift yang akan membawanya menuju kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya yang bernuansa abu hitam dengan aroma maskulin dia langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, karena dia ingin membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum dia akan tidur.



Setelah membersihkan tubuhnya Dante menuju walk in closed nya untuk mengenakan pakaian tidurnya. Dirasa tubuhnya sudah sangat lelah dia langsung merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur dan tidak lama dia sudah terlelap menuju alam mimpi.


Pagi menjelang, Dante sudah bangun dari puku enam pagi  dan dia segera beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya. Hari ini dia akan berangkat ke perusahaannya. Membutuhkan waktu kurang lebih lima belas menit Dante sudah selesai membersihkan tubuhnya, dia langsung memakai pakaian kerjanya di ruangan walk in closed nya.


Setelah selesai dia keluar dari kamarnya menuju ruang makan untuk sarapan pagi. Dia hanya sarapan sendirian karena asistennya Bara dia tidak ikut pulang ke mansion Dante.


Setelah sarapan selesai Dante keluar dari mansion nya menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan pintu utama mansion. Kali ini dia akan berangkat ke perusahaan bersama supir nya.


Saat di perjalanan, Dante melihat perusahaan milik Zee beserta butiknya yang berada tepat di samping perusahaannya. Terlihat jelas nama butik tersebut dengan tulisan VZ butik. Dante menarik sudut bibirnya, lalu dia menatap kembali pada ponselnya. Tidak berselang lama, Dante telah tiba di perusahaannya. Dante keluar dari mobilnya dengan langkah tegap dia langsung melangkahkan kakinya menuju ruangannya.


Semua karyawan yang bertemu dengannya menundukkan tubuhnya saat berpapasan dengan Dante. Dante langsung masuk kedalam lift khusus untuk menuju ruangannya.

__ADS_1


Sesampainya di lantai ruangannya, dia langsung melangkahkan kakinya menuju ruangannya dan dia sudah melihat sekertaris barunya tepat di depan pintu ruangannya.


Dante langsung masuk kedalam ruangannya dan di ikuti oleh Luna sekertaris nya. Luna menyampaikan jadwal Dante hari ini serta memberikan beberapa berkas kepada Dante. Setelahnya Luna langsung keluar dari ruangan Dante dan segera kembali ke ruangannya.


Dante melihat berkas yang di berikan oleh Luna lalu dia mulai memeriksa semua berkas itu. Dante sangat fokus dalam mengerjakan semua pekerjaan nya dia tidak mau menunda pekerjaan nya. Sementara Bara baru saja tiba dengan membawa beberapa berkas di tangannya. Dia melihat ke arah Luna kemudian keduanya saling menatap dan tersenyum.


Bara langsung masuk kedalam ruangan Dante dan duduk tepat di hadapan sang bos serta dia meletakan berkas di depan Dante.


"Proyek pembangunan yang ada di daerah sudah kita menangkan" ucap Bara sambil menatap Dante yang sedang fokus pada berkas pemberian Luna.


Dante langsung menaikan wajahnya dan menatap Bara, lalu dia tersenyum dan mengulurkan tangannya pada sang sahabat selaku asistennya itu.


"Selamat Bara ini proyek kesekian kalinya kamu menangkan" ucap Dante


"Tanpa mu aku  bukan apa-apa, Dante" ucap Bara dengan tulus


Bara tersenyum menatap Dante dan dia langsung keluar dari ruangan sang bos menuju ruangannya. Setelah di luar, Dante melihat Luna dan dia menatap gadis cantik tersebut.


"Apa pekerjaan mu sangat banyak?" tanya Bara


Lili hanya menganggukkan kepalanya, dan tersenyum kearah Bara yang sedari tadi menatapnya dengan dalam.


"Bekerjalah dengan rajin dan tetap semangat" ucap Bara sambil mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


Luna hanya tersenyum melihat tingkah asisten sang bos itu, pria yang bisa menarik perhatiannya semenjak pertama kali bertemu dengan Bara. Luna menyukai Bara, dan dia juga tahu bagaimana sikap seorang Bara yang sering bergonta ganti wanita.


Visual Luna



*


*


Sementara saat ini Zee sedang berada di perusahaannya tepatnya ada di ruangannya. Zee sedang fokus untuk menggambar desain untuk kliennya. Menjadi seorang CEO dan desainer adalah impiannya sedari kecil. Dia sangat menyukai dunia fashion.


Awalnya sang daddy melarangnya namun berhubung dulunya mendiang sang mommy juga seorang model dan desainer ternama jadi akhirnya sang daddy mengijinkannya.


Zee sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan, tapi dia tidak pernah lelah untuk belajar dan terus mengasah keahliannya dalam mendesain menciptakan sebuah karya yang indah. Bahkan dirinya sendiri yang akan turun tangan langsung dalam pemilihan bahan, warna dan lainnya.


*


*


*


MOHON DUKUNGANNYA YAAA...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAHNYA ...


TERIMAKASIH BANYAK...


__ADS_2