
...◎◎💰◎◎...
"wait wait wait, ada apa nih?" Sonya datang dengan sangat heboh. Bahkan ranselnya masih bertengger manis di punggungnya.
Kelas lambat laun menjadi ramai. Murid sudah banyak yang tiba dikelas. Ada yang datang sendiri, ada juga yang datang bersama circle-nya. Ada yang masuk kelas hanya untuk menaruh tas lalu bermain atau nongkrong dikantin, ada juga yang langsung duduk anteng membaca buku.
Dan setiap orang yang memasuki kelas akan dikagetkan oleh sosok Dhara yang terlihat begitu akrab dengan seorang Varen yang notabene-nya adalah anak baru tampan incaran banyak siswi.
Naura dan Sonya pun saat datang begitu kaget melihat pemandangan yang tak biasa ini.
"Salah satu dari kalian harus ngejelasin apa yang sebenarnya terjadi!" Seru Sonya sambil bergantian menunjuk kedua mahluk yang ada di hadapannya.
Gadis berambut sebahu yang berdiri dibelakang sonya menegur dengan suara pelan. "biasa aja kali Onya! gausah bikin heboh! lo gak sadar orang-orang dikelas jadi pada merhatiin kita?"
Sonya berbalik menatap Naura. Ia menyipitkan matanya. "Itu sih elo! lo emang dari kemarin di sinisin mereka terus gara-gara ribut sama Fara."
"hey! liat dong orang-orang. Mereka merhatiin Dhara sama anak baru ini! bukan gue! kalo ke gue sih bodoamat."
Sonya melirik orang-orang dikelas dari balik tubuh Naura yang lebih tinggi darinya. Matanya memperhatikan seluruh murid yang ada dikelas ini. Benar, semuanya memperhatikan mereka dengan tatapan benci. Bahkan siswi dari kelas sebelah juga ada yang mampir ke kelas ini.
"gapapa kok gue gak risih diliatin banyak orang." Tukas Dhara santai. Ia sudah tahu suasananya akan seperti ini. Ia juga mempersiapkan diri untuk hari ini, esok dan beberapa hari atau beberapa bulan ke depan. Setelah seorang lelaki yang menyukainya sudah menyerah mendekatinya. Hubungan ini akan berakhir dan ia akan menjalani hidup tenang seperti biasanya.
Kedua sahabatnya keheranan mendengar perkataannya.
Sonya tiba-tiba memeriksa kening Dhara dengan punggung tangannya. Takut kalau anak ini sedang demam parah dan memaksakan diri untuk sekolah. Tapi nihil, saat disentuh, suhu tubuh Dhara tak panas.
Naura memasukkan sepotong dimsum kedalam mulutnya. " iasana u gauka alo diiyatin oyang-oyang ayak ini-- Ohhokk!!"
"ngomong yang bener!! les dulu sana!"
gadis itu tersendak ketika tengkuknya di hantam oleh pukulan keras Sonya.
Dhara yang peka segera mengambil botol minumnya dari dalam tas dan langsung memberikannya pada Naura.
"Onya Jahat! Gaboleh gitu!" Dhara memarahi Sonya yang tingkah jailnya gak pernah berubah sama sekali.
"Ohokk.. ohokk!!"
"Minum yang banyak Nau! Gapapa abisin aja! air keran masih banyak kok." Celetuk Dhara.
__ADS_1
"Ohokk.. ohokk... ohokk" Naura malah tambah bengek mendengar ucapan gadis berambut coklat ini. Berarti selama ini air yang ia pinta dari Dhara adalah air keran? Sial banget punya sahabat.
Sonya malah tertawa ngakak melihat wajah merah Naura. Tenggorokan Naura akan melar jika gadis itu menelan sebuah dimsum utuh, mengingat Naura tadi baru mengunyahnya beberapa kunyahan saja.
Disisi lain Lelaki berkacamata yang dari tadi diam kini ikut terkekeh juga melihat tiga gadis konyol dihadapannya. Pemandangan seperti ini baru ia lihat lagi setelah sangat lama sekali ia tak menemukannya. Ia jadi sedikit merindukan masa kecilnya.
