
...◎◎💰◎◎...
Setelah membeli beberapa dimsum dikantin, Dhara dan Sonya pergi ke gedung eskul untuk menemui Naura. Mereka sengaja tak memberi tahu anak itu terlebih dahulu agar kedatangan mereka bisa menjadi sebuah kejutan kecil. Semoga anak itu tak menangis terharu karena sahabatnya sangat peduli dengan perut karung milik gadis itu.
"Eh Ciko?" Sonya berseru ketika mereka tak sengaja berpapasan di koridor depan ruang BK.
"Eh, kalian." sapanya tersenyum ramah.
Sikapnya sangat berbanding terbalik dengan atasannya yang dingin dan cuek.
"ada yang masuk ruang itu?" Tanya Sonya.
"eumm ada tiga siswa."
Ciko sangat sering keluar masuk ruang BK. Bukan karena ia banyak masalah, justru cowok ini yang selalu mengantarkan murid yang bermasalah keruangan horor itu.
Cowok ini sangat dipercaya oleh guru-guru. Begitu juga teman sekaligus partnernya --Bagas. ketua OSIS itu sangat mempercayai pekerjaan Ciko. Ia sangat banyak berperan di organisasi dan sangat fokus menjaga ketentraman lingkungan sekolah. Ia juga sangat mengawasi divisi keamanan ketika sedang beroperasi.
Banyak siswi yang mengaguminya. Tapi tak ada yang berani mendekatinya lantaran ia adalah kakak tiri dari seorang primadona sekolah. Mungkin hanya beberapa siswi yang dekat dengan adiknya saja yang bisa mendekatinya. Namun kedekatan itu hanya sebatas pertemanan. Ciko sangat menjaga dirinya dari hubungan percintaan yang merepotkan.
"Wah masalahnya pasti seru."
"ih!" Dhara menyenggol Sonya karena tak menjaga ucapannya didepan wakil ketua OSIS ini. "sorry Onya emang gini."
"hehe gapapa, santai aja." Cowo ini masih memamerkan senyuman ramahnya pada dua gadis ini.
"kalo boleh tau ada masalah apa?" Tanya lagi Sonya.
Dhara memasang muka kesal. "is Onya udah hayu. Itu urusan mereka, kita jangan kepo!" Dhara menarik tangan sahabatnya agar segera pergi dari tempat itu. Tapi Sonya malah tak mau beranjak dari tempat itu.
Masalahnya, Dhara tak mau ada urusan dengan orang-orang terdekat Bagas. Ia tak mau terkena masalah bila memiliki kedekatan dengan mereka. Ditambah mereka adalah magnetnya SMATRI. Seluruh murid selalu memusatkan perhatian mereka pada Bagas dan orang yang dekat dengannya, termasuk seorang Fara.
"Gapapa Ra, tiga siswa tadi itu ngeroyok anak bar --Eh, pacar lo Ra! pacar lo dikeroyok sama mereka dikamar mandi tadi. Eh, sorry anak baru itu pacar lo bukan? soalnya gue dengar berita ini baru tadi dari cewek-cewek dikelas."
Dhara dan Sonya terkejut.
__ADS_1
"si maling tampan? Ternyata berita tentang hubungan kita menyebar secepat kilat ke seantero SMATRI." batin Dhara.
"Astaga kok bisa Cik? kok bisa Varen dikeroyok?" Sonya sangat antusias bercakap dengan cowok ini. Netranya juga tak pernah beralih dari Ciko.
"gue gak tau pasti apa masalahnya." Jawab Ciko.
Dhara menghela nafas. Ia punya firasat buruk sekarang. Jangan sampai Varen yang memulai masalahnya duluan. "Terus dia dimana sekarang Cik?"
"tadi sih masih dikamar mandi ditemenin Bagas. Soalnya lukanya cukup parah. Badannya juga udah lemes banget. Kalo dikamar mandi gak ada berarti mereka udah ke UKS." tutur Ciko.
"Bagas?"
"iyah." Ciko mengangguk.
"kok dia bisa sama Bagas?"
