
Dante tersenyum melihat aura kemarahan gadis tersebut, dengan menggebu-gebu dan tanpa berpikir panjang dia merusak mobil mewahnya. Setelah puas gadis itu kembali mendekati Dante.
"Tidak semua gadis mau untuk di tiduri dirimu, hanya karena tampang dirimu yang tampan! Aku bukan gadis murahan! Ingat itu!" ucap gadis tersebut sambil menunjuk kepala Dante dengan jari lentiknya.
Setelah itu gadis tersebut berlalu berjalan menuju mobilnya.
"Minta alamatnya, kita akan mengganti mobilnya itu" ucap Gadis tersebut pada sang supir.
"Dante menatap gadis itu hingga tidak terlihat lagi, karena gadis itu sudah masuk kedalam mobilnya.
"Berikan alamatnya, aku akan datang dengan rincian kerugian ku" ucap Dante kepada supir gadis tersebut.
Dengan tangan bergetar, supir tersebut mengetikkan alamat mereka di ponsel Dante. setelah mendapatkan alamat gadis tersebut, Dante memberhentikan taksi yang sedang lewat dan dia meninggalkan mobilnya begitu saja.
"Apa yang kamu ketikan pada ponsel lelaki itu?" tanya Gadis itu pada sang supir.
"Memberikan alamat kita nona Zee" jawab supir itu dengan gugup.
"Hmmm ya" sahut Zee dengan santai tanpa beban
Gadis tersebut bernama Vania Zeevanya Willson, yang biasa di panggil Zee. dia merupakan anak pengusaha di London, dia saat ini sedang berlibur di kota kelahirannya dan ingin mengunjungi sang daddy. Sedangkan dia tinggal di New York menjalankan bisnisnya sendiri di dunia fashion.
__ADS_1
Visual Vania Zeevanya Willson
Sedangkan dante saat ini sudah berada di kamar hotel tempat dirinya menginap, dia melihat alamat yang di ketik oleh supir gadis bar-bar tadi. Dante menggelengkan kepalanya, dan dia menarik sudut bibirnya sedikit.
"gadis yang sangat menarik..." ucap Dante sambil meminum wine.
Dilain tempat saat ini Bara sedang berada di sebuah kamar hotel dengan seorang wanita yang dia temu di club yang tadi dikunjunginya. Mereka sedang melakukan permainan yang sangat nikmat, terdengar suara ******* silih bersahutan yang menggema dui ruangan kamar hotel itu.
Setelah puas, Bara langsung membayar wanita tersebut dan langsung pergi begitu saja tanpa mengucap apapun. Di perjalanan menuju hotel dimana dia tinggal dengan Dante, tidak sengaja dia melihat mobil yang sangat dia kenali sudah berantakan, dengan kaca mobil yang pecah semua dan beberapa bagian body mobil yang penyok. Dengan segera dia mengambil ponselnya untuk menghubungi Dante.
"Hello kamu baik-baik saja kan?" tanya Bara dengan panik dan khawatir
Bara menatap ponselnya dan segera menyuruh supir taksi untuk segera sampai dimana hotel yang di tujuan nya.
Bara langsung turun dari taksi dan dia tidak lupa membayarnya terlebih dahulu. Langkahnya yang lebar langsung menuju lift untuk membawanya menuju dimana kamar Dante. Sesampainya di lantai kamar hotelnya Bara langsung masuk kedalam kamar.
"Semua baik-baik saja kan?" tanya Bara mendekat kearah Dante.
Dante melihat Bara dan dia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, kemudian Dante melihat tatapan Bara yang menatap tubuhnya dari atas sampai bawah dengan seksama, karena Bara takut ada luka pada tubuh bosnya.
__ADS_1
"Carikan alamat ini, Bar" ucap Dante menyodorkan ponselnya yang tertera alamat Zee.
Bara mengambil ponsel Dante dan dia langsung membaca alamat tersebut.
"Ada apa?" tanya Bara
"Aku akan meminta ganti rugi atas kerusakan mobilku" ucap Dante dengan santai
"Hah...aku tidak salah dengar?" tanya Bara
"Aku ingin ke alamat itu besok. Segera kamu cari tahu siapa pemilik alamat itu" ucap dante sambil menarik sudut bibirnya dan meminum wine yang ada di gelas hingga tandas.
Bara menatap aneh bosnya tersebut, tidak seperti biasanya dia akan menagih sesuatu dari seseorang hanya karena mobilnya rusak, padahal Dante tidak perlu meminta ganti rugi juga dia mampu membeli yang baru lagi, bahkan mobil milik Dante sangat banyak terparkir di garasi mansion nya.
*
*
*
MOHON DUKUNGANNYA YAA..
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAHNYA ...
TERIMAKASIH BANYAK....