
Didalam mobil Bara terus menatap wajah sahabatnya yang terlihat sangat aneh menurutnya.
"Dante, bisa kamu jelaskan? Aku melihat sikap mu seakan-akan kamu sedang mengejar gadis tadi?" tanya Bara
Dante hanya tersenyum dengan menatap wajah sabahat selaku asistennya tersebut dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Bara.
"Apa aku harus memberitahu kamu?" tanya Dante dengan datar.
Bara hanya mengangkat kedua bahunya, karena dia tahu dengan maksud dari pertanyaan Dante. Bara tidak akan memaksa untuk Dante bercerita kepadanya. Mungkin saja lain waktu sahabatnya tersebut akan bercerita dengan sendirinya. Terlihat Dante sedang tersenyum dengan tampang yang datarnya, Bara hanya menggelengkan kepalanya menatap wajah bos atau sahabat nya yang terlihat aneh.
"Apa kamu sedang jatuh cinta?" tanya Bara dengan menatap wajah Dante.
Dante hanya menakan kedua bahunya sebagai jawaban dari pertanyaan Bara. Jawaban yang di berikan Dante membuat Bara terus berpikir karena jawaban tersebut sangat lah abu-abu. Bara tidak bertanya lagi kepada Dante, dia lebih memilih untuk segera menjalankan mobilnya.
Sedangkan Zee saat ini sudah sampai di butiknya. Dia memejamkan mata nya sejenak. Jujur saja semenjak sang daddy memberitahukan dirinya tentang siapa Dante, dia merasa sedikit takut, namun kalau dia takut dan menyerah dia akan di anggap remeh oleh pria yang sangat menyebalkan menurut pandangannya tersebut.
__ADS_1
Zee saat ini sedang duduk di kursi kebesarannya yang ada di butik nya. Dia terus berpikir dan membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya atau perusahaannya jika Dante membalas perbuatannya.
"Bagaimana kalau dia menghancurkan perusahaan daddy atau perusahaan ku?" gumam Zee pelan
"Sungguh aku benar-benar takut, tapi aku tidak boleh menyerah dan takut, dia tidak akan berani macam-macam kan ya..."ucap Zee pelan kemudian dia meneguk air mineral yang ada di hadapannya.
Zee terus berpikir tindakan apa yang harus dia ambil untuk menghadapi Dante. Sedangkan Dante saat ini sudah tiba di mansion nya, tepatnya dia sedang berada di balkon kamar pribadinya, dia juga memikirkan gadis cantik yang sudah berani memukul dirinya.
"Zee kamu membuat aku ingin selalu melihat kemarahan dirimu, jika melihat kamu marah aku merasa sangat menyukainya" ucap Dante dengan pelan dan dia tersenyum penuh arti.
"Tapi dengan sikap mu yang sedikit bar-bar tersebut, masih ada sisi kelembutan yang ada pada dirimu. Kamu seperti mommy ku, Zee" ucap Dante dengan membayangkan wajah cantik gadis yang sudah membuat dirinya terus memikirkan Zee.
Beberapa hari berlalu dari semenjak kejadian pertemuan yang tidak di sengaja Zee dan Dante di sebuah restoran. Hari ini Zee sangat sibuk dengan semua urusan desain maupun pemilihan bahan. Tapi gadis cantik tersebut sangat menikmati semua kesibukannya dengan penuh senyum.
Terlihat ada seseorang yang masuk kedalam butik Zee, terlihat di dalam butik tersebut berbagai pakaian yang terlihat sangat indah. Terlihat dari model yang modern dan pemilihan bahan yang pas membuktikan bahwa perancangnya sangat detail.
__ADS_1
Seseorang tersebut tersenyum menatap berbagai gaun yang sangat indah berjejer dengan rapih.
"Ambillah salah satu, jika kamu menyukainya" ucap Zee dari arah belakang seseorang tersebut.
Seseorang tersebut membalikkan tubuhnya dan menatap Zee dengan tersenyum dan langsung memeluk tubuh Zee.
"Aku sungguh merindukan mu" ucap Zee dengan membalas pelukan seseorang tersebut.
*
*
*
MOHON DUKUNGANNYA YAA...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA ...
TERIMAKASIH ...