Mas Harsa

Mas Harsa
Jillian & Hani wedding


__ADS_3

"Niat banget hina kita tuh orang!" seru Camelia sebel.


"Mas, ini dessert masukin kedalam tagihan kita aja! Kita masih mampu bayar kok!" ucap Alvaro kelihatan gak terima.


"Maaf, bapak.. tapi saya hanya menjalankan perintah saja." bales Doni masih pasang senyum ramah.


"Tuh orang masih ada disini 'kan?" Alvaro nanyain keberadaan Harsa.


"Kayaknya sih masih." bales Camelia.


"Gue bakalan kasih peringatan ke dia! Biar gak bersikap seenaknya." ucap Alvaro marah.


"Oh ya, tadi bapak bilang kalo bapak manager disini 'kan?" tanya Camelia pada Doni.


"Iya, ibu.."


"Saya mau tanya dong."


"Silahkan.."


Camelia tunjukin layar HP dia yang terdapat upload-an foto terbaru di sosial media Thania.


"Ini disini 'kan?" tanya Camelia.


"Iya benar, ibu.. tepatnya ada di taman belakang restoran." jawab Doni setelah dia lihat foto itu dengan seksama.


"Kalo mau sewa tempat buat rayain ulang tahun disini berapa biayanya?"


"Maaf, ibu.. tapi tempat ini tidak kami sewakan secara umum kecuali atas ijin dari pemilik restoran." jawab Doni dengan sabar.


"Bohong banget! Buktinya pacar si Seolla bisa sewa ini tempat buat rayain ulang tahun." ucap Camelia gak percaya.


"Ya udah sih! Masih banyak tempat lain yang lebih bagus daripada disini." celetuk Alvaro.


"Tapi gue maunya disini!" ucap Camelia masih bersikeras. "Saya mau dong, mas.. ketemu sama pemilik restoran ini, mau saya tanyakan secara langsung. Jangan bilang gak bisa, buktinya pacar Seolla bisa loh dapet ijin dari pemilik restoran."


"Maaf, ibu.." lagi-lagi Doni senyum ramah. "Pemilik restoran ini, bapak Harsa Adrian Kawindra, saat ini sedang sibuk dan tidak bisa diganggu. Mengenai masalah sewa tempat, ibu sudah mendengar jawabannya dari saya, tempat ini memang tidak disewakan secara umum."


***


Seolla rasanya belum lama ini pacaran sama Harsa, padahal hubungan mereka kalo di hitung-hitung udah jalan lebih dari setahun. Terbukti dari JSB Store yang udah makin maju dan rencananya mau buka cabang ketiga di luar kota.

__ADS_1


Efek jarang ketemu yang buat Seolla ngerasa mereka pacaran baru aja kemarin. Seolla kaget banget pas Harsa datang buat kasih kejutan rayain hari jadi mereka yang pertama.


Gara-gara itu juga Harsa jadi ngambek, anggap Seolla terlalu cuek sama hubungan yang terjadi diantara mereka berdua.


Susah juga bujukin Harsa ditengah kesibukan masing-masing, hampir sebulan ini hubungan mereka jadi panas dingin. Tapi untungnya, semuanya bisa diselesaikan dengan baik.


Lambat laun, Seolla mulai sadar, semua orang berjalan menuju kehidupan yang lebih baik daripada sebelumnya.


Sepertinya Jovian yang bakalan punya anak kedua sebentar lagi.


Rafa dan Shinta yang lagi seneng-senengnys urusin anak mereka yang saat ini udah berusia lima bulan.


Thania yang udah nikah sama Doni dua bulan yang lalu. Padahal dulu dia gak ada niatan buat nikah dan pengen jadi perawan tua aja sampe mati, tapi sekarang Thania malah nikah duluan.


Dan sekarang ini, Seolla lagi datang buat hadiri acara pernikahan Jillian dan Hani.


"Ji, udah siap nih jadi seorang suami?" goda Seolla.


"Siap lahir batin gue." bales Jillian penuh semangat.


"Gue yang gak siap." ucap Harsa pake wajah nelangsa.


"Lah? Kenapa, pak? Kita yang mau nikah tapi kok malah bapak yang gak siap? Ini gimana ceritanya?" tanya Hani heran.