"awalnya gue sama Bagas mau ke kamar mandi. Pas sampai di depan pintu,kita dengar suara ribut di dalem. Karena firasat kita sama akhirnya kita dobrak paksa dan mergokin mereka lagi ngeroyok pacar lo. Disitu kita kaget karena ngeliat keadaan korban yang udah pasrah di pukulin sama mereka. Saat gue bawa pelaku ke sini, gue percayain pacar lo ke Bagas. Sorry Ra, kita gak bisa nolongin dia lebih awal. Ini kesalahan pihak keamanan yang ceroboh beberapa hari terakhir ini." Terang Ciko.
Cowok ini menjelaskan seluruh kejadian yang ia lihat tadi. Ia tak sungkan berbicara panjang lebar. Karena ia juga merasa kasihan bila gadis ini tak mengetahui apa-apa soal pacarnya yang babak belur tadi. Ia juga meminta maaf atas teledornya pekerjaan anggota keamanan akhir-akhir ini.
Ciko mengangguk. "udah jadi kewajiban kita sebagai murid buat saling membantu."
Dhara menatap sahabatnya kemudian mengulurkan tangannya yang berisi dimsum untuk Naura. "Lo kasih ini ya ke Naura! Mungkin dia udah istirahat sekarang."
Sahabatnya ini mengerutkan keningnya. "Lo gak ikut?"
"Gue mau samperin Varen."
"Oh iya, gue ngerti kok. Nanti gue titipin salam kalo dimsum nya dari lo."
"Thanks ya!"
Dhara langsung melangkah menuju kamar mandi laki-laki yang ada di ujung koridor. Ia bukannya khawatir dengan luka yang diterima Varen. Ia lebih khawatir maling itu akan berkata jujur jika di interogasi oleh ketua OSIS tentang hubungan mereka.
"awas aja, kalo dia sembarangan ngomong, hangus semua duitnya! Identitasnya juga bakal gue sebar ke seantero SMATRI dan keseluh penjuru komplek!" Batinnya bergumam selama perjalanan menuju tempat itu.
__ADS_1
Disisi lain...
"Mau gue antar ke gedung ekskul?" Tawar Ciko.
"Eh gak apa-apa, gak usah." Sonya menolaknya.
"serius?"
"iyah serius, nanti kalo orang-orang liat kita bisa jadi gosip lagi. Naura juga pasti udah istirahat sekarang, jadi gue agak buru-buru."
"ya udah, hati-hati kalau gitu."
"iyah, gue duluan."
Sonya pamit dari sana. Untung saja koridor dekat ruang BK sangat jarang dilewati oleh murid. Jadi mereka aman dari desas desus para penggila gosip disekolah ini.
gadis itu terus tersenyum selama perjalanan. Ia selalu merasa senang saat bertegur sapa dengan Ciko. Ia rasa kalau Cowok yang satu ini agak berbeda dari cowok yang lain.
meskipun Ciko menjabat sebagai wakil ketua OSIS, tapi ia tak sombong seperti anggota yang lainnya. Ia merasa nyaman juga berbicara dengannya meskipun cowok itu seorang petinggi organisasi.
...◎◎💰◎◎...
Jantung Dhara berdetak sedikit lebih cepat. Wajahnya pun memerah padam saat berada didepan pintu kamar mandi laki-laki. Apa ia harus mengetuk nya dulu? atau ia langsung buka saja? Bagaimana jika ternyata Varen dan Bagas sudah pergi dari sana dan saat ia membuka pintu kamar mandi banyak laki-laki yang sedang nongkrong lalu menganggapnya sebagai cewek cabul karena masuk kedalam tempat khusus laki-laki ini.
Ia terus meremas roknya sedari tadi. Meremas sesuatu adalah kebiasaannya bila ia sedang panik, takut, atau marah. Ia rasa meremas sesuatu bisa memuatnya sedikit lebih tenang.
Setelah ia memantapkan pilihannya. akhirnya ia memilih untuk mengetuk pintu terlebih dahulu.
Ia menarik nafas panjang kemudian mendekatkan diri pada pintu berwarna putih di sana.
Ia pastikan jika orang yang ia cari tidak ada dalam maka harga dirinya akan merosot.
Ia mengayunkan tangannya dan kemudian...
matanya membulat saat...
__ADS_1
...◎◎💰◎◎...