"Apaan sih mereka. Gak lucu!"
"Tau!"
"Najis sok baik banget si Dhara. Pasti caper sama Varen."
"Bener caper banget anjir."
"Tapi Dhara sama Varen kok tadi bisa ngobrol akrab ya?"
"Ya pasti dideketin duluan sama si Dhara lah. Buktinya aja bangku si Dhara yang menghadap ke Varen."
"Sukurin tuh si Naura keselek. Mati kek sekalian. Biar gak ada yang gangguin hubungan Fara sama Bagas lagi!"
" bener banget. kasian Fara kemarin dia nangis banget dipelukan Ciko."
"Ayok!!"
"kita ngegosip bareng Fara aja."
"ide bagus!
Serombongan siswi yang isinya adalah campuran dari kelas XI MIPA 1 yaitu kelasnya murid-murid unggulan seperti Fara dan kelas XI MIPA 2 yaitu kelas yang ditempati tiga cewek receh ini.
Rombongan itu pergi meninggalkan kelas. Namun salah satu anggotanya yaitu seorang siswi yang diketahui pernah memaksa Varen duduk didekatnya ini tak mau meninggalkan kelas. Teman-temannya jadi heran kenapa ia sangat betah melihat tingkah tiga cewek itu.
"ayok El! lo mau disini terus ngeliatin mereka?"
gadis bernama El itu menggeleng. "Varen manis banget kalo senyum kayak gini. gue mau liatin dia aja disini."
"hm.. yaudah nanti lo kalo bosen nyusul aja ya! yuk guys!"
El mengangguk tapi tatapan matanya tak lepas sedikitpun dari Varen. Baginya, tak ada yang lebih menyenangkan dari pada senyum itu. Andai senyuman itu untuknya.
__ADS_1
Disisi lain. Tenggorokan Naura telah lega. Dan Sonya juga telah meminta maaf pada Naura karena menjahilinya keterlaluan. Tentunya Sonya bisa mau meminta maaf karena jurus omelan Dhara.
Situasi sudah kondusif. Suara bisik-bisik yang tadinya ramai juga kini telah menghilang. Tapi bel masuk akan berbunyi dua menit lagi. Alhasil Dhara segera memberi tahu pada kedua sahabatnya ini kalau...
"Varen pacar gue."
"ohokk...ohokk.." Lagi-lagi seorang Naura tersedak. Ia tanpa permisi mengambil air minum Varen yang ada disisi ranselnya.
"ini bukan air keran kan?" Tanya Naura serius.
Varen menggeleng cepat. "bukan."
Naura langsung menenggak air itu.
"Tapi air kali."
Gadis itu terdiam.
"What? seriously? kalian pacaran?" Sonya dengan enteng mengguncang-guncang tubuh mungil Dhara.
"Aaaaa Nyaa Diem!! pusing gueee."
TAKKK!!
Cewek yang duduk di kursi depan mematahkan pulpen yang sedari tadi ia pegang hingga menjadi dua bagian. Dadanya terasa sesak dan panas kala mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Dhara.
Ia langsung beranjak dari kursinya dan meningkatkan kelas itu. padahal beberapa detik lagi pun bel masuk akan berbunyi.
Dari pojok sana Varen memperhatikan cewek itu. Tapi kemudian ia mengabaikannya dan kembali bercengkrama ria dengan ketiga gadis receh yang sedang mempermasalahkan --kapan dirinya dan Dhara pacaran dan siapa yang nembak duluan atau mereka jadiannya dimana.
pertanyaan itu tak Varen Jawab. Sebab yang lebih berhak menjawab hanya Dhara. Karena gadis itulah yang berencana memulai semua ini.
NGIUUNNGGGG...
Bel masuk berbunyi. Murid kelas XI MIPA 2 berhamburan masuk ke kelas diiringi oleh seorang guru dibelakang mereka.
"Pertanyaan kalian simpen buat nanti aja ya! waktunya kita belajar."
Kedua sahabatnya mengangguk meski ada rasa kecewa karena rasa penasarannya harus bertahan kurang lebih lima jam lamanya hingga waktu istirahat tiba nanti.
__ADS_1
...◎◎💰◎◎...