"Haram kepala lo! Resiko lah! Kita mah udah sah, lagian itu rumah 'kan jatah gue ya? Artinya punya gue jadi ya terserah gue mau ngapain juga! Lo kalo gak tahan ya tinggal keluar aja!" bales Jillian.


Hani sama Seolla cuma ngetawain wajah masam Harsa.


"Seenggaknya pengertian dikit kek! Sampe rumah gue rampung pengerjaannya dan gue siap pindah kesana, kalian dilarang keras buat tebar kemesraan."


'Kok gue gak tau ya dia lagi bangun rumah? Kebiasaan mas Harsa nih, padahal gue kalo ada apa-apa selalu cerita ke dia. Emang dia ini hobinya main rahasia mulu.' batin Seolla sebel.


"Kita gak janji ya, Kak.. tapi sebisa mungkin bakalan gue usahain." ucap Hani gak tega lihat Harsa nelangsa mulu.


"Dek.." si Harsa pengen ngadu.


"Sabar, mas.. dua bulan lagi kita 'kan bakalan lamaran." bales Seolla.


"Langsung nikah aja yuk!"


"Ngajak nikah macem ngajak jajan ketoprak aja lo." sindir Jillian.

__ADS_1


"Gak romantis ih, Kak Harsa! Kayak calon suami gue dong! Ajak nikahnya diatas gedung tertinggi di kota ini sembari lihat pemandangan indah dibawah sana." Hani malah nambah-nambahin.


Harsa cuma bisa cibir ucapan Hani, dia emang gak bisa romantis gak kayak Jillian yang kreatif, nemu aja ide buat senengin Hani.


Harsa kalo udah bersikap romantis terus Seolla terharu dan berakhir dengan peluk dan cium Harsa pasti ujung-ujungnya tuh orang bakalan mimisan.


Belum lagi kalo ikutin cara Jillian yang ajakin Hani nikah pas mereka lagi berada di gedung tertinggi di kota ini. Bisa-bisa turun dari sana si Harsa malah minta dikerokin punggungnya sama Seolla gara-gara masuk angin. Angin disana 'kan pasti kencengnya gak main-main tuh!


"Gue sayang sama mas Harsa apa adanya kok meskipun itu gak pake acara romantis-romantisan." ucap Seolla.


"Belain aja terosss!" sindir Jillian.


"Bucin emang." Hani lagi-lagi nambahin.


Hampir enam bulan setelah acara pertemuan keluarga kala itu, pada akhirnya tepat di malam ini, Jillian dan Hani resmi menikah.



"Pih, kenalin ini pacar aku. Ini juga calon ayah dan bunda mertua aku." Harsa tunjuk Seolla, Andi dan Ara secara bergantian.


"Seolla 'kan ya namanya kalo gak salah?" Doniã…¡papinya Harsa coba buat tebak.


Ya emang nama papinya Harsa tuh sama kayak nama manager K.Young Steak House. Sama-sama Doni, cuma beda nama panjangnya aja.


"Iya, pih.." bales Seolla masih merasa agak canggung.


"Pinter kamu ya cari pasangan. Sama tuh kayak Jillian. Terus ini ayah sama bundanya Seolla ya? Salam kenal, saya Doni papinya Harsa dan Jillian." ucap Doni ramah sodorin tangan buat saling berjabatan.


"Iya, pak Doni.. saya Andi, ayahnya Seolla. Dan ini istri saya, Ara." Andi dan Ara secara gantian bales jabatan tangan Doni.


"Oh ya, Sa! Adek kamu udah nikah tuh! Kamu kapan mau nyusulin? Udah ada calon lagian. Kalau bisa sih jangan lama-lama." tanya Doni.


"Segera, pih! Minta doanya aja yang banyak." jawab Harsa.


"Pasti papi doain. Kalo udah nikah kabarin papi jauh-jauh hari loh ya, pokoknya segera aja setelah udah nemu tanggal yang tepat."


"Siap, pih! Pasti Harsa kabarin kok."


"Iya, ya.." ucap Doni ketawa ringan sambil tepuk-tepuk pundak Harsa.


"Pih, Harsa ijin pergi dulu ya samperin mami disana. Seolla sama ayah dan bunda calon mertua belum kenalan sama mami soalnya." ucap Harsa minta ijin.

__ADS_1


"Oh, ya udah.. silahkan.." bales Doni.


***


__ADS_2