
Bara memainkan bolpoin yang ada di atas meja Dante. Ada yang harus dia bicarakan dengan Dante mengenai sebuah proyek yang sedang bermasalah.
"Khemm.. Dante proyek kita yang ada di London, sebaiknya kamu periksa kebenaran dana yang masuk dan keluar. Aku merasa ada sebuah kecurangan disana. Jika mereka bermain di belakang maka kita harus segera membereskannya." ucap Bara
Dante menatap Bara lalu dia berdiri dari kursi kebesarannya dan berjalan ke ara jendela besar yang ada di ruanganya memperlihatkan gedung-gedung tinggi.
"Kita sudah membayar mahal mereka, jika mereka berani bermain di belakang kita. MAka pilihannya adalah Mati." ucap Dante dengan tegas dan dingin.
Bara merasakan aura Dante yang sangat mengerikan, karena Dante merasa kesal. Bara hanya menganggukan kepalanya dan berdiri lalu dia mendekat ke arah Dante.
"Bagaimana proyek yang lainnya, Bara?" tanya Dante
"Semua aman, hanya proyek yang di London saja" jawab Bara dengan santai
Dante menganggukan kepalanya, dia menatap kedepan seakan-akan dia sedang memikirkan sesuatu.
"Kapan jadwal aku kosong? Kita akan pergi ke London." tanya Dante dengan datar.
"Ck...saat ini kamu sudah mempunyai sekertaris baru, aku sudah menyerahlan semua kegiatan kamu dan lainnya. Jadi kamu bisa menanyakannya pada Luna." jawab Bara
Dante menoleh pada Bara dan dia sangat sebal dengan sikap Bara yang meyebalkan itu, namun Bara sangat setia dengan dirinya.
"Apa kamu mau aku meemparkan dirimu ke bawah sana?" tanya Dante dengan ketus pada Bara.
"Jika itu membuatmu senang maka lakukanlah, Sobat" ucap Bara dengan menyerinagi.
__ADS_1
Dante menarik sudut bibirnya lalu menggelengkan kepalanya. Dia dan Bara sangat dekat sedari mereka remeja.
"Kamu tahu aku tidak suka orang yang lelet dan bodohkan?" tanya Dante
"Ya, sekertaris baru itu dia sangat pintar, cepat tanggap dan dia sedikit cengeng hehehe" jawab BAra dan sedikit terkekeh saat ini mengingat Luna menangis.
Dante menatap Bara dan menaikan alisnya, lalu tersenyum.
"Jangan bilang kamu tertarik padanya?" tebak Dante
"Dia tidak akan sanggup dengan cintaku, tentunya cinta dan perselingkuhan heheheeh" jawab Bara dan tertawa
Dante menggelengkan kepalanya lali ikut tertawa bersama sahabatnya selaku asisten prbadinya itu.
"Yang ada dia tidak akan sanggup menghadapi rudalmu, itu yang sangat pas untuk mu Bara" ucap Dante dan dia berjalan kembali ke kursi kebesarannya dan mendudukan dirinya disana.
"Apa kamu pikir kamu pria suci, jangan lupa kamu juga sama dengan ku yang sangat menyukai malam panas" ucap Bara dengan ketus
"Ck... aku tidak seperti dirimu, aku hanya sesekali saja melakukannya dan tentunya dengan bayaran yang mahalkan dan tidak sembarangan wanita yang bisa mendekat. Sedangkan kamu dengan mudahnya memacari para wanita dan langsung kamu tiduri setelah puas kamu menyia-nyiakannya." ucap Dante
"Ya terserah kamu sajalah" pasrah Bara
Mendengar ucapan Bara, Dante tersenyum melihat Bara yang berjalan keluar dari ruangannya dengan santai. Dante kembali mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai. Sangat banyak perkerjaanya yang terkadang mebuat dirinya lelah.
Visual Dante Arsenio Emilio
__ADS_1
Visual Bara
*
*
Beberapa hari berlalu, saat ini Bara dan Dante sedang ada di London. mereka sedang mengecek proyek yang yang di laporkan oleh Bara mengalami kejanggalan. Dan benar saja setelah di cek Dante menemukan beberapa kejanggalan dalam dana proyek tersebut.
"Habisi dia Bara!" ucap Dante menatap tajam orang di depannya.
Dengan kebengisan Bara menghajar habis-habisan orang yang berani melakukan kecurangan di proyek mereka. Pria yang di hajar Bara sudah tidak berdaya. Bara benar-benar menghajar pria tersebut dengan sangat kasar.Orang tersebut sudah beberapa kali memohon ampun kepada Bara dan Dante, tapi Dante tidak pernah memaafkan seseorang yang pernah berkhianat padanya.
*
*
*
MOHON DUKUNGANNYA YAA...
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA YAA..
__ADS_1
TERIMAKASIH BANYAK ...